Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Seri Novel Anak yang Bikin Siswa SD Gemar Membaca
21 July 2026

Seri Novel Anak yang Bikin Siswa SD Gemar Membaca

#LiterasiAsik — Tahukah kamu, tingkat kegemaran membaca di Indonesia di beberapa tahun terakhir sedang meningkat? Hal ini ditandai semakin menjamurnya ruang yang memfasilitasi kegiatan membaca, terutama untuk pemuda dan keluarga yang mencari buku anak. Seiring akses kegiatan literasi semakin difasilitasi dengan bazar buku, toko buku modern, ruang publik, dan komunitas membaca, tingkat kegemaran membaca akan naik bersamaan. 


Bagi orang tua, pasti ingin anaknya menjadi bagian dari meningkatnya tingkat literasi di Indonesia. Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan membaca sejak kecil menggunakan buku anak yang sesuai usia. Untuk itu, Si Kecil bisa diperkenalkan pada serial novel sebagai salah satu kiat untuk mendorong minat membaca anak. Hal ini karena mereka bisa terus membaca kisah selanjutnya saat buku pertamanya telah habis.


Simak artikel ini untuk rekomendasi buku seri novel anak yang bisa mendorong mereka untuk gemar membaca. 

  1. Seri Novel Percy Jackson


    Percy Jackson yang berumur 12 tahun baru saja mendapati dirinya seorang demigods modern, seorang anak dari Dewa Poseidon. Sebagai seorang anak dari Dewa, ia menghadiri Camp Half-blood, sebuah perkemahan musim panas untuk para demigods Seri ini menceritakan petualangan Percy Jackson bersama teman-temannya, Annabeth dan Grover, saat menghadiri Camp Half-blood setiap tahunnya. Sebagai novel anak populer, kisahnya ringan, seru, dan mudah diikuti.

    Seri novel ini menceritakan perjalanan Percy Jackson sebagai sebuah penceritaan modern dari kisah-kisah mitologi Yunani. Sebagai anak-anak dari Dewa, para demigods dihadapkan dengan tantangan yang harus dilalui untuk membuktikan kemampuan mereka. Seri ini sering kali menjadi bacaan andalan untuk membantu anak menjadi gemar membaca. 

  2. Seri Novel Lima Sekawan

    Julianne, Dick, dan Anne adalah tiga bersaudara yang sedang berlibur ke rumah sepupunya, George, di Pulau Kirrin. Bersama dengan anjing milik George, Timmy, mereka berlima berpetualang menemukan sebuah kapal karam di pesisir pulau. Tanpa mereka ketahui, penemuan ini menuntun mereka ke sebuah harta karun.

    Lima Sekawan adalah seri novel anak klasik yang ditulis oleh Enid Blyton. Karyanya sudah terkenal dari dulu di kalangan pembaca muda. Seri ini salah satu novel yang ramah pemula dan menggugah rasa penasaran untuk membuat rasa gemar membaca sejak kecil.

  3. Seri Novel St. Clare

    Pat dan Isabel O’Sullivan kesal sekali karena diharuskan pindah sekolah. Bagaimana tidak, mereka dipindahkan ke sebuah sekolah asrama! Namun, sekolah ini mempertemukan mereka dengan teman-teman yang sangat berharga. Seri ini mengikuti kisah Pat dan Isabel seiring tumbuhnya cinta mereka terhadap sekolah asrama ini.

    Kembali lagi kepada seri novel yang ditulis Enid Blyton, seri novel St. Clare kini tertuju kepada gadis-gadis kembar yang hidup di asrama. Dibandingkan seri Lima Sekawan, seri ini lebih ditargetkan kepada anak perempuan. Enid Blyton juga menulis sebuah seri yang mirip dengan St. Clare, berjudul Malory Towers.
     
