Innovation, Transformed.

Bersama Gramedia, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang cemerlang.

Who we are?

Gramedia berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau kerap dikenal menjadi Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group.
56 Tahun
#TumbuhBermakna
3513 Pegawai
Di seluruh Indonesia
1700+ Buku
Tercetak di Indonesia selama tahun 2024
1000+ Events
Berhasil dilaksanakan
Temukan kisah dan perjalanan kami disini!

Terus berkembang melampaui batas, membentuk masa depan yang lebih cerah melalui brand.

PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia merupakan salah satu unit bisnis strategis di bawah Kompas Gramedia Group yang berfokus pada bisnis ritel dengan buku, alat tulis, produk non-books sebagai produk utamanya. Selain itu, Gramedia juga bergerak di bidang pendidikan untuk kemajuan pengetahuan di nusantara.
Pelajari lebih lanjut tentang brand

Testimonials

Apa kata mereka tentang Gramedia?
Dr. Andreas
“Senang bisa collab dengan Penerbit Gramedia, karena bisa nerima ide-ide yang unik dari penulisnya!”
Dr. Andreas, Penulis
Brian Khrisna
“Sejak kecil, saya suka banget dateng ke Gramedia dan saya termotivasi kalo suatu saat buku saya harus ada di Gramedia, dan akhirnya bisa nerbitin buku di Gramedia.”
Brian Khrisna, Penulis
Yoyok
“Promexx sudah menjalin kerjasama dengan Gramedia lebih dari 20 tahun, dan selama menjalin kemitraan kedua belah pihak mendapat benefit yang bagus.”
Yoyok, Mitra Gramedia

Latest updates

See all
Gramedia Jalma Pandanaran Hadirkan Diskusi Buku What It Takes Bersama Gita Wirjawan: Mengapa Kita Terjebak dalam Singkatnya Berpikir?
20 August 2026

Gramedia Jalma Pandanaran Hadirkan Diskusi Buku What It Takes Bersama Gita Wirjawan: Mengapa Kita Terjebak dalam Singkatnya Berpikir?

Jakarta, 14 Agustus 2026 — Penerbit KPG, Endgame, dan Gramedia Jalma Semarang menghadirkan diskusi buku What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran karya Gita Wirjawan pada Jumat (14/8). Acara ini diselenggarakan di Creative Space Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang. Gita Wirjawan akan hadir sebagai narasumber utama serta Donny Danardono, penulis dan Emeritus Dosen Universitas Katolik Soegijapranata, sebagai moderator. Topik utama diskusi adalah “Mengapa Kita Terjebak dalam Singkatnya Berpikir?” 


Diskusi ini adalah ruang refleksi berdasarkan realitas sosial kita hari ini. Rentang perhatian kita begitu dikondisikan algoritma media sosial. Akibatnya, banyak dari kita hanya mampu mengkonsumsi narasi sederhana, penuh emosi, dan instan. Kita seolah kehilangan tenaga dan waktu untuk meningkatkan kapasitas kognitif, misalnya bersikap kritis, membaca buku. Hal ini bertolak belakang dengan kebutuhan negara yang perlu konsisten dalam jangka panjang untuk mengatasi banyak tantangan. Misalnya, bagaimana mewujudkan reformasi pendidikan dan penguatan kualitas SDM.


Melalui buku What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global, Gita Wirjawan menyoroti berbagai tantangan. Rendahnya PDB per kapita, kesenjangan pendidikan, dan dilema keberlanjutan. Namun penulis menegaskan keunggulan strategis yang dimiliki kawasan ini dalam tatanan dunia multipolar. Buku ini menjadi sarana para pemimpin masa depan untuk membayangkan kembali arah perjalanan Asia Tenggara dan membuka potensinya di kancah global dengan menggabungkan perspektif realisme dan aspirasi. Buku ini juga menekankan bahwa perubahan besar tidak dapat dicapai melalui solusi yang serba instan, melainkan melalui penguatan fondasi jangka panjang, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan penentu utama daya saing Asia Tenggara di masa depan.

