Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
55 Tahun
#TumbuhBersama masyarakat
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Gramedia Rayakan 56 Tahun dengan Program “Gramedia Berbagi Kado”
11 February 2026

Gramedia Rayakan 56 Tahun dengan Program “Gramedia Berbagi Kado”

Jakarta,11 Februari 2026 — Memasuki usia ke-56, Gramedia menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara bermakna melalui peluncuran program “Gramedia Berbagi Kado”, sebuah inisiatif sosial yang berfokus pada penyediaan perlengkapan sekolah bagi anak-anak di berbagai daerah Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Program ini menjadi bagian dari komitmen Gramedia untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung semangat #TumbuhBermakna, Gramedia percaya bahwa pertumbuhan juga dirasakan dari dampak nyata pada masyarakat. Melalui program Gramedia Berbagi Kado, Gramedia menghadirkan “kado” berupa tas, alat tulis, dan buku sebagai peluang belajar yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa.

   

Gambaran fasilitas belajar di sekolah yang menjadi bagian dari program Gramedia Berbagi Kado.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya keterbatasan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal dan berkelanjutan.

Sebagai wujud perayaan 56 tahun perjalanan Gramedia, program Gramedia Berbagi Kado menjangkau 7 daerah di Indonesia dengan total 8 sekolah yang merepresentasikan komitmen Gramedia untuk terus bertumbuh dan berbagi secara bermakna. Penyaluran dilakukan mulai dari Sukabumi (Jawa Barat), Yogyakarta (DIY), Jambi, Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Maros (Sulawesi Selatan), Ngada (Nusa Tenggara Timur), dan Sorong (Papua Barat Daya).

 

Antusiasme siswa saat menerima paket Gramedia Berbagi Kado sebagai bagian dari semangat #TumbuhBermakna.

Sebagai tahap awal, Gramedia telah melaksanakan penyaluran di dua sekolah di Sukabumi, Jawa Barat, yaitu SD Negeri Suradita dan SD Negeri Cisarua, sebagai bagian dari rangkaian program di tujuh daerah dan delapan sekolah. Program Gramedia Berbagi Kado di Sukabumi ini juga bekerjasama dengan Komunitas Mengajar Sukabumi, dan Forum Lingkar Pena. 

Melalui Gramedia Berbagi Kado, Gramedia berharap dapat berkontribusi dalam memperkecil kesenjangan akses pendidikan serta mendukung anak-anak Indonesia untuk terus belajar, bermimpi dan #TumbuhBermakna.

Rayakan Usia ke-56, Gramedia Usung Tema "Tumbuh Bermakna" Melalui Kolaborasi Kreatif dan Inovasi Bisnis
10 February 2026

Rayakan Usia ke-56, Gramedia Usung Tema "Tumbuh Bermakna" Melalui Kolaborasi Kreatif dan Inovasi Bisnis

Jakarta, 5 Februari 2026 — Memasuki usia ke-56 tahun, Gramedia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pertumbuhan yang berdampak melalui tema #TumbuhBermakna. Lebih dari sekadar merayakan perjalanan bisnis, momentum ini menjadi refleksi peran Gramedia dalam menumbuhkan ekosistem literasi, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat Indonesia.
CEO Gramedia, Priyo Utomo, menyampaikan bahwa perjalanan Gramedia selama lebih dari lima dekade merupakan hasil dari komitmen untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. 

“Bagi kami, pertumbuhan tidak hanya diukur dari ekspansi bisnis, tetapi juga dari dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui semangat #TumbuhBermakna, Gramedia berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas akses literasi, serta memperkuat kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Priyo Utomo.

Komitmen Gramedia untuk #TumbuhBermakna

Sebagai bagian dari komitmen memperluas akses literasi, di awal tahun 2026 Gramedia telah membuka tiga toko baru, yaitu Gramedia Palangkaraya, Gramedia Summarecon Mall Serpong, dan Gramedia Summarecon Mall Bekasi. Pembukaan toko ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif #TumbuhBermakna yang bertujuan mendekatkan akses buku, produk edukatif, serta ruang interaksi kreatif kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Langkah ekspansi ini merupakan strategi Gramedia untuk terus menghadirkan pengalaman ritel yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern melalui pengembangan konsep toko yang lebih interaktif, inspiratif, serta terintegrasi dengan ekosistem digital Gramedia.

