Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Bentuk Komitmen Menghargai Karya Musik, Gramedia Gelar Sosialisasi Penggunaan Musik bagi Jajaran Operasional Toko
15 October 2026

Bentuk Komitmen Menghargai Karya Musik, Gramedia Gelar Sosialisasi Penggunaan Musik bagi Jajaran Operasional Toko

Jakarta, 14 Oktober 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen dalam menghargai karya intelektual dan mendukung ekosistem kreatif nasional, Gramedia menggelar sosialisasi internal bertajuk “Awareness Penggunaan Musik di Gramedia: Perspektif Kreator dan Industri” pada Rabu (14/10) di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan dilakukan secara hybrid. 

Langkah ini diambil untuk menyelaraskan pemahaman internal mengenai pentingnya tata kelola penggunaan musik di ruang publik retail. Kehadiran musik di area toko dipandang tidak sekadar untuk melengkapi kenyamanan berbelanja pelanggan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas hak cipta, hak terkait, serta kontribusi para musisi dan pencipta lagu. 

Guna memberikan perspektif yang komprehensif, acara ini menghadirkan pembahasan dari sudut pandang regulasi dan pelaku industri musik, termasuk pemaparan dari Marcell Siahaan sebagai Ketua LMKN Pihak Terkait, serta musisi senior Aji Mirza Hakim, disaksikan juta oleh jajaran Regional Manager, Store Manager, serta unit bisnis terkait di seluruh jaringan toko Gramedia. Diskusi berfokus pada pentingnya kepatuhan hak cipta, tata cara penggunaan musik yang bertanggung jawab, hingga dampak langsung apresiasi musik terhadap keberlanjutan profesi para kreator. 

Yosef Adityo, Corporate Secretary Director Gramedia, menegaskan bahwa penghargaan terhadap karya seni merupakan prinsip utama yang ingin terus ditanamkan di seluruh tingkatan operasional perusahaan. 

"Di Gramedia, kami percaya bahwa setiap karya kreatif memiliki nilai yang harus dihormati. Musik turut membangun pengalaman positif bagi pengunjung toko kami, dan sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan penggunaannya dilakukan secara etis dan taat pada aturan yang berlaku. Sosialisasi ini merupakan langkah konkret agar seluruh Store Manager dan tim operasional memiliki kesadaran serta pemahaman yang sama dalam menghargai karya para insan musik Indonesia," ujar Adit. 

Melalui sosialisasi ini, Gramedia berharap seluruh jajaran manajemen toko dapat konsisten menerapkan praktik operasional yang bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran Gramedia sebagai ekosistem retail yang senantiasa menjunjung tinggi dan menghargai setiap karya kreatif bangsa.

Dua Penulis Grasindo, Brian Khrisna dan M.Sutandi Raih Penghargaan Bergengsi di IKAPI Awards 2026
15 October 2026

Dua Penulis Grasindo, Brian Khrisna dan M.Sutandi Raih Penghargaan Bergengsi di IKAPI Awards 2026

Jakarta, 12 Oktober 2026 – Dua penulis naungan Penerbit Grasindo (Kelompok Gramedia), Brian Khrisna dan M.Sutandi, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan memboyong piala dalam ajang IKAPI Awards 2026. Penghargaan bergengsi bagi insan perbukuan nasional ini diserahkan pada acara pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 yang berlangsung pada 5 Oktober lalu di Jakarta Convention Center (JCC).   

Dalam perhelatan tersebut, Brian Khrisna dianugerahi penghargaan sebagai Writer of the Year atas kontribusinya yang konsisten di dunia sastra populer Indonesia. Sementara itu, M.Sutandi sukses meraih penghargaan Children’s Book of the Year melalui bukunya yang berjudul Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder (Self-Discovery Season). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) bagi para penulis dan pelaku industri yang terus memperkaya pengalaman membaca masyarakat melalui ide, imajinasi, dan karya bermakna. 

Pencapaian Brian Khrisna sebagai Writer of the Year menandai puncak perjalanan karier kepenulisannya yang dimulai sejak 2016 lewat karya Merayakan Kehilangan. Penulis asal Bandung ini dikenal luas melalui karya-karya populer bertema kehidupan, relasi, dan refleksi diri, seperti Kudasai (2019), Sisi Tergelap Surga (2023), Bandung Menjelang Pagi (2024), 23:59 (2025), Setelah Melompat Aku Ingin Hidup (2026) hingga novel mega bestseller Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025) yang kini bersiap diadaptasi ke layar lebar. 