“Masyarakat sipil pun tampaknya belum mampu melepaskan diri dari kecanduan berbagai perangkat digital. Hal ini terutama berlaku di Asia Tenggara; studi menunjukkan bahwa rata-rata waktu harian yang dihabiskan masyarakat Asia Tenggara dengan ponselnya berkisar dari 3 jam 32 menit di Vietnam hingga 5 jam 47 menit di Filipina; sebagian besar negara Asia Tenggara menghabiskan waktu di ponsel lebih lama daripada rata-rata global. Dapat diasumsikan bahwa sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk mengonsumsi konten yang bersifat menghibur atau sensasional yang sampai ke tangan konsumen karena diperkuat secara algoritmis, bukan konten yang bernilai substantif atau edukatif.” ujar Gita Wirjawan dalam bukunya.

Gita Wirjawan dikenal sebagai penulis, Advisory Board SGPP (School of Government and Public Policy) Indonesia, serta Eksekutif Produser dan Host Endgame Podcast, salah satu platform diskusi edukasi terbesar di Asia Tenggara. Saat ini ia juga mengajar sebagai Visiting Scholar di Precourt Institute for Energy, Doerr School of Sustainability, Stanford University, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. 


Bersama Donny Danardono, kita akan diajak menyelami lebih jauh pikiran-pikiran Gita Wirjawan. Bagaimana mengubah pola pikir kita? Ketimbang kepuasan instan, kita dapat menggunakan imajinasi untuk menciptakan hal-hal yang berharga untuk masa depan Indonesia. Di akhir acara, ada sesi book signing yang bisa diikuti peserta yang hadir. 


Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang berkembangnya nalar dan intelektualisme dan tumbuhnya kesadaran akan kebutuhan bangsa Indonesia. Dengan hadirnya acara ini, Penerbit KPG, Endgame, dan Gramedia Jalma Semarang kedepannya dapat menghadirkan ruang untuk masyarakat mengembangkan kesadaran kritis yang dalam aspek kognitif, ekonomi, sosial-ekologi, dan politik berjangka panjang untuk kebaikan masyarakat. 

Anugerah Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan, Rayakan Lahirnya Novel Middle Grade Berkualitas
20 August 2026

Anugerah Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan, Rayakan Lahirnya Novel Middle Grade Berkualitas

Jakarta, 15 Agustus 2026 — Tiga naskah terbaik novel pra-remaja (middle-grade) telah memenangi Sayembara Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan. Sayembara menulis ini digelar sejak 25 Maret hingga 30 Juni 2026. Penganugerahan berlangsung di Balai Sastra PDS HB Jassin, Jakarta (15/08), sebagai bagian dari rangkaian Pekan Sastra Jakarta 2026, sekaligus menjadi penutup dari proses seleksi yang melibatkan 128 naskah dari penulis berbagai daerah di Indonesia. 

Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan diselenggarakan oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) untuk mengenang sekaligus melanjutkan semangat berkarya Dwianto Setyawan (1949–2024), salah satu penulis cerita anak Indonesia yang dikenal melalui karya-karya detektif dan petualangan yang dekat dengan dunia anak. Selain itu, upaya ini juga memperkaya khazanah novel-novel anak karya penulis Indonesia sendiri yang telah lama ditinggalkan. Dari seluruh naskah yang masuk, dewan juri yang terdiri atas Vanda Parengkuan, Noor H. Dee, dan Herdiana Hakim, memilih enam belas naskah unggulan, kemudian sepuluh naskah terbaik, sebelum akhirnya menetapkan tiga karya juara. Proses penjurian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kualitas cerita, kekuatan karakter, orisinalitas gagasan, dan kemampuan naskah menjangkau pembaca usia 9–13 tahun. 

Acara penganugerahan diawali dengan diskusi bertajuk “Sastra Anak dan Dwianto Setyawan” yang menghadirkan GP Sindhunata dan Elfira Prabandari serta dipandu oleh Fadjriah Nurdiasih. Diskusi tersebut membahas sumbangsih Dwianto Setyawan bagi sastra anak Indonesia serta semangat yang diharapkan tetap hidup dalam karya-karya penulis masa kini. Setelah itu, sesi diskusi “Pengalaman Penjurian” mempertemukan ketiga juri untuk berbagi pandangan mengenai novel middle grade, proses seleksi, serta tantangan menilai karya sastra anak pada era perkembangan teknologi saat ini. 