Sebagai bagian dari rangkaian #TumbuhBermakna, Gramedia juga menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan Gramedia Berbagi Kado yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjangkau lima wilayah dengan enam sekolah sasaran, termasuk daerah 3T maupun wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar.

Melalui program Gramedia Berbagi Kado, Gramedia menyalurkan paket perlengkapan sekolah yang terdiri dari produk Estudee dan Eversac, serta buku bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan belajar siswa. Setiap paket dihadirkan sebagai “kado” yang diharapkan dapat membuka peluang belajar yang lebih baik serta menumbuhkan semangat literasi sejak dini.

Visual kolaborasi Gramedia x Nadya Noor dalam perayaan 56 tahun Gramedia.

Selain itu, pada tahun ini dalam rangka memperkuat makna pertumbuhan melalui kreativitas, Gramedia juga menghadirkan kolaborasi bersama ilustrator Nadya Noor. Kolaborasi ini menghadirkan visualisasi wajah baru Gramedia yang merepresentasikan semangat literasi, kreativitas, serta konektivitas antara Gramedia dengan generasi pembaca masa kini. 

“Melalui kolaborasi ini, saya ingin memvisualisasikan makna tumbuh yang tidak berhenti pada satu titik, tetapi menyebar dan menumbuhkan kembali. Bagi saya, Gramedia saat ini bukan hanya bertumbuh, tetapi sudah berada pada fase menyebarkan dampak positif ke berbagai lapisan—mulai dari pembaca, industri buku, hingga ekosistem kreatif secara luas,” ujar Nadya Noor.

Sapa Bermakna: Menjawab Tantangan Bisnis dan Kolaborasi Masa Depan

Momentum perayaan 56 tahun Gramedia diselenggarakan melalui rangkaian acara di Gramedia Jalma, Jakarta pada (5/6), yang dihadiri oleh jajaran direksi, mitra bisnis, komunitas, penulis, serta karyawan Gramedia di seluruh Indonesia yang mengikuti acara secara daring. Rangkaian ini menghadirkan sesi talkshow bertajuk Sapa Bermakna yang membahas arah strategis perusahaan ke depan.

Pada sesi pertama dengan tema Menjawab Tantangan Bisnis 2026, Gramedia menghadirkan Yosef Aditya Nugroho (Corporate Support Director Gramedia), Heri Darmawan (Operation Director Gramedia), serta Adhista Immaculata (New Retail Concept & IP Development Manager Gramedia). Diskusi ini membahas strategi Group of Retail and Publishing 2026, integrasi Online to Offline (O2O), pengembangan konsep ritel baru Gramedia, serta penguatan kemitraan strategis.

Sesi kedua mengangkat tema pertumbuhan melalui kolaborasi kreatif dan berkelanjutan yang menghadirkan Fathan Thaher (CRM & Strategic Branding Manager Gramedia), Nadya Noor (Ilustrator), Riska Fadilla Sari (SeedPaper Indonesia), Handoko (Cipta Kawasan), serta penulis Kang Maman. Diskusi pada sesi kedua ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas industri dalam menciptakan inovasi serta ruang kreatif yang mendorong pertumbuhan ekosistem literasi.

Promo Spesial Perayaan 56 Tahun Gramedia

Dalam memeriahkan momentum pembukaan toko baru yang menjadi bagian dari rangkaian #TumbuhBermakna, Gramedia menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang khusus berlaku di tiga toko Gramedia yang baru dibuka, yaitu Gramedia Summarecon Mall Bekasi (SMB), Gramedia Summarecon Mall Serpong (SMS), dan Gramedia Palangkaraya.

Melalui program ini, member MyValue dapat menikmati diskon 25% untuk buku-buku terbitan Gramedia, serta promo produk Home Brand seperti Estudee, Eversac, Piknik, Kukiko, Uptech, Kako, Fitsport, Books & Bind, dan Office Plus dengan diskon hingga 20% untuk berbagai produk pilihan. Program promo ini berlaku hingga 8 Februari 2026.

