Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
55 Tahun
#TumbuhBersama masyarakat
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Dari Halaman ke Layar Lebar, Ini Para Pemeran Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”!
25 February 2026

Dari Halaman ke Layar Lebar, Ini Para Pemeran Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”!

#HappeningToday — Setelah lama hidup di imajinasi pembaca, wajah para tokoh Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati resmi diumumkan.  Adaptasi film dari novel karya Brian Khrisna ini mengumumkan deretan pemeran yang akan menghidupkan karakter emosional dan menariknya, hampir seluruhnya merupakan wajah baru di industri film Indonesia.

Sebelumnya, novel yang diterbitkan oleh Grasindo ini telah menarik perhatian di ranah internasional. Pada awal 2026, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati resmi diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan dibahas dalam dialog lintas budaya yang menghadirkan penulis bersama penerjemahnya. Momentum tersebut menegaskan bahwa cerita yang berangkat dari konteks lokal Indonesia ini memiliki resonansi universal dan mampu menjangkau pembaca lintas negara.

Kini, langkah berikutnya adalah membawa kisah tersebut dari halaman buku ke layar lebar. Pengumuman para pemeran menjadi sorotan utama, terutama bagi pembaca yang telah memiliki gambaran kuat tentang karakter favorit mereka. Adaptasi novel ke film memang selalu menghadirkan ekspektasi tinggi mulai dari pendalaman karakter, penyesuaian alur, hingga bagaimana emosi dalam cerita diterjemahkan ke dalam adegan dan dialog.

Proses adaptasi dari buku ke film bukan sekadar memindahkan cerita, melainkan menafsirkan kembali pengalaman membaca ke dalam bentuk visual. Tantangannya terletak pada menjaga esensi cerita sekaligus menghadirkan pengalaman sinematik yang segar bagi penonton, baik yang sudah membaca novelnya maupun yang baru mengenal kisah ini lewat layar lebar.

Dengan diumumkannya para pemeran, adaptasi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati semakin nyata menuju tahap produksi. Publik pun menanti bagaimana dialog dan emosi yang sebelumnya hidup di dalam halaman buku akan hadir dalam versi sinematiknya.

Jadi, Grameds, apakah pilihan pemeran ini sesuai dengan bayanganmu selama membaca? Atau justru membuka interpretasi baru tentang para tokoh?

Sambil menantikan proses produksinya, adaptasi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi bukti bahwa cerita dengan emosi sederhana yang jujur selalu menemukan jalannya untuk tumbuh bahkan melampaui halaman buku hingga layar lebar. 

Kita tunggu bersama bagaimana Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati akan hadir dalam versi layar lebar yang tetap membawa feel seperti saat pertama kali dibaca. Siap menyaksikan kisah ini hidup di bioskop, Grameds?


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

12 Buku Motivasi Terbaik yang Mengubah Cara Berpikir
24 February 2026

12 Buku Motivasi Terbaik yang Mengubah Cara Berpikir

#LiterasiAsik — Grameds lagi merasa overthinking soal masa depan? Atau lagi ada di fase ingin berkembang tapi bingung mulai dari mana? Membaca buku bisa jadi langkah awal kamu untuk mengubah pola pikir dan menemukan arah hidup.

Buku self improvement atau pengembangan diri sering kali menjadi titik balik yang tidak terduga. Satu ide, satu kalimat, atau satu sudut pandang baru dapat menggeser cara kita melihat kegagalan, kesuksesan, bahkan diri sendiri. Jika kamu sedang mencari bacaan yang mampu membuka perspektif, berikut 12 buku motivasi yang layak masuk daftar bacamu, Grameds.

1. Atomic Habits – James Clear

Buku ini membahas bagaimana perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang. Cocok untuk kamu yang ingin membangun kebiasaan baik secara bertahap.

2. Filosofi Teras – Henry Manampiring

Mengadaptasi filsafat Stoisisme ke dalam konteks kehidupan modern. Buku ini cocok untuk kamu yang sering merasa overthinking atau mudah terbawa emosi. Melalui pembahasan yang ringan, kita diajak untuk fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan.

3. Berani Tidak Disukai – Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Mengangkat teori filosofi Alfred Adler, buku ini mengajak kamu untuk hidup lebih bebas tanpa terlalu bergantung pada penilaian orang lain. Cara pikir yang membebaskan ini memungkinkan kamu untuk membangun keberanian dan mencintai diri sendiri.

