Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Merawat Nalar Bangsa lewat #MembacaRepublik: Pesta Literasi Indonesia 2026 Menyapa Semarang, Jakarta, Kupang dan Palembang
18 September 2026

Merawat Nalar Bangsa lewat #MembacaRepublik: Pesta Literasi Indonesia 2026 Menyapa Semarang, Jakarta, Kupang dan Palembang

Semarang, 12 September 2026 – Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) secara resmi membuka rangkaian gelaran Pesta Literasi Indonesia 2026 melalui sesi diskusi dan press conference bertajuk "Gerakan Literasi untuk Republik" di Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang, Sabtu (12/9). Memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya, Pesta Literasi Indonesia tahun ini mengusung tema #MembacaRepublik dan berlangsung sepanjang bulan September hingga Oktober 2026 di empat kota besar, yakni Semarang, Jakarta, Kupang, dan Palembang. Inisiatif ini hadir sebagai ruang perjumpaan inklusif yang menghubungkan penulis, pembaca, komunitas, dan pegiat literasi guna merawat nalar publik, mengasah daya kritis, serta memperkuat fondasi pengetahuan bangsa. 

Mengusung gerakan #MembacaRepublik, Pesta Literasi Indonesia 2026 mendorong masyarakat untuk memandang aktivitas membaca tidak sekadar sebagai rutinitas mekanis atau pemenuhan hobi, melainkan sebagai upaya reflektif dalam memahami dinamika sejarah, ketimpangan sosial, perubahan ekonomi, hingga kebijakan publik yang menentukan arah masa depan Indonesia. Selama dua bulan gelaran, Pesta Literasi Indonesia 2026 menghadirkan rangkaian acara interaktif di setiap kota, meliputi diskusi panel, sesi baca bersama, panggung puisi, live podcast, lokakarya keuangan, lokakarya menulis, adu eja, lomba susun sampul, pertunjukan musik, hingga pasar buku dan produk UMKM lokal. 

 Ketua Pelaksana Pesta Literasi Indonesia 2026, Immanuel Victorian Naffi, menegaskan bahwa perluasan jangkauan ke empat kota tahun ini merupakan respon atas tantangan akses literasi dan tingginya minat masyarakat di daerah. 

Rangkaian acara diawali dari Semarang, 12 September di Gramedia Jalma Pandanaran yang ditandai dengan peluncuran buku kumpulan cerita "Cerita Khatulistiwa", diskusi bersama narasumber ternama seperti A. Fuadi, Gustika Jusuf-Hatta, Prof. Zainal Arifin Mochtar, dan Andi Tarigan, serta penampilan musik dari Fanny Soegi. Rangkaian ini selanjutnya akan menyapa Jakarta pada 26–27 September di Urban Forest Cipete, dilanjutkan ke Kupang pada 17–18 Oktober, dan ditutup di Palembang pada 31 Oktober–1 November 2026. 

Editor Senior Gramedia Pustaka Utama, Andi Tarigan, menambahkan bahwa Pesta Literasi Indonesia merupakan wujud komitmen berkelanjutan GPU dalam mendukung ekosistem perbukuan nasional. 

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2021, Pesta Literasi Indonesia terus bertransformasi dari gelaran lokal menjadi gerakan literasi nasional yang melibatkan puluhan komunitas, ratusan penulis, dan puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. Melalui kolaborasi lintas sektor bersama media, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan mitra sponsor, Pesta Literasi Indonesia 2026 diharapkan dapat memperkuat tradisi membaca sekaligus menginspirasi lahirnya karya-karya baru dari seluruh penjuru Nusantara. 

Masyarakat dan pegiat literasi yang ingin mengikuti serta mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal, narasumber, dan rangkaian acara Pesta Literasi Indonesia 2026 di setiap kota dapat mengunggah dan memantau pembaruan berkala melalui akun Instagram resmi @pestaliterasi.id.

Fakta Menarik Film Resident Evil (2026): Berhasil Raih Rating inggi di Rotten Tomatoes?
18 September 2026

Fakta Menarik Film Resident Evil (2026): Berhasil Raih Rating inggi di Rotten Tomatoes?