  4. Seri Novel Diari Bocah Tengil

    Diari Bocah Tengil mengikuti kehidupan Greg Heffley dan keanehan di hidupnya. Buku anak ini ditulis sebagai sebuah diari, atau sebuah jurnal, seperti yang Greg akan bilang. Seri novel ini mengikuti perjuangan Greg menghalau tantangan di SMP, terutama dengan keluarganya yang eksentrik.
    Seri novel ini terkenal menjadi pondasi bacaan bagi anak yang bersekolah di SD menuju SMP. Banyak pembaca cilik merasa terhibur dengan kisah Greg yang unik dan gambarnya yang lucu. Seri novel ini pun telah mendapatkan beberapa adaptasi film, menjadikannya salah satu seri novel yang paling dikenal untuk remaja muda. 

Grameds, meskipun seri-seri novel ini bukan termasuk buku pelajaran, bukan berarti manfaat yang diberikan lebih sedikit. Justru melalui cerita-cerita ini, anak dapat belajar memperkaya kosakata, melatih kemampuan memahami bacaan, mengembangkan imajinasi, hingga mengenal nilai-nilai seperti persahabatan, keberanian, dan empati. Koleksi buku anak seperti ini juga menyenangkan untuk dibaca bersama.


Selain itu, membiasakan anak membaca novel sejak usia dini juga dapat membantu menumbuhkan minat baca yang bertahan hingga mereka dewasa. Ketika anak menemukan cerita yang sesuai dengan minatnya, membaca tidak lagi terasa seperti kewajiban, melainkan menjadi kegiatan yang menyenangkan. 


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Gramedia Umumkan Pemenang Tahap Pertama Program Undian  “Hadiah 56 Tahun Penuh Makna”
21 July 2026

Gramedia Umumkan Pemenang Tahap Pertama Program Undian “Hadiah 56 Tahun Penuh Makna”

Jakarta, 17 Juli 2026 – Gramedia resmi mengumumkan para pemenang tahap pertama program undian nasional "Hadiah 56 Tahun Penuh Makna", yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Gramedia ke-56. Pengundian dilaksanakan secara resmi dan transparan di Gramedia World BSD serta disiarkan langsung melalui Live Instagram dan YouTube Gramedia, disaksikan oleh pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. 

Program Hadiah 56 Tahun Penuh Makna merupakan bentuk apresiasi Gramedia kepada pelanggan setia yang telah bertumbuh bersama selama 56 tahun. Sejak dimulai pada 25 Mei 2026, program ini mendapat antusiasme tinggi dari pelanggan di seluruh Indonesia yang berkesempatan memperoleh kupon undian melalui setiap transaksi belanja minimal Rp256.000 bagi member MyValue.  

Pada pengundian tahap pertama ini, Gramedia membagikan berbagai hadiah menarik, mulai dari Xiaomi TV A Pro 55, Lenovo IdeaPad Slim 3, Harman Kardon Go + Play 3, hingga beragam hadiah hiburan seperti voucher Gramedia, paket buku terbitan Gramedia, tas, perlengkapan olahraga, mainan edukatif, serta berbagai produk dari brand partner Gramedia. 

Sugiarto, Digital, Marketing & Merch Director Gramedia, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan pelanggan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Gramedia selama lebih dari lima dekade.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang tahap pertama Hadiah 56 Tahun Penuh Makna. Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah berpartisipasi dan terus mempercayakan kebutuhan literasi, pendidikan, maupun gaya hidupnya kepada Gramedia. Kami berharap program ini dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi bentuk apresiasi nyata atas loyalitas pelanggan selama ini."

Berikut merupakan daftar pemenang utama tahap pertama Program Undian Hadiah 56 Tahun Penuh Makna. 

  • Lenovo IdeaPad Slim 3 14 Inch
    1. Nurmarwiyah
    2. Riki Riyadi

  • Harman Kardon Go Play 3
    1. Malta Velliany
    2. Marko Trijaya
    3. Mega Indah
    4. Yuliyana
    5. Indri Puspitasari

  • Xiaomi TV A Pro 55 Inch
    1. Riyanti
    2. Harry Dona Munaf
    3. Anis

Selain hadiah utama tersebut, Gramedia juga menetapkan pemenang untuk berbagai hadiah hiburan yang terdiri atas 50 voucher belanja Gramedia, 20 paket buku terbitan Gramedia, 20 paket tas Eversac, 10 paket tas Piknik, 20 paket mainan Kukiko, 2 kalkulator Casio FX-991 CW, 2 kursi pijat elektrik Perfect Health Dream Sofa, 2 sepeda statis X2Fit Magnetic Bike B-185, 5 sepeda BNB BMX Croco 16, 1 speaker Aubern Spectre X, dan 2 alat pijat kaki Inlife Solace Foot Massage. 