Pada momentum perayaan 56 tahun ini, Gramedia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelanggan, mitra, komunitas, serta seluruh pihak yang telah bertumbuh bersama dalam perjalanan panjang Gramedia. Setiap dukungan dan kolaborasi menjadi bagian penting dari upaya Gramedia untuk terus tumbuh secara bermakna—tidak hanya melalui inovasi bisnis, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam memperluas akses literasi dan pendidikan di Indonesia. Gramedia meyakini bahwa pertumbuhan yang berdampak akan mendorong kemajuan bangsa, dan melalui semangat #TumbuhBermakna, Gramedia berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar, berkreasi, dan berkolaborasi demi membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah melalui buku dan pengetahuan.

Gramedia Ekspansi ke Jantung Kota Bekasi: Hadirkan Konsep Fresh dan Modern di Summarecon Mall Bekasi
09 February 2026

Gramedia Ekspansi ke Jantung Kota Bekasi: Hadirkan Konsep Fresh dan Modern di Summarecon Mall Bekasi

Bekasi, 6 Februari 2026 — Gramedia secara resmi membuka gerai terbarunya di Summarecon Mall Bekasi pada Jumat (6/2). Kehadiran toko ke-5 di wilayah Kota Bekasi sekaligus toko ke-148 di seluruh Indonesia ini menjadi langkah strategis Gramedia untuk memberikan akses literasi yang lebih luas dengan pengalaman berbelanja yang lebih kekinian.

Mengusung konsep yang lebih fresh, modern, dan inspiratif, Gramedia Summarecon Mall Bekasi dirancang dengan tata ruang yang lebih terbuka dan energik. Melalui semangat #TumbuhBermakna, store ini tidak hanya berfungsi sebagai toko buku, tetapi juga sebagai ruang kreatif yang nyaman bagi masyarakat Bekasi untuk mengeksplorasi ide dan inspirasi.

Peresmian ini ditandai dengan rangkaian Opening Ceremony dengan prosesi simbolis potong tumpeng, serta pemotongan pita oleh jajaran Direksi dan Manajemen Gramedia. Memeriahkan masa "Kehadiran Gramedia Summarecon Mall Bekasi membawa semangat baru dengan konsep yang lebih inklusif. Kami ingin memberikan suasana yang berbeda—lebih terbuka dan penuh sentuhan trendy—agar setiap pengunjung merasakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan dan inspiratif," ujar Direktur Gramedia.

Dalam memeriahkan momen opening ini, Gramedia juga menghadirkan berbagai penawaran eksklusif bagi pengunjung. Untuk member MyValue tersedia promo diskon 25% buku-buku terbitan Gramedia serta promo produk Home Brand seperti Estudee, Eversac, Piknik, Kukiko, Uptech, Kako, Fitsport, Books & Bind, dan Office Plus dengan diskon hingga 20% untuk berbagai produk pilihan
Pemilihan Summarecon Mall Bekasi sebagai titik ekspansi terbaru Gramedia yang didasari oleh kawasan yang dinamis sebagai pusat gaya hidup dan hunian modern. Melihat antusiasme masyarakat Bekasi yang luar biasa terhadap inovasi literasi, Gramedia memposisikan gerai ini sebagai pusat interaksi kreatif untuk memperkuat ekosistem edukasi di wilayah tersebut.

Melalui kehadiran store terbaru di Summarecon Mall Bekasi, Gramedia berkomitmen untuk melampaui fungsi toko buku konvensional dengan menjadi vibrant hub yang inspiratif. Kami berharap gerai ini menjadi ruang ketiga bagi masyarakat untuk saling bertemu, bertukar ide, dan menemukan pengalaman baru yang memberdayakan, selaras dengan filosofi kami untuk terus #TumbuhBersama.

Mengapa Gen Z Membutuhkan Ruang untuk Bertumbuh di Dunia Kerja? Bukan Sekadar Gaji
06 February 2026

Mengapa Gen Z Membutuhkan Ruang untuk Bertumbuh di Dunia Kerja? Bukan Sekadar Gaji

#CareerSpotlight — Apakah karier hanya tentang posisi dan gaji? Tak hanya itu, karier juga dimaknai sebagai ruang untuk belajar, berproses, dan bertumbuh.