Christina Maria Udiani, KPG Editorial & Production Manager, mengatakan bahwa penyelenggaraan Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan merupakan upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem sastra anak Indonesia. Ia menegaskan, “Kami tidak sedang mencari karya yang sekadar layak menjadi pemenang, melainkan karya yang benar-benar mampu hidup di tangan pembaca anak. Dwianto Setyawan percaya bahwa cerita middle grade yang ditulis dengan sungguh-sungguh dapat mencapai alam pikiran anak, menghargai kecerdasannya, dan tetap dikenang bertahun-tahun kemudian. Semangat itulah yang kami harapkan terus mengalir melalui Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan, sekaligus menjadi ruang lahirnya generasi baru penulis sastra anak Indonesia.” 

Nama Dwianto Setyawan dipilih bukan semata sebagai bentuk penghormatan, melainkan sebagai penanda sebuah keyakinan terhadap sastra anak. Sepanjang hidupnya, ia tetap menulis cerita anak dengan kesungguhan, bahkan ketika pasar didominasi buku petualangan dan aksi terjemahan. Ia percaya bahwa cerita anak karya penulis Indonesia yang digarap dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan pembacanya. Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan sayembara ini. Harapannya, Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan mendorong lahirnya novel-novel middle grade dengan kemungkinan ide Indonesia, suatu latar yang dekat dengan pengalaman pembaca dan dengan cara bercerita yang tidak menyederhanakan nalar anak. 

“Dalam menulis ceritanya, Dwianto berusaha mengejar fantasi anak yang liar dan kencang itu. Kalau toh tidak mungkin terkejar, sekurang-kurangnya berusaha untuk memahaminya. Tentu tugas pengarang anak-anak bukan sekadar menjadi corong dari fantasi itu, tapi juga menjadi penyambung antara dunia fantasi dan dunia yang nyata. Jika itu bisa dikerjakan, buku cerita anak-anak bisa membantu anak-anak berkembang dalam menerima realitas dengan kreatif serta imajinatif, sekaligus realitas itu jadi hal yang menggembirakan,” demikian yang disampaikan Sindhunata, sastrawan sekaligus adik Dwianto Setyawan, tentang karya-karya Dwianto melalui esai di majalah Basis edisi 07-08, 2025.

 Selain memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp8.000.000 untuk juara pertama, Rp6.000.000 untuk juara kedua, dan Rp5.000.000 untuk juara ketiga, ketiga naskah pemenang akan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia melalui proses editorial penerbit. Melalui langkah ini, KPG berharap karya-karya terpilih tidak berhenti sebagai naskah sayembara, tetapi benar-benar hadir sebagai bacaan yang dapat menjangkau anak-anak Indonesia.

Penyelenggaraan Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan merupakan kelanjutan dari Pameran Arsip dan Ilustrasi Petak Umpet Sastra Anak yang diselenggarakan pada November 2025 dengan bekerja sama dengan Bentara Budaya Yogyakarta. Dengan penganugerahan tahun ini, KPG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung regenerasi penulis sastra anak Indonesia dan memperkaya pilihan bacaan middle grade yang berkualitas, imajinatif, dan berakar pada pengalaman Indonesia.

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi
20 August 2026

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi

Yogyakarta, 20 Agustus 2026 – Gramedia kembali menghadirkan Semesta Buku Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian Semesta Buku 2026 yang berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Tahun ini, Semesta Buku Yogyakarta yang diselenggarakan pada 21-30 Agustus 2026 di Student Center Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, menjadi ruang berkegiatan bersama Pasetaky #4 (Pasar Seni Cetak Yogyakarta) yang menghadirkan 11 komunitas seni grafis dan merayakan buku bersama Jakal Bookshop Festival 2026, sebuah perayaan buku yang berlangsung pada 20–30 Agustus 2026 di kawasan Jalan Kaliurang (Jakal), Yogyakarta, dengan melibatkan 14 toko buku dalam satu kolaborasi literasi yang terbuka bagi masyarakat. 