Bagi pelanggan yang belum beruntung, kesempatan untuk memenangkan hadiah masih terbuka. Program Hadiah 56 Tahun Penuh Makna masih berlangsung hingga 31 Oktober 2026, sehingga pelanggan masih dapat mengumpulkan kupon undian melalui setiap transaksi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Masih tersedia berbagai hadiah utama yang akan diundi pada tahap berikutnya, di antaranya 1 unit BYD Sealion 7 Performance AWD, 24 paket perjalanan impian ke Jepang, 6 unit iPhone 17 256GB, 8 unit Honda Stylo, serta ratusan hadiah menarik lainnya. 

Pengundian secara online tahap kedua akan dilaksanakan pada 17 September 2026, sedangkan pengundian tahap ketiga sebagai pengundian puncak akan dilaksanakan pada 17 November 2026. Seluruh proses pengundian akan dilakukan secara resmi dan transparan di bawah pengawasan notaris, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, serta instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Gramedia mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program undian. Seluruh informasi resmi mengenai daftar pemenang maupun mekanisme program hanya diumumkan melalui kanal komunikasi resmi Gramedia. Pemenang tidak dipungut biaya apa pun dalam proses pengambilan hadiah. 

Informasi selengkapnya mengenai Program Hadiah 56 Tahun Penuh Makna, daftar pemenang, serta syarat dan ketentuan dapat diakses melalui gramedia.com/tumbuhbermakna

Universitas Trilogi Bersama Penerbit Gramedia Pustaka Utama Luncurkan Buku The Human Side of Accounting, Hadirkan Perspektif Humanis dalam Dunia Akuntansi
21 July 2026

Universitas Trilogi Bersama Penerbit Gramedia Pustaka Utama Luncurkan Buku The Human Side of Accounting, Hadirkan Perspektif Humanis dalam Dunia Akuntansi

Jakarta, 15 Juli 2026  – Universitas Trilogi bersama penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) resmi meluncurkan buku The Human Side of Accounting: Akuntansi Perilaku, Sebuah Referensi karya Dr. Anies Lastiati, MHRM, M.Ed.St., CA, di Function Hall Gramedia Matraman, Jakarta, Rabu (15/7). Peluncuran buku ini menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia penerbitan dan akademik untuk memperkenalkan perspektif akuntansi perilaku kepada masyarakat, sekaligus memperluas diseminasi ilmu pengetahuan melalui karya yang relevan dengan tantangan tata kelola organisasi di era modern. 

Acara peluncuran ini juga turut dihadiri oleh Prof. Dr. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU selaku Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Prof. Dr. Pramono Hari Adi, M.S. selaku Rektor Universitas Trilogi, Chandra Rahmansyah selaku Wakil Wali Kota Depok, akademisi, praktisi, mahasiswa, serta para tamu undangan. Selain seremoni peluncuran dan penyerahan mock up buku, kegiatan juga menghadirkan sesi book discussion bersama penulis dan narasumber, yaitu Dr. Irwan Djaja, yang membahas peran aspek perilaku dalam praktik akuntansi dan tata kelola organisasi.

General Manager Gramedia, Matheus Manasye Lenggu, mengatakan bahwa kolaborasi antara Gramedia, Gramedia Pustaka Utama, dan Universitas Trilogi merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan karya-karya akademik yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat budaya literasi di Indonesia.

"Sebagai bagian dari ekosistem literasi, Gramedia bersama Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya berkualitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami percaya kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Universitas Trilogi dapat memperluas akses terhadap referensi akademik yang relevan dan mendorong lahirnya diskusi serta pemikiran baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia," ujar Matheus Manasye Lenggu.


