Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Social Battery Habis Setelah Lebaran? Ini Cara Recharge yang Lebih Efektif
25 March 2026

Social Battery Habis Setelah Lebaran? Ini Cara Recharge yang Lebih Efektif

#LiterasiAsik — Pernah merasa capek banget setelah seharian ketemu banyak orang, ngobrol, atau ikut acara sosial, Grameds? Padahal secara fisik tidak terlalu lelah, tapi rasanya energi terkuras habis. Kalau kamu pernah merasakan hal ini, bisa jadi social battery kamu sedang habis.

Istilah social battery digunakan untuk menggambarkan energi seseorang saat berinteraksi dengan orang lain. Setiap orang punya kapasitas yang berbeda, ada yang mudah recharge lewat bersosialisasi, ada juga yang justru cepat lelah dan butuh waktu sendiri.

Apa Itu Social Battery?

Social battery adalah istilah yang menggambarkan tingkat energi sosial seseorang. Ketika kamu banyak berinteraksi, energi ini akan berkurang. Jika sudah seperti itu, kamu bisa merasa lelah, bahkan sampai kehilangan mood atau mudah tersinggung.

Hal ini sering dialami, terutama setelah momen-momen padat seperti acara keluarga, kumpul teman, atau kegiatan sosial lainnya.

Tanda-Tanda Social Battery Mulai Habis

Beberapa tanda yang sering muncul ketika social battery mulai menurun antara lain:

  • Mudah merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat
  • Ingin cepat pulang atau menghindari interaksi
  • Sulit fokus saat berbicara dengan orang lain
  • Lebih sensitif atau mudah merasa kesal
  • Butuh waktu sendiri untuk “menenangkan diri”

Jika kamu mulai merasakan hal-hal tersebut, itu tanda bahwa tubuh dan pikiranmu butuh istirahat dari interaksi sosial.

Cara Recharge Social Battery yang Lebih Efektif

Mengisi ulang social battery tidak selalu harus dengan cara yang sama untuk setiap orang. Namun, beberapa cara berikut bisa kamu coba:

1. Ambil Waktu untuk Me Time
Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa distraksi. Kamu bisa melakukan hal-hal sederhana seperti mendengarkan musik, menonton film, atau sekadar rebahan tanpa gangguan.

2. Kurangi Paparan Sosial Sementara
Tidak ada salahnya untuk sementara mengurangi interaksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Memberi jarak sejenak bisa membantu energi kamu pulih lebih cepat.

3. Lakukan Aktivitas yang Kamu Suka
Recharge tidak harus selalu diam. Melakukan hobi seperti membaca, journaling, olahraga ringan, atau berjalan santai juga bisa membantu mengembalikan energi.

4. Perbaiki Kualitas Istirahat
Tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap kondisi mental dan emosional. Pastikan kamu mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar tubuh lebih siap beraktivitas kembali.

5. Kenali Batas Diri
Setiap orang punya kapasitas sosial yang berbeda. Tidak perlu memaksakan diri atau FOMO untuk selalu hadir di setiap acara. Belajar mengatakan “tidak” juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan diri.

Merasa lelah setelah bersosialisasi adalah hal yang wajar. Social battery yang habis bukan berarti kamu anti sosial, melainkan tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk recharge.

Dengan memahami kebutuhan diri sendiri, kamu bisa mengelola energi dengan lebih baik dan tetap menikmati interaksi sosial tanpa merasa kelelahan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Ide Hampers Lebaran Unik Selain Kue Kering, Anti Mainstream!
18 March 2026

Ide Hampers Lebaran Unik Selain Kue Kering, Anti Mainstream!

#LiterasiAsik — Momen Idul Fitri selalu identik dengan tradisi berbagi. Salah satu cara yang paling populer adalah memberikan hampers Lebaran kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja.

Namun, jika setiap tahun isi hampers hanya kue kering atau sirup, tentu terasa kurang spesial. Kini, banyak pilihan hampers Lebaran unik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih bermanfaat dan berkesan.

Kalau kamu sedang mencari inspirasi, berikut beberapa ide hampers Lebaran anti mainstream yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Hampers Teh atau Kopi
Memberikan hampers berupa teh atau kopi premium bisa menciptakan kesan hangat yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan silaturahmi, minuman seperti teh herbal atau kopi lokal bisa menjadi pelengkap momen santai bersama keluarga. Ditambah dengan mug atau tumbler berdesain estetik, hampers ini tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan pengalaman menikmati waktu istirahat yang lebih menyenangkan.