#HappeningToday — Film Resident Evil baru saja rilis di layar lebar seluruh dunia. Setelah menjadi sebuah seri game franchise yang sukses, film ini banyak dinanti-nanti oleh banyak komunitas gamers.


Namun, game Resident Evil telah dijadikan serial film sebelumnya. Lalu mengapa film ini dibuat, dan apa yang membedakan seri tersebut dengan film yang baru dirilis?


Resident Evil Menceritakan Apa?

Bermula dengan latar belakang 1998, game Resident Evil menceritakan tentang Umbrella Corporation, sebuah perusahaan farmasi yang sedang mengembangkan senjata bio organik menggunakan mutasi virus. 


Seri game ini mengikuti beberapa protagonis, seperti Chris Redfield, Leon S. Kennedy, dan Ethan Winters. Namun, adaptasi filmnya yang terbaru mengikuti sudut pandang Bryan, diperankan oleh Austin Abrams, dan perjalannya sebagai seorang kurir medis.


Reboot Kedua dari Franchise Filmnya

Seri game ini sebelumnya telah diadaptasi menjadi serial film. Film pertamanya dirilis pada tahun 2002, ditulis dan disutradarai oleh Paul W. S. Anderson. Seri film ini berjalan hingga tahun 2016, dan terdiri dari 6 film.


Sebuah reboot dari film ini dibuat pada tahun 2021 dengan tajuk Resident Evil: Welcome to Raccoon City. Adaptasi yang baru rilis di tahun 2026 ini menjadi sebuah reboot kedua dari seri game ini. 


Disutradarai Zach Cregger, Pembuat Weapons

Zach Cregger, pada tahun 2025, dilaporkan menyutradarai adaptasi ini. Ia sebelumnya menyutradarai film-film seperti Weapons dan Barbarian. Cregger juga sebelumnya menjadi bagian dari produksi film Companion. Film-film tersebut juga dikenal dengan ceritanya yang menarik dan rating yang tinggi.


Resident Evil rilis di Indonesia pada 16 September kemarin, dengan tanggal perilisan Amerika pada 19 September. Sebelum keluarnya film ini kepada masyarakat luas, Resident Evil telah menerima skor 96% di Rotten Tomatoes, sebuah film adaptasi game dengan rating tertinggi sepanjang masa. 


Adaptasi film yang bersumber dari game memang tidak terlalu umum. Terutama dengan peninggalan dari seri terdahulunya yang memiliki impresi baik di banyak penontonnya. Dengan rating yang tinggi seperti ini, apa kamu tertarik menontonnya, Grameds?


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Ramaikan Hari Kunjung Perpustakaan, Gramedia Gelar Baca Bareng Bersama Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang
15 September 2026

Ramaikan Hari Kunjung Perpustakaan, Gramedia Gelar Baca Bareng Bersama Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang

Jakarta, 15 September 2026 — Gramedia bersama dengan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang mengadakan kegiatan Baca Bareng pada Minggu (13/9) kemarin untuk merayakan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Diikuti peserta dari komunitas Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF), acara ini diwarnai dengan kegiatan membaca bersama dan sesi refleksi bacaan yang juga dipandu oleh Gramedia Writing Project (GWP). 

Kegiatan ini dilatarbelakangi perayaan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 yang jatuh pada 14 September 2026. Hari ini diperingati untuk mendorong masyarakat mengunjungi perpustakaan dan mempertinggi kecintaan mereka terhadap kegiatan membaca. Karena itu, kegiatan baca bareng yang diadakan di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang ini bertujuan untuk mendorong kunjungan ke perpustakaan dan mempertinggi tingkat kecintaan peserta terhadap literasi. Kegiatan ini juga selaras dengan visi #GayaHidupMembaca, di mana Gramedia mempromosikan kehidupan yang beriringan dengan membaca. 

 

Seiring mengeksplorasi sudut-sudut membaca di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang yang baru dibuka Juli 2026 lalu, peserta mengikuti kegiatan membaca senyap bersama di area membaca perpustakaan. Peserta bisa membawa bacaannya sendiri atau meminjam buku bacaan dari perpustakaan. Buku yang mereka baca ini menjadi bahan untuk ditulis di sesi refleksi.