Buku The Human Side of Accounting: Akuntansi Perilaku, Sebuah Referensi mengajak pembaca melihat akuntansi dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Tidak hanya membahas standar, prosedur, maupun pelaporan keuangan, buku ini juga mengulas bagaimana perilaku manusia, kepemimpinan, budaya organisasi, hingga aspek etika memengaruhi kualitas pengambilan keputusan dan tata kelola organisasi. Melalui pembahasan mengenai penganggaran, pengendalian internal, audit, pelaporan keuangan, hingga pelaporan korporasi, buku ini menunjukkan bahwa akuntansi tidak dapat dipisahkan dari faktor manusia yang berada di balik setiap keputusan. 

Penulis buku, Dr. Anies Lastiati, MHRM, M.Ed.St., CA, berharap buku ini dapat menjadi referensi yang menjembatani pemahaman akademik dengan praktik di dunia profesional.

"Melalui buku ini saya ingin mengajak pembaca melihat bahwa akuntansi bukan sekadar berbicara mengenai angka, tetapi juga mengenai manusia yang berada di balik setiap keputusan. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi yang memperkaya wawasan mahasiswa, akademisi, maupun praktisi dalam membangun tata kelola yang berintegritas dan berorientasi pada nilai-nilai etika," ujar Dr. Anies Lastiati.

Peluncuran buku ini menjadi langkah awal dari rangkaian diseminasi ilmu yang akan dilanjutkan melalui kegiatan bedah buku di Universitas Trilogi serta berbagai wilayah lainnya. Melalui sinergi Gramedia Pustaka Utama dan Universitas Trilogi, diharapkan buku ini dapat menjangkau lebih banyak pembaca sekaligus mendorong lahirnya diskusi akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu akuntansi di Indonesia.

5 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris untuk Pemula yang Mudah Dibaca
17 July 2026

5 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris untuk Pemula yang Mudah Dibaca

#LiterasiAsik — Grameds, kalau kamu ingin melatih keterampilan berbahasa Inggris, kamu bisa memulai dengan membaca novel. Selain memperkaya kosa kata (vocabulary), membaca novel berbahasa inggris juga membantu memahami tata bahasa (grammar), melatih kemampuan membaca (reading comprehension), hingga mengenal berbagai ekspresi yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari loh.


Namun, bagi pemula, banyaknya opsi novel mungkin membuatmu bingung memilih judul yang sesuai untukmu. Buku dengan bahasa yang terlalu kompleks justru dapat membuat proses belajar terasa berat dan kurang menyenangkan. Karena itu, penting bagi kamu untuk memilih novel yang ringan, gaya bahasa yang mudah dipahami, serta cerita yang menarik untuk dibaca.

Sebelum memilih, kamu bisa mulai dengan menentukan genre yang cocok dengan seleramu. Setelah itu, cek artikel ini untuk rekomendasi novel bahasa inggris yang ramah untuk pemula yang sesuai dengan genre kesukaanmu!

  1. Genre Romance - Just for the Summer oleh Abby Jimenez

    Justin dan Emma, dua orang yang bertemu di internet, terkena sebuah kutukan cinta. Setiap orang yang baru putus dengan Justin selalu saja menemukan cinta sejati setelahnya. Emma, memiliki masalah yang sama, menghubungi Justin untuk mencoba mematahkan kutukan itu. Just for the Summer menceritakan lika-liku perjalanan Justin dan Emma dalam hubungan mereka, yang harusnya singkat, di Minnesota.

    Abby Jimenez adalah seorang penulis romansa yang aktif menulis sejak 2019. Buku-bukunya dikenal sebagai buku yang mudah dibaca, terutama untuk pembaca bahasa Inggris pemula. Jika kamu menyukai genre romance, karya-karya Abby Jimenez mungkin cocok untukmu.

    Cocok untuk: pembaca yang menyukai romance, slow burn, dan dialog ringan.