Banyak anak muda terutama Gen Z yang mulai mempertanyakan makna karier saat memasuki dunia kerja yang serba cepat. Karier kerap dipahami sebatas pekerjaan yang dijalani atau posisi yang ingin dicapai.

Padahal, bagi Gen Z khususnya mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate yang berada di fase awal profesional, karier juga merupakan ruang untuk belajar, berproses, dan bertumbuh melalui berbagai pengalaman. Pada tahap ini, mereka ingin memiliki ruang untuk bertumbuh agar potensi dapat berkembang secara optimal. 


Karier di Mata Gen Z: Lebih dari Sekadar Posisi

Karier yang baik tidak hanya diukur dari posisi atau pencapaian semata, tetapi juga dari sejauh mana seseorang memiliki ruang untuk terus berkembang. Kesempatan berkolaborasi, menghadapi tantangan baru, serta terlibat langsung dalam proses kerja yang nyata menjadi bagian penting dari proses pembelajaran tersebut.Karier yang bermakna tidak hanya diukur dari seberapa tinggi jabatan atau besar gaji, tetapi dari sejuah mana seseorang merasa berkembang baik dari sisi keterampilan, pola pikir, maupun pengalaman kerja. 


Mengapa Ruang Bertumbuh Penting di Awal Karier Gen Z?

Ruang bertumbuh ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Lingkungan yang mendukung kolaborasi, terbuka terhadap ide, dan memberi kesempatan mencoba hal baru dapat membantu Gen Z mengembangkan potensi secara optimal.

Beberapa alasan mengapa ruang bertumbuh sangat dibutuhkan di awal karier Gen Z antara lain:

  • Membantu pengembangan keterampilan

Gen Z membutuhkan kesempatan untuk belajar langsung melalui pengalaman kerja, tantangan baru, serta proses trial and error yang membangun kompetensi.

  • Mendorong eksplorasi potensi dan minat

Ruang bertumbuh memberi kesempatan untuk mencoba berbagai peran dan tanggung jawab, sehingga individu dapat mengenali kekuatan dan arah karier yang sesuai.

  • Membangun kepercayaan diri

Dukungan dari rekan kerja dan atasan membuat Gen Z merasa dihargai, sehingga lebih berani berkontribusi dan bertanggung jawab atas perannya.

Oleh karena itu, memilih lingkungan kerja yang tepat menjadi langkah penting dalam membangun perjalanan karier jangka panjang, Grameds. Lingkungan kerja yang sehat tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar yang dijalani setiap individu. Dukungan dari rekan kerja, ruang berdiskusi, serta kesempatan untuk berkembang secara bertahap mendorong pertumbuhan profesional yang berkelanjutan.

Sebagai industri kreatif dan literasi, Gramedia memahami bahwa karier merupakan perjalanan yang terus berkembang. Melalui berbagai bidang kerja dan nilai kolaborasi yang dijunjung, Gramedia menghadirkan lingkungan yang mendorong Gen Z agar dapat belajar lintas peran serta kontribusi nyata dari setiap individu.


First Step Gen Z: Membangun Karier

Bagi mahasiswa maupun fresh graduate, pengalaman berada di lingkungan kerja yang mendukung proses belajar menjadi bekal penting dalam memasuki dunia profesional. Keterlibatan langsung dalam pekerjaan membantu memahami ritme kerja, mengasah keterampilan, dan membangun sikap profesional yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Pada akhirnya, karier bukan hanya tentang tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga tentang bagaimana proses tersebut dijalani. Dengan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi, setiap langkah awal karier dapat menjadi fondasi untuk perjalanan profesional yang lebih bermakna. Jadi, pastikan Grameds memilih lingkungan kerja yang memberi ruang untuk berkembang, ya.



Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Langit Mengambil: Terobosan Baru Ika Natassa dalam Kepenulisan
03 February 2026

Langit Mengambil: Terobosan Baru Ika Natassa dalam Kepenulisan

Jakarta, 31 Januari 2026 – Sukses dengan novel Satine, penulis bestseller Ika Natassa kembali dengan novel terbarunya, Langit Mengambil. Novel ini resmi diluncurkan hari ini oleh Ika Natassa dan Penerbit Gramedia Pustaka Utama di Museum MACAN. Langit Mengambil menandai langkah baru dalam perjalanan kreatif Ika Natassa, menambah deretan karya setelah sebelas novelnya mencetak status bestseller, dengan lima di antaranya telah diadaptasi ke layar lebar. Adaptasi terkininya, The Architecture of Love (dibintangi Nicholas Saputra dan Putri Marino) serta Heartbreak Motel (dibintangi Reza Rahadian dan Laura Basuki), kembali menegaskan kekuatan kisah-kisah Ika Natassa dalam menyentuh hati pembaca dan penonton serta meraih nominasi Festival Film Indonesia.

Selama lebih dari 18 tahun berkarya, Ika Natassa dikenal konsisten melakukan terobosan dengan mengeksplorasi tema-tema baru. Dalam Langit Mengambi, ia menyelami wilayah yang lebih gelap dan sunyi: kehilangan dan trauma. Untuk pertama kalinya, ia juga memberi ruang lebih besar pada tema “orang ketiga”, sesuatu yang jarang disentuh dalam novel-novel sebelumnya.

“Orang-orang selalu bilang bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, padahal nyatanya tidak seperti itu. Luka itu akan selalu ada, kita cuma belajar hidup dengan bekas yang ditinggalkannya. Langit Mengambil adalah sebuah catatan tentang trauma besar yang hadir dalam hidup, luka menganga yang tidak akan bisa dimengerti orang lain meski kita bercerita. Tentang kehilangan dan menemukan,” tutur Ika Natassa tentang novel terbarunya.

Momen kebersamaan Ika Natassa dan pembaca dalam peluncuran Langit Mengambil.

Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang lebih sering menghadirkan tokoh perempuan pekerja kantoran dan mengeksplorasi gaya hidup kaum urban, tokoh dalam novelnya kali ini adalah pekerja lapangan, seorang jurnalis bernama Tara. Kompeten, berdedikasi, dan terbiasa berada di garis depan, Tara sering mendapat penugasan meliput kasus-kasus sensitif. Dalam satu pengintaian, dia dan rekannya menjadi korban penganiayaan keji oleh orang tak dikenal. Sejak saat itu, Tara dipaksa menghadapi trauma berat yang bukan saja bisa menghancurkan dirinya, tapi juga orang-orang yang dicintainya, terutama suaminya, Raka. Insiden kelam yang menimpa istrinya juga melukai dan merenggut impian Raka. Di sinilah kekuatan cinta mereka diuji dan pernikahan mereka dipertaruhkan.

Sebelum hadir dalam format buku, Langit Mengambil sempat hadir di platform penulisan KBM dan mendapat apresiasi sangat baik dengan dibaca lebih dari 40 ribu kali. Ini juga menjadi pengalaman pertama Ika Natassa menulis untuk platform penulisan digital. Namun, pembaca akan tetap menemukan sesuatu yang berbeda antara versi digital dan cetak, sehingga meski telah ditayangkan secara daring, antusiasme pembaca terhadap karya Ika Natassa tetap tinggi, dibuktikan dengan penjualan pre-order Langit Mengambil yang hampir menyentuh 2.000 eksemplar pada akhir Desember tahun lalu.

Langit Mengambil diproyeksikan akan mengikuti jejak kesebelas novel Ika Natassa sebelumnya yang ikonis: A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antologi Rasa, Twivortiare, Critical Eleven, The Architecture of Love, hingga Heartbreak Motel dan Satine.

Lewat Langit Mengambil, Ika Natassa menunjukkan kemampuannya menembus batas tematik dan gaya penceritaan, menjadikan karyanya tetap relevan dengan generasi sekarang tanpa meninggalkan ciri khasnya, yakni kedalaman emosi. Ika Natassa sekali lagi membuktikan jam terbangnya sebagai penulis berhasil menghasilkan karya yang berkualitas dan menembus relung hati pembaca.