#LiterasiAsik Banjir kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Air naik, rumah terendam, dan saat situasi mulai terkendali, Grameds mungkin menemukan satu pemandangan yang bikin hati langsung turun: buku-buku basah di rak. Sampul menggelembung, halaman saling menempel, dan bau lembap mulai terasa.
Reaksi pertama biasanya panik. Ada yang langsung menjemur buku di bawah matahari, ada yang buru-buru membuka halaman, bahkan ada yang memilih membuangnya. Padahal, tanpa disadari, beberapa langkah ini justru membuat buku rusak total.
Kabar baiknya, buku yang terkena banjir belum tentu harus langsung direlakan asal ditangani dengan cara yang tepat.
Nah ini dia kesalahan yang sering dilakukan saat buku terkena banjir:
Menjemur buku di bawah sinar matahari langsung

Sumber: https://x.com/dorasurvive
Kelihatannya paling cepat, tapi sinar matahari justru bisa membuat kertas mengerut, warna memudar, dan jilid rusak.
Membuka halaman yang menempel secara paksa

Sumber: https://x.com/literarybase
Saat basah, halaman buku biasanya saling lengket. Memaksanya terbuka berisiko merobek kertas dan melunturkan tinta.
Menggosok lumpur atau kotoran

Sumber: https://pemilu.antaranews.com
Air banjir di Indonesia sering membawa lumpur dan kotoran. Menggosok halaman basah justru memperparah kerusakan.
Mengeringkan dengan alat panas

Sumber: https://vt.tiktok.com/ZSaj5vQn2/
Hair dryer atau alat pemanas lain bisa merusak struktur kertas dan membuat buku berubah bentuk.
Cara Lebih Aman Menyelamatkan Buku Basah
Langkah pertama, pisahkan buku dari genangan air sesegera mungkin. Buku yang masih kering sebaiknya diamankan lebih dulu. Jika buku terkena lumpur, bersihkan perlahan dengan air bersih tanpa digosok. Setelah itu, keringkan buku dengan cara didirikan dan dibuka beberapa halaman saja, lalu biarkan udara mengalir. Kipas angin boleh kamu gunakan, selama tanpa panas langsung.
Untuk buku yang masih lembab, kamu bisa selipkan tisu atau kertas penyerap di sela halaman dan ganti secara berkala. Jika jumlah buku banyak dan belum sempat dikeringkan, menyimpannya di freezer bisa menjadi solusi sementara untuk mencegah jamur.
Kapan Buku Perlu Direlakan?
Tidak semua buku bisa diselamatkan. Jika sudah berjamur parah, bau apek tidak hilang, atau kertasnya hancur, merelakan buku mungkin jadi pilihan paling aman agar tidak merusak koleksi lain.
Banjir di Indonesia Datang Berulang, Cerita Jangan Ikut Tenggelam
Di tengah bencana banjir yang kerap terjadi di Indonesia, kehilangan buku mungkin terasa kecil dibanding kerugian lain. Namun bagi Grameds, buku adalah teman belajar, ruang jeda, dan sumber penguatan. Kalau hari ini rak buku harus ditata ulang, mungkin besok saatnya membuka halaman baru. Karena air bisa merendam kertas, tapi cerita, pengetahuan, dan minat baca di Indonesia tidak akan ikut tenggelam.
Sebagai bagian dari ekosistem literasi, Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta buku. Yuk, terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan bersama Gramedia Writers and Readers Forum melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.