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IKAPI, IIBF, serta Penerbit Grasindo dan para pembaca yang selalu menemani perjalanan saya. Bagi saya, menulis adalah cara untuk merawat kisah-kisah kehidupan dan memberi ruang refleksi bagi kita semua. Penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berkarya dan menghadirkan cerita yang dekat di hati pembaca." ungkap Brian Khrisna saat menerima penghargaan. 

Di kategori literasi anak, M.Sutandi membuktikan kekuatan narasinya lewat Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder (Self-Discovery Season). Latar belakang pendidikan di bidang Psikologi, memberi kedalaman tersendiri dalam karya-karyanya. Buku bernuansa self-discovery yang dilengkapi ilustrasi full color ini dirancang untuk mengajak pembaca anak menjelajahi nilai-nilai kehidupan secara hangat dan interaktif. 

"Penghargaan Children’s Book of the Year ini adalah ruang apresiasi yang luar biasa bagi pengembangan literasi anak di Indonesia. Saya berharap buku Whispers of the Shadow dapat terus menjadi jendela pengetahuan, ruang imajinasi, serta pemantik rasa cinta membaca sejak dini bagi generasi penerus bangsa," tutur M.Sutandi.  

Penerbit Grasindo dan Gramedia menyampaikan kebanggaan setinggi-tingginya atas pencapaian kedua penulis. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Grasindo untuk terus menghadirkan bacaan berkualitas, variatif, dan berdampak positif bagi perkembangan literasi nasional. 

Siapa Anne Carson? Sastrawan Pemenang Hadiah Nobel 2026
12 October 2026

Siapa Anne Carson? Sastrawan Pemenang Hadiah Nobel 2026

#AuthorSpotlight — Minggu lalu, Nobel Foundation telah menginformasikan para pemenang hadiah Nobel dari berbagai bidang. Salah satunya, pemenang hadiah Nobel di bidang sastra yang dimenangkan oleh Anne Carson. Pemenangan hadiah ini diputuskan oleh The Swedish Academy, dan diumumkan melalui sebuah konferensi pers yang juga disiarkan secara langsung pada Kamis, 8 Oktober 2026 lalu. 


Hadiah nobel sastra ini diumumkan oleh Ingrid Karlberg, sekretaris permanen dari The Swedish Academy. Ia menceritakan, Anne Carson menerima kabar ini di Islandia saat ia sedang mendengarkan angin. Ingrid Karlberg juga menyatakan, Anne Carson mendapatkan hadiah ini karena ide-ide berani dan inovatif miliknya, yang akhirnya membentuk puisi kontemporer yang mungkin seringkali kita baca. 


Lalu, siapa sebenarnya Anne Carson, dan apa saja karya miliknya?


Siapa Anne Carson?
Anne Carson adalah seorang penulis dari Toronto, Kanada. Ia telah menulis lebih dari 20 buku, termasuk beberapa koleksi esai, puisi, dan terjemahan dari tragedi Yunani.


Utamanya, ia dikenal oleh karyanya yang berjudul Eros the Bittersweet, yang juga menjadi tulisan pertamanya yang diterbitkan. Buku tersebut adalah sebuah kritik sastra mengenai eros, sebuah konsep cinta pada sastra Yunani, yang juga menjadi sebuah tema besar pada karya-karyanya selanjutnya. 


Hadiah Nobel juga bukan penghargaan literatur pertamanya. Ia sebelumnya telah memenangkan T. S. Eliot Prize dan Governor General’s Award for English-language Poetry.


Apa Saja Karya-karya Anne Carson?

1. Eros the Bittersweet
Eros the Bittersweet | Princeton University Press
Eros the Bittersweet adalah salah satu karya yang menjadi pondasi karya-karya Anne Carson selanjutnya. Buku ini mengeksplorasi bagaimana hasrat dibentuk dari jarak dan ketidakadaannya seseorang, untuk bisa membuat sebuah rasa cinta. 