 Pada sesi refleksi, peserta diminta oleh representasi dari Gramedia Writing Project untuk menulis berdasarkan kartu refleksi yang dibagikan, berisi prompt yang harus dijawab oleh peserta sebagai latihan membaca kritis. Secara garis besar, kartu-kartu ini meminta peserta untuk membahas bagian spesifik dari bacaan mereka, seperti tokoh, tema, atau isi dari buku tersebut. Setiap peserta yang membacakan tulisannya mendapatkan hadiah dari Gramedia dan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang.

Juga diumumkan pemenang umum dari Baca Bareng Challenge pada platform Instagram dan TikTok. Para pemenang telah membuat konten informatif mengenai Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang yang dikemas semenarik mungkin, sehingga mereka masing-masing memenangkan sebuah buket buku, merchandise, dan voucher Gramedia.

Melalui program Baca Bareng, Gramedia memberi ruang untuk masyarakat berkumpul, berkomunitas, dan bertukar pikiran dengan sesama pembaca. Diharapkan, Baca Bareng dan inisiatif GWRF lainnya akan terus menjadi wadah untuk menumbuhkan ruang literasi yang lebih proaktif dan inklusif di Indonesia.

Gramedia Writers and Readers Forum senantiasa menciptakan inisiatif yang memberi komunitas pembaca ruang untuk berkomunitas dan saling berinteraksi. Jangan ketinggalan kegiatan menarik lainnya dengan ikuti media sosial GWRF dan gabung dengan komunitas GWRF melalui linktr.ee/gwrf.id!

Tayang 29 Oktober, Trailer Adaptasi Laut Bercerita Telah Rilis
14 September 2026

Tayang 29 Oktober, Trailer Adaptasi Laut Bercerita Telah Rilis

#HappeningToday — Laut Bercerita, karya Leila S. Chudori, banyak dikenal sebagai sebuah medium pengantar perspektif sejarah berbasis fiksi. Menceritakan kisah mahasiswa yang berjuang di tahun 1998, karya ini kerap ramai dibahas dalam diskusi berlatar belakang perjuangan mahasiswa dan peran demonstrasi dalam menurunkan ketidakadilan dari kursi kekuasaan. 


Setelah menjadi karya yang banyak dicari khalayak ramai, trailer dari adaptasi film Laut Bercerita kini telah rilis, mengungkap tanggal tayangnya di 29 Oktober tahun ini. 


Laut Bercerita Menceritakan Apa?

Dengan latar 1990-an, Laut dan teman-temannya bergabung dengan kelompok belajar Winatra. Kelompok ini menjadi ruang untuk mereka berdiskusi dan berjuang untuk kebebasan bersuara. Namun, suara mereka rentan dibungkam pada masa politik yang kelam.


Di tengah pencarian untuk Laut, keadaan terasa dingin di rumah. Kembalinya Laut ditunggu oleh teman, kekasih, dan keluarganya. 


Produksi Pertama dari Pal8 Pictures

Setelah menjadi karya best seller, novel tulisan Leila S. Chudori ini akan diadaptasi ke layar lebar oleh Pal8 Pictures. Pal8 Pictures adalah rumah produksi milik Tempo yang baru dibangun Juli 2025 lalu. Laut Bercerita akan menjadi feature film pertama yang dibawakan rumah produksi ini.


Yosep Anggi Noen juga diboyong untuk menyutradarai film ini. Karya-karyanya terdahulu juga bernuansa perjuangan politik pascakolonial, dengan film Istirahatlah Kata-kata dan The Science of Fictions.


Diperankan Nama-nama Besar

Setelah diumumkan pada JAFF Market 2025, nama pemeran-pemeran di Laut Bercerita diumumkan pada Februari lalu. Reza Rahadian membintangi film ini sebagai Biru Laut, dengan Yunita Siregar sebagai adiknya, Asmara Jati, dan Eva Celia sebagai kekasihnya, Ratih Anjani. 


Juga bagian dari jajaran pemeran merupakan Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, dan Kevin Julio.


Sebelumnya, Laut Bercerita telah diadaptasi dalam bentuk film pendek yang hanya ditayangkan pada waktu tertentu. Aksesnya yang terbatas menjadikan film panjang ini banyak ditunggu khalayak luas. 