  2. Genre Thriller - The Housemaid oleh Freida McFadden

    The Housemaid menceritakan Millie, seseorang dengan catatan kriminal, yang bekerja di rumah keluarga Winchester. Nina Winchester, tuan rumah Millie, terlihat sebagai seseorang yang tidak stabil. Seiring Millie bekerja di rumah Winchester, The Housemaid membuka semua masalah di rumah itu dan segala rahasianya.

    Jika kamu menyukai genre thriller, kamu harus membaca karya Freida McFadden. Buku ini sendiri telah diadaptasi menjadi sebuah film di awal 2026 kemarin. Selain itu, Freida McFadden juga memiliki judul psychological thriller lainnya yang mudah dicerna untuk pembaca bahasa Inggris pemula.

    Cocok untuk: pembaca yang menyukai thriller psikologis dengan plot twist.


  3. Genre Mystery - Vera Wong's Unsolicited Advice for Murderers oleh Jesse Q. Sutanto

    Vera Wong adalah seorang pemilik toko teh yang kesepian. Suatu hari, ia menemukan seorang pria tergeletak kaku di lantai tokonya, dan pria itu memegang sebuah USB. Setelah menghubungi polisi, pria itu dilaporkan overdosis sebuah zat narkoba dan menerobos masuk tokonya. Namun, Vera Wong yakin pria itu telah dibunuh, dan ia mencoba memecahkan kasusnya dengan USB yang sekarang dipegangnya.

    Jesse Q. Sutanto dikenal sebagai seorang penulis misteri ringan dengan komedi yang menarik. Penulis keturunan Tionghoa-Indonesia ini seringkali menarik cerita dari lingkungannya dan menulis cerita tentang bibi-bibi Tionghoa yang sering ditemuinya. Kalau kamu meminati novel misteri komedi ringan, kamu bisa mencari judul novel Jesse Q. Sutanto lainnya.

    Cocok untuk: pembaca yang menyukai mystery dengan sentuhan komedi.

  4. Genre Slice of Life  - Days at the Morisaki Bookshop oleh Yagisawa Satoshi

    Dunia Takako berubah saat cintanya meninggalkannya. Takako yang sedang berduka, mencari suasana baru dengan tinggal di kamar kecil di atas toko buku bekas milik pamannya. Dengan berjalannya waktu, Days at the Morisaki Bookshop mengikuti perjalanan Takako seiring ia mencoba menyembuhkan dirinya.

    Satoshi Yagisawa seringkali menulis berdasarkan kehidupannya yang menghargai slow living. Kamu juga bisa menemukan lanjutan dari cerita Takako dari buku keduanya, More Days at the Morisaki Bookshop.

    Cocok untuk: pencinta healing fiction, slice of life, dan kisah tentang buku.

  5. Genre Classic - White Nights oleh Fyodor Dostoevsky

    White Nights
    menceritakan seorang pemuda yang kesepian di St. Petersburg. Sebagai seorang pemimpi, ia seringkali lari dari realita melalui fantasinya. Namun, ia lalu bertemu dan mendekati Nastenka, seorang perempuan yang sedang patah hati.

    Karya klasik seringkali dilihat sebagai karya yang sulit untuk dibaca, terutama untuk pemula. Ditulis oleh Fyodor Dostoevsky, White Nights merupakan salah satu karya klasik yang cocok untuk pembaca bahasa Inggris pemula. Terutama, ceritanya yang tidak terlalu panjang membuat buku ini cocok jadi bacaan genre klasik pertamamu.

    Cocok untuk: pembaca yang ingin mulai membaca karya klasik dunia.

Tips Memilih Novel Bahasa Inggris untuk Pemula 

Sebelum membeli novel, perhatikan beberapa hal berikut agar pengalaman membacamu semakin menyenangkan:

  1. Pilih genre yang kamu sukai.
    Membaca buku sesuai genre yang kamu minati bisa membantu kamu menyelesaikan bacaan tanpa merasa terbebani.

  2. Hindari novel yang terlalu tebal.
    Memulai dengan bacaan yang lebih pendek akan memberi rasa puas saat menyelesaikannya. Jadi, kamu juga bisa maju ke bacaan lainnya dan mengurangi reading slump.