2. Autobiography of Red 
Autobiography Of Red by Anne Carson - Penguin Books Australia
Seperti banyak karya-karya milik Anne Carson, novel ini juga terkait dengan mitos Yunani. Buku yang terbit pada 1996 ini menceritakan makhluk Geryon, sang monster bersayap merah, 

3. The Beauty of the Husband
The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos by Anne Carson |  Goodreads
Ia juga acap kali dikenal untuk karya-karya puisi dan esai. The Beauty of the Husband adalah salah satunya. Buku ini berisi sebuah kumpulan esai tulisannya yang memenangkan hadiah T. S. Eliot untuk puisi pada tahun 2002.

4. If Not, Winter: Fragments of Sappho
If Not, Winter: Fragments of Sappho by Sappho | Goodreads
Pada buku ini, Anne Carson menerjemahkan sebagian karya-karya Sappho, seorang penyair Yunani. Salah satu keutamaan buku ini adalah bagaimana Anne Carson menerjemahkan karya-karya Sappho yang tidak lengkap dan tidak menambah-nambahkannya untuk membuat sebuah karya yang sekiranya utuh. Hal ini membuat pembaca dapat mengeksplorasi karya ini seperti bagaimana puisi-puisi tersebut ditemukan, dan membiarkan pembaca menerka-nerka kekosongannya sendiri.  

5. Men in the Off Hours
Men in the Off Hours: By the Winner of the Nobel Prize in Literature by  Anne Carson | Goodreads
Ia menerbitkan Men in the Off Hours pada tahun 2000, yang mana di dalamnya terdapat koleksi puisi, prosa, dan refleksi terhadap figur-figur sejarah dan sastra, seperti Emily Dickinson. Karya ini juga memenangkan Griffin Poetry Prize pada tahun 2001, yang menunjukkan kecakapannya dalam menulis puisi, prosa, dan kritik sastra dengan berbagai penghargaan yang ia miliki. 


Memenangi Penghargaan Nobel, Bersaing Dengan Sastrawan Lainnya

Pada nyatanya, nominasi hadiah Nobel selalu dirahasiakan hingga 50 tahun telah berlalu, sehingga kita tidak akan tahu siapa yang dinominasikan bersama Anne Carson. Namun, ada beberapa perkiraan terhadap nominasi Hadiah Sastra Nobel tahun ini. 


Selain Anne Carson, nama Can Xue juga termasuk dalam perkiraan sastrawan yang akan memenangkan hadiah ini. Nama-nama terkenal seperti Haruki Murakami dan Margaret Atwood juga sempat digadang-gadang untuk menjadi pemenang. 


Namun, Anne Carson tetap memenangkan hadiah ini atas ide-ide inovatif dan berani miliknya. Dari pemenangan hadiah ini, pembaca juga bisa mengeksplorasi karya-karya Anne Carson lebih jauh.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Tiga Karya Psikologi dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ Siap Menyapa Pembaca Malaysia
06 October 2026

Tiga Karya Psikologi dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ Siap Menyapa Pembaca Malaysia

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Memperkuat sinergi literasi antarnegara di Asia Tenggara, Gramedia International bekerjasama dengan Gramedia Pustaka Utama (GPU) dan penerbit asal Malaysia, The Biblio Press, secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan tiga karya tulisan psikiater dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ di pasar Malaysia. Momen penting ini dirayakan melalui sesi diskusi bertajuk "Setelah Mencuci Pinggan, Mari Menanam Tembikai dan Membuka Topeng di Malaysia" yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Main Stage IIBF, Assembly Hall JICC Jakarta.  

Diskusi tersebut menghadirkan jajaran narasumber kunci, di antaranya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ (Penulis), Nadira Yasmine (Editor Gramedia Pustaka Utama), Ain Ahmad Lutfi (Penerjemah), dan Kiridaren Jayakumar (CEO The Biblio Press Malaysia), dengan Audry Juana sebagai MC & Moderator. 

Inisiatif lisensi dan penerjemahan ini berawal dari hak cipta buku pertama, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, yang resmi diakuisisi oleh The Biblio Press pada tahun 2025. Buku versi bahasa Melayu berjudul Seorang Lelaki yang Melalui Kedukaan dengan Mencuci Pinggan sukses meluncur pada Mei 2026 di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF). Melanjutkan kesuksesan tersebut, dua buku berikutnya yakni Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Tembikai di Kehidupan Berikutnya dan Seorang Anak yang Bersembunyi di Sebalik Topeng Superhero dijadwalkan terbit dalam edisi bahasa Melayu di Selangor International Book Fair mendatang.