Sebelum menonton filmnya, kamu bisa menemukan Laut Bercerita di toko buku Gramedia terdekatmu atau akses secara online melalui Gramedia.com!


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Merayakan Hari Kunjung Perpustakaan di Sekitar Jakarta
10 September 2026

Merayakan Hari Kunjung Perpustakaan di Sekitar Jakarta

#HappeningToday — Mungkin banyak tidak disadari, perpustakaan berperan penting sebagai penopang edukasi dan kerja masyarakat. Simpelnya, keberadaan perpustakaan menandakan aksesibilitas pengetahuan kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi ruang aman untuk masyarakat berkumpul. 


Nah, Grameds, 11 September nanti akan diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan Nasional. Hari ini dirayakan untuk meningkatkan pengunjung perpustakaan, serta menambah minat baca masyarakat. Maka dari itu, pada tahun ke-71 Hari Kunjung Perpustakaan, kita bisa mengeksplorasi beberapa opsi perpustakaan yang dapat kamu kunjungi!

1. Perpustakaan Grha AAJI
Pada awal Januari 2026, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia meresmikan Grha AAJI, yang digunakan sebagai Center of Excellence untuk para pemangku kepentingan di industri asuransi. Sebagai bagian dari Center of Excellence Grha AAJI juga terdapat AAJI Library, yang dapat diakses oleh umum. 


Grha AAJI berlokasi di Kecamatan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan. Untuk mengunjungi Grha AAJI, pengunjung bisa melalui TransJakarta rute 1E, Mikrotrans rute Jak.95, dan MRT Jakarta di stasiun Cipete Raya.


2. Perpustakaan Archivelago
Perpustakaan Archivelago merupakan bagian dari Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Walaupun arsip perpustakaan ini memiliki koleksi terkhusus kelautan, perpustakaan ini terbuka untuk umum. Selain seating area dan working space, juga tersedia area anak, sehingga perpustakaan ini menjadi destinasi yang ramah untuk segala umur. 


Berlokasi di dekat Stasiun Gambir, perpustakaan ini cocok untuk pengunjung yang berdomisili di sekitar Jakarta Pusat. 


3. Perpustakaan Freedom 
Perpustakaan Freedom awalnya merupakan koleksi buku dari pendiri Freedom Institute, Rizal Mallarangeng. Saat ini, koleksinya sudah dikembangkan menjadi lebih dari 14.000 buku.


Berlokasi di Wisma Bakrie, Kuningan, perpustakaan ini bisa dijangkau menggunakan Halte LRT Rasuna Said dan Halte TransJakarta Kuningan Madya.

4. Perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum
Sebagai bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum, perpustakaan ini berlokasi di Kecamatan Selong, Kebayoran Baru. Lokasinya yang strategis ini menjadikannya opsi menarik untuk dikunjungi sekaligus berkeliling untuk mencari destinasi kuliner. 


Perpustakaan ini juga bisa diraih melalui Stasiun MRT Asean dan Halte TransJakarta Masjid Agung.


5. Koryu Space The Japan Foundation
Koryu Space adalah sebuah perpustakaan terbuka untuk umum yang dikelola oleh The Japan Foundation. Perpustakaan ini memiliki banyak koleksi berbasis dan berbahasa Jepang, termasuk koleksi komik yang lengkap.


Berlokasi di Gedung Summitmas, Senayan, Koryu Space dapat diraih menggunakan Stasiun MRT Senayan Mastercard dan Halte Transjakarta Senayan Bank Jakarta.


6. Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang
Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang adalah salah satu bagian dari jaringan Perpustakaan Jakarta yang baru saja dibuka Juli lalu. Perpustakaan ini terdiri dari dua lantai, lantai 7-8 di gedung Nyi Ageng Serang. Ia juga dilengkapi berbagai fasilitas dari ruang baca, pemutar piringan hitam, hingga ruang lokakarya.


Berlokasi di Kuningan, perpustakaan ini juga bisa dijangkau menggunakan Halte LRT Rasuna Said dan Halte TransJakarta Kuningan Madya.


Grameds, sembari merayakan Hari Kunjung Perpustakaan, yuk ikuti Baca Bareng Gramedia x Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang pada Minggu, 13 September 2026. Ikuti update selanjutnya di sini.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.