  3. Jangan terlalu sering membuka kamus.
    Sering membuka kamus akan menghentikan flow kamu membaca. Kamu bisa menggunakan metode comprehension dengan mengutamakan pemahamanmu terhadap konteks cerita, dan bukan pengetahuan per-kata.

  4. Tetapkan target membaca yang realistis.
    Jika kamu belum terbiasa membaca novel bahasa inggris, mulailah dengan perlahan. Perlu diingat bahwa bacaanmu tidak harus sempurna, terutama untuk pertama kalinya.

Jika kamu mencari untuk membeli buku-buku berbahasa Inggris, Gramedia kini memiliki kurasi buku Internasional. Melalui Water Lily Literary, kamu dapat mencari opsi bukumu selanjutnya. Kamu juga bisa menemukan koleksi Water Lily di toko buku Gramedia terdekatmu atau book cafe NIKA x Prose & Petals di Gafoy, Kelapa Gading.

Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

Apa itu World Youth Skills Day 2026? Makna, Tema, dan Pentingnya Keterampilan untuk Pemuda
15 July 2026

Apa itu World Youth Skills Day 2026? Makna, Tema, dan Pentingnya Keterampilan untuk Pemuda

#HappeningToday — World Youth Skills Day atau Hari Keterampilan Pemuda Sedunia diperingati setiap tanggal 15 Juli. Hari yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini bertujuan untuk memperingati kebutuhan memberi pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. Pada tahun 2026, World Youth Skills Day mengusung tema “Skills for a shared future”, menekankan kebutuhan program-program inovatif yang mendorong pemruda untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap lapangan pekerjaan dengan perspektif inklusif dan empatik. 


Apa itu World Youth Skills Day? 


World Youth Skills Day memperingati kebutuhan memberi pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. Hari ini mendorong pembuatan pergerakan dan program yang inovatif, tidak hanya untuk bisa beradaptasi di tengah pertumbuhan teknologi, tetapi juga memberi perspektif keberagaman, empatik, dan inklusif.

Mengapa World Youth Skills Day Penting?


Perubahan pada lanskap lapangan pekerjaan bukanlah hal yang baru. Pada revolusi industri pertama, penemuan mesin uap menjadi titik pertumbuhan industri yang berbasis pada inovasi ini. Namun, hal ini pernah menyebabkan kekhawatiran tenaga manusia yang akan digantikan mesin. 


Saat ini, industri di berbagai sektor telah melalui revolusi keempatnya, dengan bertuju revolusi kelima. Dengan adanya Akal Imitasi (Artificial Intelligence, AI), kekhawatiran tenaga manusia yang tergantikan masih sama, terutama dengan banyaknya pemberhentian secara massal dan jumlah pemuda yang sulit mendapatkan kerja. PBB juga menemukan bahwa lebih dari setengah pemuda yang bekerja melakukan pekerjaan non-formal, dan 3 dari 4 pemuda di negara berpenghasilan rendah memiliki pekerjaan sementara atau berwiraswasta. 


Di Indonesia sendiri, 57,80% dari total penduduk bekerja adalah pekerja informal, yang didefinisikan oleh BPS sebagai orang yang berusaha seorang diri, berusaha dibantu buruh tak tetap/tak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tak dibayar. 


Hal ini menggarisbawahi kebutuhannya program yang membekali pemuda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan formal dengan upah dan perlindungan yang layak. 


Untuk bisa beradaptasi pada lanskap yang sedang berubah ini, pemuda perlu memiliki keterampilan teknis yang diseimbangkan dengan lanskap digital dan AI. Penyesuaian ini akan menjadikan seseorang menjadi terampil bersama dengan perkembangan teknologi yang sedang terjadi. 


Menjunjung Masa Depan Bersama


Mengusung tema “Skills for a shared future”, atau “Keterampilan untuk masa depan bersama”, World Youth Skills Day mengimbau adanya kebutuhan inisiatif yang tidak hanya mempersiapkan pemuda untuk bisa beradaptasi, tetapi juga memimpin dengan empati, menjembatani perbedaan budaya, menumbuhkan ketangguhan, dan membentuk masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. 