2. Hampers Self Care
Setelah menjalani bulan Ramadhan yang padat, banyak orang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan merelaksasikan diri. Hampers berisi produk aromaterapi dan self-care bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghadirkan momen tenang tersebut. Lilin aromaterapi, essential oil, atau sabun handmade dapat membantu menciptakan suasana yang lebih rileks di rumah, sekaligus menunjukkan perhatian yang lebih personal kepada penerima.

3. Hampers DIY Kit yang Kreatif dan Inspiratif
Jika ingin memberikan hampers yang berbeda sekaligus menghadirkan pengalaman baru, DIY kit bisa menjadi pilihan yang menarik. Hampers ini berisi perlengkapan untuk membuat sesuatu secara mandiri, sehingga penerima tidak hanya menerima hadiah, tetapi juga aktivitas yang seru. Beberapa contoh DIY kit yang bisa dipilih antara lain membuat aksesoris, hingga baking kit seperti cookies atau brownies. Selain menyenangkan, hampers ini juga bisa menjadi cara untuk mengisi waktu luang setelah Lebaran dengan kegiatan yang kreatif.

4. Hampers Personal Care
Hampers personal care bisa menjadi pilihan yang praktis sekaligus bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu bisa mengisinya dengan berbagai produk seperti body wash, hand cream, shampoo, hingga skincare ringan yang aman digunakan. Selain berguna, hampers ini juga memberikan kesan perhatian karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan perawatan diri. Cocok untuk diberikan kepada keluarga maupun rekan kerja.

5. Hampers Buku
Bagi pecinta membaca, hampers buku bisa menjadi pilihan yang unik dan berkesan. Kamu bisa menyesuaikan jenis buku dengan minat penerima, mulai dari novel, buku self improvement, hingga buku hobi. Agar lebih menarik, tambahkan pelengkap seperti bookmark, notes, atau alat tulis estetik. Hampers ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga bisa menjadi teman untuk menikmati waktu santai setelah momen Lebaran.

Tips Memilih Hampers Lebaran agar Lebih Berkesan

Agar hampers yang kamu berikan terasa lebih spesial, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, sesuaikan isi hampers dengan karakter atau kebutuhan penerima. Hampers yang personal biasanya akan lebih berkesan dibandingkan yang bersifat umum.

Selain itu, perhatikan juga tampilan kemasan. Packaging yang rapi dan estetik dapat meningkatkan nilai hampers secara keseluruhan. Kamu juga bisa menambahkan kartu ucapan sederhana untuk memberikan sentuhan yang lebih hangat dan personal. 

Memberikan hampers Lebaran tidak selalu harus mengikuti tren yang sama setiap tahunnya. Dengan sedikit kreativitas, kamu bisa memberikan hampers yang lebih unik, bermanfaat, dan berkesan bagi orang-orang terdekat.



Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Benarkah Gen Z Dibilang "Lemah"? Memahami Gaya Kerja Gen Z Di Era Digital
17 March 2026

Benarkah Gen Z Dibilang "Lemah"? Memahami Gaya Kerja Gen Z Di Era Digital

#LiterasiAsik — Belakangan ini, Generasi Z atau yang sering disebut Gen Z cukup sering menjadi bahan perbincangan dalam dunia kerja. Tidak sedikit yang menilai bahwa generasi ini kurang tangguh, mudah menyerah, atau bahkan dianggap “lemah” ketika menghadapi tekanan pekerjaan.

Pandangan tersebut muncul karena perbedaan cara pandang antara generasi muda dengan generasi sebelumnya dalam melihat pekerjaan dan kehidupan profesional.

Gen Z sendiri merupakan generasi yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2010 dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Lingkungan ini membentuk cara berpikir, gaya komunikasi, hingga cara mereka memandang pekerjaan. 

Dalam sebuah survei di Amerika Serikat terhadap hampir 1.000 pemberi kerja, ditemukan bahwa sebagian perusahaan merasa ragu untuk merekrut lulusan baru karena dianggap belum memenuhi ekspektasi kerja. Temuan ini kemudian memicu berbagai diskusi tentang kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia profesional.


Mengapa Stereotip tentang Gen Z di Dunia Kerja Muncul?

Perbedaan karakter antara generasi sebenarnya merupakan hal yang wajar. Setiap generasi tumbuh dalam kondisi sosial, budaya, dan teknologi yang berbeda. 