Karya-karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ dikenal luas berkat kemampuannya mengemas isu kesehatan mental dan psikiatri dengan gaya penceritaan yang dekat, hangat, serta humoris. Buku pertamanya bahkan berhasil meraih penghargaan Book of the Year pada IKAPI Awards 2024. 

Dalam kesempatan ini, dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ menyampaikan kesannya saat pertama kali bertemu langsung dengan pembaca di Malaysia:

"Sangat berkesan dan menyentuh ketika mengetahui bahwa cerita serta refleksi tentang rasa duka dan kesehatan mental dapat beresonansi lintas negara. Pembaca di Malaysia menyambut hangat karya ini. Saya berharap kehadiran edisi terjemahan ini dapat terus menjadi teman bertumbuh, merawat kesadaran diri, serta menemani perjalanan emosional siapa pun yang membacanya, baik di Indonesia maupun Malaysia."

Kiridaren Jayakumar, CEO The Biblio Press Malaysia, mengungkapkan alasan di balik ketertarikan penerbitnya memboyong karya ini ke Malaysia:

"Kami senantiasa mencari karya-karya bermakna dari seluruh dunia untuk disajikan kepada pembaca Malaysia. Tulisan dr. Andreas menghadirkan perspektif kesehatan mental yang terjangkau, relevan, dan sangat manusiawi. Respon positif dari pembaca di Kuala Lumpur International Book Fair 2026 menjadi bukti kuat bahwa tema emosi dan pemulihan diri adalah bahasa yang universal."

Kehadiran trilogi karya dr. Andreas di Malaysia menjadi tonggak penting keberlanjutan pertukaran budaya dan literasi antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus mengukuhkan komitmen Gramedia International dalam mempromosikan karya-karya terbaik Indonesia ke panggung dunia. 

Gramedia Jadi Salah Satu Brand Paling Dipercaya di Asia
06 October 2026

Gramedia Jadi Salah Satu Brand Paling Dipercaya di Asia

#HappeningToday — Gramedia dilaporkan menjadi salah satu retail terbaik di Asia versi Inside Retail Asia dalam Brand Conviction Index yang dirilis pada Selasa (29/9) lalu. Dalam daftar yang berisi 100 merek paling terpercaya di Asia ini, Gramedia menduduki peringkat 23 se-Asia, menjadikannya salah satu merek dengan peringkat paling tinggi di Indonesia.


Brand Conviction Index, dirilis oleh Inside Retail Asia, berisi 100 merek yang paling terpercaya di Asia menurut konsumen, dengan data yang dilansir dari YouGov BrandIndex. Data yang disajikan terdiri dari 70.000 konsumen selama periode 12 bulan, yang mengukur seberapa banyak konsumen yang membeli, merekomendasikan, dan kembali melakukan pembelian pada brand tersebut. 


Head of News Inside Retail, Robert Stockdill, menyatakan bahwa di tengah banyak dan mahalnya kanal yang bisa dimanfaatkan untuk meraih pembeli, kepercayaan konsumen terhadap brand tidak bisa dibeli. Kepercayaan inilah yang diukur dari Brand Conviction Index. 


Dengan peringkat nomor 23 dari seluruh merek yang hadir di Asia, Gramedia menjadi satu-satunya toko buku yang meraih tempat dalam indeks ini. Gramedia telah mencapai posisi ini berkat nama yang kuat dan kepercayaan tinggi di antara konsumen terhadap toko buku Gramedia. Pencapaian ini menunjukkan kuatnya posisi Gramedia sebagai salah satu brand retail yang dipercaya konsumen di Indonesia. 


Gramedia juga terus hadir dengan konsep yang merangkul komunitas dan generasi baru. Dengan Gramedia Jalma, Gramedia turut memberi ruang berliterasi dan berkomunitas yang terfokus kepada hubungan manusia dengan buku, menjadikannya tempat di mana ide dapat lahir dan dikembangkan dalam ruang lingkup Gramedia. 


Sejak 1970, Gramedia telah berkomitmen untuk berkontribusi pada pendidikan dan literasi masyarakat Indonesia. Saat ini Gramedia memiliki 150 toko di seluruh Indonesia, memperluas akses masyarakat terhadap literasi dan ilmu pengetahuan. Dengan kepercayaan konsumen yang tinggi, Gramedia memfasilitasi penyebaran informasi dan pengetahuan untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa. 


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.