4. Ikigai – Hector Garcia & Francesc Miralles

Mengangkat konsep hidup masyarakat Jepang tentang menemukan makna dan tujuan hidup. Cocok untuk kamu yang sedang mencari arah atau ingin memahami apa yang membuat hidup terasa lebih berarti. Buku ini membantu pembaca mengenali passion, kekuatan diri, serta nilai yang ingin dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

5. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat – Mark Manson

Menyajikan pendekatan realistis dalam menjalani hidup tanpa harus selalu menyenangkan semua orang. Bacaan ini cocok bagi kamu yang sering tertekan oleh ekspektasi sosial. Melalui gaya bahasa yang lugas, pembaca diajak untuk lebih selektif terhadap hal-hal yang benar-benar layak diperjuangkan.

6. Bicara Itu Ada Seninya – Oh Su Hyang

Membahas pentingnya komunikasi yang efektif dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Cocok untuk kamu yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara dan membangun relasi yang lebih baik. Buku ini mengajarkan bagaimana memilih kata, intonasi, serta sikap agar pesan tersampaikan dengan tepat.

7. The Let Them Theory – Mel Robbins

Mengajak pembaca untuk melepaskan kebutuhan mengontrol orang lain dan situasi di luar kendali. Bacaan ini tepat untuk kamu yang mudah merasa frustrasi terhadap perilaku orang lain. Melalui konsep sederhana “biarkan saja”, kita diajak fokus pada respons diri sendiri dan menjaga energi untuk hal yang lebih penting.

8. The Alpha Girl’s Guide – Henry Manampiring

Ditujukan bagi perempuan muda yang ingin berkembang secara mandiri dan percaya diri. Buku ini membahas karier, keuangan, relasi, hingga pengembangan diri dengan pendekatan yang praktis dan relevan. Cocok untuk kamu yang ingin membangun versi terbaik diri sendiri tanpa kehilangan nilai personal.

9. The Psychology of Money – Morgan Housel

Mengulas bagaimana pola pikir memengaruhi keputusan finansial seseorang. Bacaan ini tepat untuk kamu yang ingin lebih bijak dalam mengelola uang dan memahami bahwa kesuksesan finansial lebih dipengaruhi perilaku daripada sekadar pengetahuan.

10. The 7 Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey

Salah satu buku pengembangan diri paling berpengaruh sepanjang masa. Membahas tujuh kebiasaan dasar yang membantu membangun karakter, kepemimpinan, dan efektivitas hidup. Cocok untuk kamu yang ingin fondasi pola pikir yang kuat dan terstruktur.

11. How to Win Friends & Influence People – Dale Carnegie

Klasik legendaris tentang komunikasi dan relasi. Buku ini mengajarkan cara membangun koneksi, memengaruhi orang lain secara positif, dan meningkatkan keterampilan sosial yang relevan di berbagai situasi.

12. Think and Grow Rich – Napoleon Hill

Buku motivasi klasik yang membahas pola pikir sukses berdasarkan riset terhadap tokoh-tokoh besar dunia. Cocok untuk kamu yang ingin memahami kekuatan mindset, keyakinan, dan tujuan dalam meraih kesuksesan.

Perubahan besar seringkali berawal dari satu keputusan sederhana: memilih untuk belajar dan bertumbuh. Dari membangun kebiasaan kecil, mengelola emosi, hingga membentuk pola pikir sukses, setiap buku di atas menawarkan sudut pandang yang bisa menjadi titik balik dalam hidupmu.

Jadi, buku mana yang paling menggambarkan fase hidupmu saat ini, Grameds?

Karena bisa jadi, satu halaman yang kamu baca hari ini adalah awal dari versi dirimu yang lebih baik esok hari.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Oniku Cafe Resmi Dibuka di Gramedia World BSD, Perkuat Konsep Ruang Komunitas dan Experience Pengunjung
23 February 2026

Oniku Cafe Resmi Dibuka di Gramedia World BSD, Perkuat Konsep Ruang Komunitas dan Experience Pengunjung

Tangerang, 22 Februari 2026 — Gramedia kembali memperkuat konsep toko sebagai ruang literasi dan komunitas melalui kolaborasi dengan tenant F&B, Oniku Cafe, yang resmi dibuka di Gramedia World BSD pada Sabtu (22/2). Kehadiran Oniku Cafe menjadi bagian dari pengembangan pengalaman pengunjung (customer experience) di lingkungan toko Gramedia yang semakin terintegrasi dengan gaya hidup dan aktivitas komunitas.

Pembukaan ini menandai langkah Gramedia dalam menghadirkan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja buku dan produk edukasi, tetapi juga sebagai destinasi berkumpul, berdiskusi, dan berinteraksi bagi masyarakat. Dengan konsep cozy cafe yang menyatu dengan area toko, Oniku Cafe diharapkan dapat melengkapi kebutuhan pengunjung yang ingin menikmati suasana membaca, bekerja, maupun bersosialisasi di Gramedia World BSD.