Salah satunya adalah sikap Gen Z yang lebih menyuarakan work-life balance. Bagi generasi ini, pekerjaan memang penting, tetapi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga tidak kalah penting.

Selain itu, Gen Z juga dikenal lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental. Jika sebelumnya topik ini jarang dibahas di lingkungan kerja, kini semakin banyak generasi muda berani menyuarakan pentingnya lingkungan kerja yang sehat dan memberi ruang bertumbuh.

Perbedaan-perbedaan inilah yang terkadang memunculkan kesalahpahaman antara generasi di tempat kerja.


Kelebihan Gen Z di Dunia Kerja

Di balik berbagai stereotip yang beredar, Gen Z sebenarnya memiliki banyak potensi yang justru sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.

1. Adaptif dengan teknologi
Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet, Gen Z cenderung lebih cepat memahami berbagai teknologi digital. Hal ini membuat Gen Z mudah beradaptasi dengan berbagai platform kerja, aplikasi digital, hingga perkembangan teknologi baru.

2. Kreatif dan cepat belajar
Luasnya arus informasi membuat Gen Z terbiasa mencari pengetahuan dari berbagai sumber. Hal ini mendorong mereka untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru secara mandiri.

3. Berani menyampaikan ide
Gen Z dikenal berani menyampaikan pendapat dan ide baru. Dalam lingkungan kerja yang terbuka, hal ini dapat menjadi inovasi dan membantu tim menemukan solusi yang lebih kreatif.


Tips untuk Gen Z Lebih Siap Menghadapi Dunia Kerja

Meski memiliki banyak kelebihan, tetap ada beberapa hal yang bisa dikembangkan agar Gen Z semakin siap menghadapi dunia kerja.

1. Tingkatkan komunikasi profesional
Kemampuan komunikasi yang jelas dan profesional sangat penting di tempat kerja, baik saat berbicara dengan rekan tim maupun atasan.

2. Bangun disiplin kerja
Konsistensi, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola waktu menjadi hal yang sangat dihargai dalam lingkungan profesional.

3. Belajar berkolaborasi lintas generasi
Dunia kerja seringkali terdiri dari berbagai generasi dengan cara berpikir yang berbeda. Memahami sudut pandang lain dapat membantu menciptakan kerja sama yang efektif.

Perbedaan cara kerja antara generasi sebenarnya merupakan hal yang wajar. Setiap generasi tumbuh dalam situasi dan perkembangan zaman yang berbeda, sehingga cara mereka memandang pekerjaan pun tidak selalu sama.

Alih-alih melihatnya sebagai kelemahan, memahami karakteristik Gen Z justru dapat membantu dunia kerja berkembang menjadi lebih adaptif. Dengan saling memahami, setiap generasi dapat saling melengkapi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik di masa depan.



Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id

Mudik Lebaran Lebih Asyik jika Ditemani Bacaan Menarik
13 March 2026

Mudik Lebaran Lebih Asyik jika Ditemani Bacaan Menarik

#HappeningToday — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi mudik kembali menjadi momen yang paling ditunggu oleh banyak orang di Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan masyarakat melakukan perjalanan menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan Lebaran. Bagi Grameds yang juga bersiap untuk mudik, perjalanan pulang ini tentu menjadi momen yang penuh makna untuk kembali bertemu dengan orang-orang tercinta.

Namun, perjalanan mudik seringkali memakan waktu yang cukup lama dan waktu di perjalanan bisa terasa cukup panjang. Mulai dari kemacetan di jalan, waktu menunggu di stasiun atau bandara, hingga perjalanan berjam-jam di dalam kendaraan menjadi pengalaman yang cukup familiar saat musim mudik tiba.

Agar perjalanan tidak terasa membosankan, banyak orang biasanya menyiapkan berbagai cara untuk mengisi waktu. Mulai dari mendengarkan musik, scrolling media sosial, bermain game, atau sekadar berbincang. Selain berbagai aktivitas tersebut, membaca buku juga bisa menjadi pilihan yang menyenangkan untuk menemani perjalanan mudik, Grameds. Dengan membaca buku, kita bisa sejenak “melupakan” panjangnya perjalanan dan larut dalam cerita yang sedang dibaca. Tanpa terasa, waktu pun bisa berjalan lebih cepat ketika sudah tenggelam dalam alur cerita yang menarik. 

Agar tetap nyaman dibaca selama perjalanan, buku dengan cerita yang ringan biasanya menjadi pilihan yang tepat. Novel dengan alur yang mengalir, kish yang menghibur, atau cerita yang hangat akan lebih mudah dinikmati tanpa membutuhkan konsentrasi yang terlalu berat.