Karena itu, World Youth Skills Day diharapkan dapat menjadi dasar dari pemuda bertahan di ekosistem yang sedang berkembang di tengah perubahan AI, transisi hijau, dan kompleksitas sosial yang sedang terjadi. Dengan ini, pemuda dunia dapat bertumbuh menuju masa depan yang dapat dinikmati bersama.


Mengapa Soft Skill Tetap Penting di Era AI?


Satu hal yang tidak bisa digantikan teknologi adalah elemen kemanusiaan. Manusia dalam hidupnya mengalami berbagai pengalaman yang secara kolektif membentuk sebuah ekosistem perspektif yang beragam. Dalam kekhawatiran teknologi yang menggantikan manusia, pengalaman manusia yang unik dan berbeda-beda adalah sesuatu yang tidak bisa direplikasi mesin. Karena itu, pemuda perlu memiliki resiliensi dan kegigihan untuk berjalan bersama dengan teknologi.


Selain itu, industri masih membutuhkan perspektif manusiawi yang didasarkan pengalaman, empati, dan inklusivitas yang hanya dimiliki manusia. Maka dari itu, World Youth Skills Day menyoroti kebutuhan program yang mendorong pemuda untuk memiliki keterampilan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berjalan maju dengan perspektif empatik untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.

Hubungan World Youth Skills Day dengan SDGs


Salah satu alasan mengapa World Youth Skills Day diperingati adalah karena pendidikan dan pelatihan pemuda menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda ini terdiri dari 17 Sustainable Development Goals (SDG) yang membangun dunia berkelanjutan, di mana kompetensi pemuda dapat memenuhi sasaran SDG ke-4, Pendidikan Berkualitas.


Hal ini dikarenakan pelatihan teknis dan kejuruan (vokasi) adalah sebuah sarana untuk memupuk pemuda memenuhi kualifikasi untuk pekerjaan yang layak. World Youth Skills Day mendorong ketersediaan pendidikan dan pelatihan yang aksesibel dan terjangkau bagi semua untuk terus meningkatkan kemampuan pemuda. 


Cara Meningkatkan Keterampilan di Era AI


Grameds, sebagai pemuda yang peduli masa depan berkelanjutan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi membangun masa depan bersama.

  1. Terus Belajar dan Terbuka untuk Pengetahuan Baru
    Sebagai bagian dari pemuda, kamu harus terus terbuka akan pengetahuan baru dan memiliki keinginan belajar, terutama dengan perspektif yang empatik dan inklusif. Kamu juga bisa memprioritaskan akses internet untuk terus memperbarui keterampilanmu. Maka dari itu, keterampilanmu akan terus bertumbuh bersama waktu tanpa tertinggal perkembangan teknologi, bersama dengan sudut pandang kemanusiaanmu.

  2. Mengikuti Program untuk Mengasah Keterampilan
    Terus belajar juga bisa dilakukan dengan keikutsertaan program pelatihan. Program-program seperti ini dapat menjadi sarana agar dapat terhubung dengan ahli di industri dan berbagi sesama peserta untuk mengetahui keadaan industri secara nyata. Dirayakannya World Youth Skills Day mendorong pengadaan program-program seperti ini untuk terus mendukung pertumbuhan pemuda.

  3. Berkontribusi Membentuk Program untuk Pemuda Lainnya
    Selain melatih dirimu sendiri, kamu juga bisa membantu pemuda lainnya dengan berkontribusi di belakang layar dari program yang melatih kompetensi teknis dan kejuruan untuk semua. Program-program ini diimbau menjadi pelatihan yang inklusif dan aksesibel untuk ikut meratakan pendidikan yang berkualitas.


Para pemuda memiliki jalan yang panjang, dan kita harus membuat dunia yang mendukung perkembangan para pemuda dalam menyambung hidup yang berkelanjutan. Karenanya, mendukung perkembangan pemuda juga mendukung pembentukan masa depan bersama.Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.