“Kolaborasi dengan Oniku Cafe di Gramedia World BSD merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan toko Gramedia sebagai ruang publik yang lebih hidup dan relevan. Kehadiran cafe di dalam toko diharapkan dapat memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat Gramedia sebagai ruang komunitas,” ujar Driemirda Primasari, Regional Manager Gramedia.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi Gramedia dalam mengembangkan ekosistem ritel berbasis experience dan community space, sejalan dengan transformasi toko Gramedia menjadi ruang publik yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Kehadiran tenant F&B di dalam toko juga menjadi upaya Gramedia untuk meningkatkan kenyamanan serta durasi kunjungan pelanggan. Momentum ini sekaligus memperkuat komitmen Gramedia dalam membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung di seluruh jaringan toko Gramedia.

Kedepannya, Gramedia akan terus mengembangkan konsep ruang komunitas dan kolaborasi lintas industri sebagai bagian dari upaya menjadikan toko Gramedia sebagai cultural and lifestyle hub yang inklusif bagi masyarakat.

Apa itu Resensi Buku? Pengertian, Struktur dan Cara Menulisnya
20 February 2026

Apa itu Resensi Buku? Pengertian, Struktur dan Cara Menulisnya

#LiterasiAsik — Grameds pernah nggak setelah baca buku lalu ingin membagikan pendapatmu, tapi bingung harus mulai dari mana? Menulis resensi buku sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan struktur yang tepat, kamu bisa menyampaikan pengalaman membaca sekaligus membantu orang lain menemukan bacaan yang cocok.

Resensi bukan sekadar rangkuman cerita, tetapi ruang untuk berbagi perspektif dan penilaian terhadap sebuah karya. Melalui resensi, pengalaman membaca yang personal dapat berkembang jadi diskusi yang lebih luas dan bermakna!


Apa itu Resensi Buku?

Resensi buku adalah tulisan yang berisi ulasan, penilaian, serta interpretasi terhadap sebuah karya. Tidak sekadar merangkum isi cerita, resensi membantu pembaca lain memahami nilai, kelebihan, serta sudut pandang yang ditawarkan sebuah buku.

Dalam konteks literasi, resensi menjadi ruang dialog. Ia menghubungkan pembaca dengan penulis, sekaligus membuka percakapan dengan calon pembaca lainnya. Melalui resensi, pengalaman membaca yang personal dapat berkembang menjadi diskusi yang lebih luas dan bermakna.

Manfaat Resensi Buku

Resensi berfungsi sebagai referensi bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih dan membaca sebuah buku. Melalui ulasan tersebut, calon pembaca dapat memperoleh gambaran isi serta kualitas buku yang dibutuhkan.

Bagi penulis, kegiatan meresensi bukan sekadar menilai karya orang lain, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menulis. Dalam buku Membuat Resensi karya Haryanto dijelaskan bahwa aktivitas meresensi memberikan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Melatih ketajaman analisis dan daya pikir kritis
  • Membantu memahami isi buku secara lebih menyeluruh dan mendalam
  • Berpotensi memberikan honor apabila dimuat di media massa
  • Membuka peluang dikenal luas hingga dipercaya penerbit untuk terus menulis ulasan

Dengan demikian, resensi tidak hanya bermanfaat bagi pembaca, tetapi juga menghadirkan peluang pengembangan diri bagi penulisnya.

Struktur Resensi Buku

Dalam menulis resensi, terdapat beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan agar ulasan tersusun secara sistematis dan komprehensif.

Identitas Karya

Membuat informasi dasar buku, seperti:

  • Judul buku
  • Nama penulis
  • Penerbit dan tahun terbit
  • Jumlah halaman
  • Ukuran buku
  • Sampul buku (jika dicantumkan)

Orientasi 

Berada pada bagian awal sebagai pengantar. Berisi latar belakang singkat buku, keunikan, atau pencapaian yang pernah diraih.

Isi Resensi

  • Manfaat buku bagi pembaca
  • Ringkasan isi secara singkat tanpa spoiler
  • Sistematika dan bagian menarik dari isi buku
  • Penggunaan bahasa, termasuk gaya dan struktur penulisan
  • Kelebihan dan kelemahan buku sebagai bentuk evaluasi

Evaluasi

Bagian penutup yang merangkum penilaian akhir dan memberikan pertimbangan mengenai kelebihan dan kekurangan buku.


Tips Menulis Resensi Buku agar Menarik

Agar resensi mudah dipahami dan tetap menarik, penyusunannya perlu dilakukan secara runtut dan terstruktur. Dengan alur yang jelas, gagasan akan tersampaikan dengan lebih kuat dan tidak terasa bertele-tele.

Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam menulis resensi:

  • Baca buku secara menyeluruh secara menyeluruh
    Pahami alur, karakter, gaya bahasa, serta pesan utama yang ingin disampaikan penulis sebelum mulai menulis ulasan.
  • Perkenalkan buku secara singkat
    Cantumkan judul, nama penulis, serta gambaran umum isi buku untuk memberi konteks kepada pembaca.
  • Sajikan ringkasan tanpa membocorkan detail penting
    Hindari spoiler yang dapat mengurangi pengalaman membaca orang lain. Fokus pada arah besar cerita.
  • Tambahkan opini yang argumentatif
    Sampaikan pendapat pribadi disertai alasan yang jelas. Jelaskan mengapa buku tersebut menarik, menyentuh, atau memiliki kekuatan tertentu.
  • Jaga keseimbangan antara deskripsi dan refleksi
    Resensi bukan hanya rangkuman, tetapi juga ruang interpretasi dan penilaian.
  • Gunakan bahasa yang baik
    Tulis dengan gaya yang komunikatif dan runtut agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.

Jadi, menulis resensi bukan hanya tentang menilai sebuah buku, tetapi tentang merawat pengalaman membaca agar tetap hidup. Melalui tulisan, kesan yang semula personal dapat berkembang menjadi percakapan yang lebih luas dan bermakna. Setiap sudut pandang memiliki nilai, dan setiap pembaca memiliki cara unik dalam memaknai sebuah karya.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Literasi Baru?
19 February 2026

BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Literasi Baru?

#LiterasiAsik — Beberapa tahun terakhir, tagar #BookTok menjadi salah satu fenomena yang mencuri perhatian di TikTok. Melalui video berdurasi singkat, para kreator membagikan ulasan buku, reaksi emosional setelah membaca, hingga rekomendasi bacaan yang dianggap “wajib baca”. Tidak jarang, buku yang viral di BookTok langsung mengalami lonjakan penjualan dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah BookTok sekadar tren viral media sosial, atau justru menjadi gerakan literasi baru di era digital?

Ketika Buku Menjadi Konten yang Relatable

Berbeda dengan ulasan buku konvensional, konten BookTok dikemas secara ringkas, ekspresif, dan personal. Banyak kreator membagikan pengalaman membaca dengan cara yang lebih emosional dan relatable. Pendekatan ini membuat buku terasa lebih dekat, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan media sosial.

Algoritma TikTok yang memungkinkan konten menyebar dengan cepat juga berperan besar dalam menjadikan sebuah judul viral dalam waktu singkat. Buku-buku lama yang sebelumnya kurang dikenal pun dapat kembali diminati setelah muncul di for you page (FYP).

Hadirnya fenomena BookTok ini membuka ruang baru bagi literasi untuk hadir di platform yang sebelumnya identik dengan hiburan ringan. Membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku, melainkan sesuatu yang dapat dibagikan, didiskusikan, dan dirayakan bersama.

Dampak Positif bagi Minat Baca

Salah satu dampak paling terlihat dari BookTok adalah meningkatnya ketertarikan terhadap buku di kalangan generasi muda. Banyak pengguna yang mengaku mulai membaca kembali karena terinspirasi oleh rekomendasi yang mereka temui di TikTok.

BookTok juga mendorong munculnya komunitas pembaca yang aktif berdiskusi, berbagi opini, dan saling merekomendasikan bacaan. Interaksi ini menciptakan ekosistem literasi digital yang lebih terbuka dan partisipatif.

Bagi industri perbukuan, fenomena ini menjadi peluang untuk menjangkau audiens baru melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi media saat ini.

Risiko Tren Viral: Membaca karena FOMO

Meski demikian, ada hal yang perlu disadari. Tidak semua buku yang viral akan cocok untuk setiap pembaca. Tren buku yang bergerak cepat juga berpotensi mendorong keputusan membaca yang didasari rasa penasaran sesaat atau fear of missing out (FOMO).

Di sinilah pentingnya kesadaran pribadi dalam memilih bacaan. BookTok dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan buku baru, tetapi pengalaman membaca tetap bersifat personal. Menikmati buku secara utuh membutuhkan waktu, refleksi, dan kecocokan dengan minat masing-masing.

BookTok: Tren Sesaat atau Gerakan Baru?

Apakah BookTok akan bertahan lama? Jawabannya mungkin bergantung pada bagaimana pembaca memaknainya. Jika hanya mengikuti arus viral, tren ini bisa saja meredup seiring waktu. Namun, jika dimanfaatkan sebagai ruang berbagi dan memperluas akses terhadap bacaan, BookTok berpotensi menjadi bagian dari gerakan literasi digital yang lebih luas.

Kehadiran BookTok menunjukkan bahwa literasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Platform boleh berubah, format boleh berbeda, tetapi semangat untuk membaca dan berbagi cerita tetap menjadi inti yang tak tergantikan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.