Berikut beberapa rekomendasi bacaan ringan yang bisa menemani perjalanan mudik:

Pasta Kacang Merah — Durian Sukegawa

Novel ini mengisahkan Sentaro, seorang pria yang bekerja di kedai dorayaki kecil. Suatu hari ia bertemu dengan Tokue, seorang wanita tua yang menawarkan bantuan untuk membuat pasta kacang merah yang menjadi isi dorayaki tersebut. Awalnya Sentaro ragu, tetapi keahlian Tokue dalam membuat pasta kacang merah perlahan membawa perubahan pada kedai tersebut. Di balik cerita sederhana tentang makanan, novel ini menghadirkan kisah yang hangat tentang persahabatan, penerimaan diri, serta cara melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

The Midnight Library — Matt Haig

Novel ini mengikuti kisah Nora Seed yang menemukan sebuah perpustakaan misterius di antara kehidupan dan kematian. Di dalam perpustakaan tersebut, setiap buku mewakili kehidupan berbeda yang mungkin ia jalani jika membuat pilihan yang lain di masa lalu. Melalui berbagai kemungkinan hidup yang ia coba, Nora mulai memahami arti penyesalan, harapan, dan kesempatan kedua. Dengan alur yang mengalir dan konsep cerita yang unik, buku ini mengajak pembaca merenungkan berbagai pilihan hidup dengan cara yang ringan namun tetap menyentuh.

Janji — Tere Liye

Novel karya Tere Liye ini menghadirkan cerita yang penuh misteri sekaligus menyentuh tentang perjalanan hidup seorang tokoh bernama Bahar. Kisahnya dimulai ketika beberapa orang berkumpul dan perlahan mengungkap masa lalu Bahar yang penuh rahasia. Seiring cerita berkembang, pembaca diajak memahami berbagai peristiwa yang membentuk hidupnya serta janji-janji yang memiliki makna mendalam. Dengan gaya penulisan yang khas dan alur yang membuat penasaran, novel ini menghadirkan cerita tentang persahabatan, pengorbanan, dan makna dari sebuah janji.

Rumah — J.S. Khairen

Novel ini menghadirkan kisah yang hangat tentang arti “rumah” dan hubungan antar manusia. Melalui cerita yang sederhana namun penuh makna, pembaca diajak melihat bagaimana rumah tidak selalu sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk kembali, berbagi, dan menemukan kenyamanan. Dengan gaya penceritaan yang ringan dan emosional, buku ini menghadirkan refleksi tentang keluarga, perjalanan hidup, serta arti pulang bagi setiap orang.

Please Look after Mom — Kyung Sook Shin

Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga yang menyadari bahwa ibu mereka hilang di sebuah stasiun kereta di Seoul. Peristiwa tersebut membuat setiap anggota keluarga mulai mengingat kembali kenangan, pengorbanan, dan kasih sayang sang ibu yang selama ini sering terabaikan. Dengan sudut pandang yang bergantian dari setiap anggota keluarga, buku ini menghadirkan kisah yang menyentuh tentang keluarga, cinta, dan pentingnya menghargai orang-orang terdekat dalam hidup.

Dengan memilih bacaan yang menarik, perjalanan mudik yang panjang bisa terasa lebih menyenangkan. Jadi, sebelum berangkat menuju kampung halaman, tidak ada salahnya menyiapkan satu atau dua buku favorit untuk menemani perjalanan ya, Grameds.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

7 Rekomendasi Buku Fantasi untuk Kamu yang Suka Petualangan
12 March 2026

7 Rekomendasi Buku Fantasi untuk Kamu yang Suka Petualangan

#LiterasiAsik — Buku fantasi selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembaca. Melalui cerita yang penuh imajinasi, pembaca diajak menjelajahi dunia yang berbeda dari kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia sihir, makhluk mitologi, hingga dunia paralel yang penuh misteri. Tak heran jika genre fantasi menjadi salah satu genre yang banyak digemari oleh berbagai kalangan.Selain menghadirkan petualangan yang seru, buku fantasi juga sering kali menyisipkan nilai tentang persahabatan, keberanian, hingga perjalanan menemukan jati diri. Jika Grameds sedang mencari bacaan dengan cerita yang penuh imajinasi, beberapa buku fantasi berikut bisa menjadi pilihan menarik untuk dibaca:

  1. Bumi — Tere Liye

    Awal dari serial fantasi populer tentang petualangan Raib, Seli, dan Ali yang menemukan keberadaan dunia paralel dengan berbagai klan dan kekuatan unik. Dalam perjalanan mereka, ketiganya harus menghadapi berbagai tantangan, rahasia dunia lain, serta konflik yang semakin besar di setiap buku dalam seri ini. Melalui rangkaian cerita yang penuh aksi, misteri, dan petualangan, novel ini mengajak pembaca menjelajahi sebuah universe baru yang berbeda dari kehidupan manusia biasa.

