#HappeningToday — Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama tempat setiap individu belajar, bertumbuh, dan membangun nilai-nilai kehidupan.
Di tengah kesibukan dan perkembangan teknologi yang membuat setiap anggota keluarga memiliki aktivitas masing-masing, Hari Keluarga Nasional juga menjadi pengingat untuk meluangkan waktu bersama orang-orang terdekat. Lalu, bagaimana sejarah Hari Keluarga Nasional dan apa saja cara sederhana untuk merayakannya?
Sejarah Hari Keluarga Nasional
Hari Keluarga Nasional pertama kali diperingati pada 29 Juni 1993. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan momentum kembalinya para pejuang ke keluarga setelah masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak saat itu, pemerintah menetapkan Hari Keluarga Nasional sebagai ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang berkualitas.
Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Keluarga Nasional juga menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, memberikan dukungan emosional, serta menjadi tempat setiap individu tumbuh dan berkembang.
Cara Sederhana Merayakan Hari Keluarga Nasional
Hari Keluarga Nasional tidak harus dirayakan dengan acara yang besar. Justru, momen sederhana yang dihabiskan bersama keluarga sering kali menjadi kenangan yang paling berkesan. Di tengah kesibukan pekerjaan, sekolah, dan aktivitas sehari-hari, meluangkan waktu bersama orang-orang terdekat menjadi salah satu cara terbaik untuk merayakan Hari Keluarga Nasional.
Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan bersama keluarga antara lain:
- Menikmati makan bersama dan berbincang-bincang hangat.
- Mengunjungi taman, museum, atau ruang terbuka untuk quality time.
- Memasak atau mencoba resep baru bersama.
- Bermain board game atau aktivitas yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
- Membaca buku bersama dan saling berbagi cerita mengenai buku yang sedang dibaca.
Aktivitas-aktivitas sederhana tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi sekaligus menciptakan momen yang berkesan.
Rekomendasi Cerita yang Menghangatkan Hubungan Keluarga
Salah satu cara menikmati quality time adalah melalui buku. Membaca bersama atau saling merekomendasikan bacaan dapat membuka ruang diskusi sekaligus menghadirkan sudut pandang baru mengenai hubungan antar keluarga.
Berikut beberapa rekomendasi buku bertema keluarga yang bisa menemani Hari Keluarga Nasional:
1. Please Look After Mom — Shin Kyung-sook

Novel ini mengisahkan hilangnya seorang ibu di tengah keramaian stasiun kereta Seoul. Peristiwa tersebut membuat setiap anggota keluarga mulai mengenang sosok sang ibu dan menyadari begitu banyak pengorbanan yang selama ini luput mereka hargai.
Dengan alur yang menyentuh dan penuh refleksi, Please Look After Mom mengajak pembaca untuk lebih menghargai kehadiran keluarga, terutama sosok ibu, selagi masih memiliki kesempatan.
2. Keluarga Cemara — Arswendo Atmowiloto

Salah satu karya klasik Indonesia yang menunjukkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak selalu ditentukan oleh materi. Kisah keluarga Abah, Emak, dan anak-anaknya menghadirkan cerita sederhana yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengingatkan bahwa saling mendukung dan tetap bersama dalam kondisi apa pun merupakan kekuatan terbesar sebuah keluarga.
3. Little Women — Louisa May Alcott

Little Women menceritakan kehidupan empat bersaudari March yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy yang tumbuh bersama dengan karakter, impian, dan tantangan masing-masing.
Melalui kisah mereka, pembaca diajak melihat bagaimana kasih sayang, persaudaraan, dan dukungan keluarga membantu seseorang menghadapi berbagai perubahan hidup.
4. Home Sweet Loan — Almira Bastari

Home Sweet Loan mengisahkan Kaluna, seorang perempuan muda yang berjuang mewujudkan impiannya memiliki rumah di tengah berbagai tantangan finansial. Di balik perjuangan tersebut, pembaca juga diajak melihat dinamika hubungan dalam keluarga, mulai dari tanggung jawab, harapan, hingga dukungan yang membentuk setiap keputusan yang diambil.
Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, novel ini menggambarkan bahwa keluarga bukan hanya tempat untuk pulang, tetapi juga sumber motivasi sekaligus pelajaran berharga dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.
5. Funiculi Funicula (Before the Coffee Gets Cold) — Toshikazu Kawaguchi

Funiculi Funicula mengajak pembaca memasuki sebuah kafe unik yang memungkinkan pengunjung kembali ke masa lalu dengan syarat-syarat tertentu. Melalui kisah para tokohnya, novel ini mengeksplorasi berbagai penyesalan, harapan, dan hubungan yang belum sempat terselesaikan, termasuk hubungan dalam keluarga.
Dengan alur yang hangat dan penuh refleksi, buku ini mengingatkan bahwa waktu bersama orang-orang terkasih adalah hal yang sangat berharga. Funiculi Funicula menjadi bacaan yang tepat untuk menemani Hari Keluarga Nasional sekaligus mengajak pembaca lebih menghargai setiap momen bersama keluarga
Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa kebersamaan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal yang besar. Meluangkan waktu untuk berbincang, melakukan aktivitas bersama, atau bahkan membaca buku yang sama dapat menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan dalam keluarga.
Grameds, di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, semoga Hari Keluarga Nasional tahun ini menjadi momen untuk kembali meluangkan waktu bersama orang-orang terdekat. Sebab, setiap kebersamaan yang tercipta hari ini bisa menjadi kenangan berharga di masa depan.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.