2. Di Tanah Lada — Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak bernama Ava, gadis kecil berusia 6 tahun yang sering mendapat tindak kekerasan dari ayahnya. Ava bertemu dengan anak laki-laki. Dari pertemuan tersebut, Ava memulai petualangan yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia. Dengan sudut pandang anak yang polos dan imajinatif, cerita ini menghadirkan kisah yang sederhana namun penuh makna tentang persahabatan, keberanian, dan harapan.

3. Keajaiban Toko Kelontong Namiya — Keigo Higashino

Novel ini menghadirkan cerita dengan sentuhan magical realism tentang sebuah toko kelontong yang memiliki kemampuan misterius: menerima surat dari masa lalu. Orang-orang yang menuliskan masalah mereka akan mendapatkan balasan berupa saran yang sering kali mengubah arah hidup mereka. Melalui kisah yang saling terhubung, novel ini menghadirkan cerita yang hangat, menyentuh, dan mengajak pembaca merenungkan berbagai pilihan hidup.

4. The Red Palace — June Hur

Novel ini menghadirkan kisah misteri yang berlatar di istana kerajaan Korea pada masa Dinasti Joseon. Ceritanya mengikuti seorang perawat istana yang terlibat dalam penyelidikan pembunuhan yang berkaitan dengan keluarga kerajaan. Dalam usahanya mengungkap kebenaran, ia harus menghadapi berbagai rahasia, intrik politik, serta bahaya yang mengancam dirinya. Alur cerita yang penuh ketegangan membuat novel ini terasa menarik bagi pembaca yang menyukai misteri dengan nuansa sejarah dan intrik kerajaan.

5. Lonely Castle in the Mirror — Mizuki Tsujimura

Novel ini bercerita tentang sekelompok remaja yang menemukan sebuah kastil misterius melalui cermin di kamar mereka. Di dalam kastil tersebut, mereka diberi sebuah teka-teki yang harus dipecahkan bersama. Selama berada di tempat itu, para remaja ini juga perlahan mulai berbagi cerita tentang kehidupan mereka, termasuk berbagai luka dan kesulitan yang mereka hadapi di dunia nyata. Kisah ini menghadirkan perpaduan antara fantasi, misteri, dan cerita yang menyentuh tentang persahabatan serta proses memahami diri sendiri.

6. Harry Potter — J. K. Rowling

Seri fantasi legendaris ini membawa pembaca ke dunia sihir Hogwarts yang penuh petualangan. Kisahnya mengikuti perjalanan Harry Potter, seorang anak yang mengetahui bahwa dirinya adalah penyihir dan kemudian belajar di sekolah sihir bersama sahabatnya, Ron dan Hermione. Sepanjang seri, mereka menghadapi berbagai tantangan, misteri, dan ancaman dari kekuatan gelap. Selain menghadirkan dunia sihir yang menarik, cerita ini juga menyoroti nilai persahabatan, keberanian, dan pengorbanan.

7. Percy Jackson & the Olympians — Rick Riordan

Novel ini mengikuti petualangan Percy Jackson, seorang remaja yang menemukan bahwa dirinya adalah anak dari salah satu dewa Yunani. Penemuan tersebut membuat Percy terlibat dalam berbagai petualangan yang penuh bahaya, mulai dari menghadapi makhluk mitologi hingga menjalani misi penting untuk para dewa. Dengan alur yang cepat dan penuh aksi, seri ini menghadirkan kisah yang seru sekaligus memperkenalkan pembaca pada berbagai tokoh dalam mitologi Yunani.

Berbagai buku fantasi di atas menghadirkan dunia cerita yang berbeda-beda, mulai dari dunia sihir, mitologi, hingga kisah magis yang menyentuh kehidupan manusia. Dengan alur yang seru dan penuh imajinasi, buku-buku ini dapat menjadi pilihan menarik bagi Grameds yang ingin membaca buku dengan genre fantasi.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.