Selama penyelenggaraan Semesta Buku, pengunjung dapat mengikuti beragam kegiatan yang dihadirkan bersama penulis, pembaca dan pencinta buku, komunitas dan kolaborasi dengan banyak pihak yang mengangkat tema yang kaya: literasi, seni, kreativitas, pendidikan, dan sosial. Rangkaian acara tersebut, di antaranya talkshow History Lebih Dalam: Le Petit Prince & Tin-Tin, Sebuah Kota Sebuah Umpama bersama Ubai Dillah Al Anshori, Art Talk: Seni Cetak di Era Digital oleh Pasetaky, diskusi buku Semua Ikan di Langit Yogyakarta bersama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Character Lab: Beyond the Page bersama Komunitas Semut Merah Kaizen, serta Ruang Kolaborasi Pemuda x Semesta Buku yang menghadirkan Muhamad Asruri Faishal Alam, Ir. Imam Taufik, dan Arfi Hidananto. Juga talkshow bersama penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring.

Selain itu, Semesta Buku Yogyakarta juga menghadirkan berbagai workshop, sesi berbagi, dan aktivitas yang tidak kalah menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, seperti From Paper Waste to Wonder bersama komunitas Earth Hour Jogja, Berbagi Cerita bersama Berproses di Jogja, Try-Out TKA SD dan SMA, Donor Darah Semesta Yogyakarta bersama PMI, serta Sketching & Sharing bersama Indonesia’s Sketchers Jogja. Beberapa sesi juga akan menghadirkan narasumber seperti Romo Setyo, Ruhaeni Intan, Awi Chin, Ni Made Purnamasari, dan Ramayda Akmal. 

Di samping rangkaian kegiatan tersebut, Semesta Buku Yogyakarta menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi pengunjung Back to School and Back to Campus product, Merchandise Semesta Buku dan Makarya Art Studio, ribuan judul buku dari berbagai genre dengan diskon hingga 90%, serta Flash Sale spesial dengan penawaran terbatas selama acara berlangsung. 

Kolaborasi yang dijalin Semesta Buku dengan berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi melalui kolaborasi antarpelaku perbukuan, pelaku seni, komunitas, dan ruang-ruang kreatif di Yogyakarta. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga merayakan keberadaan toko buku, pembaca, komunitas, serta berbagai ruang yang membuat budaya membaca terus tumbuh dan berkembang. 

“Yogyakarta memiliki ekosistem literasi yang hidup dan terus berkembang melalui toko buku, komunitas, serta ruang-ruang kreatif yang tumbuh bersama masyarakat. Melalui Semesta Buku Yogyakarta, kami ingin menjadi bagian dari energi tersebut dengan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga mempertemukan berbagai gagasan, kolaborasi, dan orang-orang yang mencintai literasi,” ujar Melvi, selaku Content & Business Development Asst. Manager Gramedia.

Semesta Buku menjadi bagian dari gerakan Nusa Membaca, sebuah inisiatif berkelanjutan yang bertujuan memperluas akses terhadap bacaan berkualitas serta mendorong tumbuhnya minat baca di masyarakat. Dengan menghadirkan buku yang lebih dekat dan terjangkau, serta kegiatan yang relevan dan interaktif, program ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi semua kalangan.

Melalui penyelenggaraan di berbagai kota, Semesta Buku 2026 diharapkan dapat terus memperkuat jejaring komunitas literasi di Indonesia, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara berbagai pihak dalam mengembangkan budaya baca yang lebih hidup dan berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan Semesta Buku Yogyakarta, masyarakat dapat mengikuti akun resmi @semestabuku_id dan kanal komunikasi Gramedia.

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Buku Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan
18 August 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Buku Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

Jakarta, 12 Agustus 2026 – JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) resmi meluncurkan buku Pengantar Kebahagiaan dalam sebuah acara Book Launch yang diselenggarakan di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, pada Rabu (12/8). Melalui talkshow yang menghadirkan penulis Maman Suherman atau Kang Maman, illustrator Muhammad "Mice" Misrad dan Eri Palgunadi selaku SVP Marketing Group Head JNE, peluncuran buku ini menjadi ruang apresiasi bagi para kurir yang selama ini berperan penting menghubungkan penjual dan pembeli, sekaligus menghadirkan kebahagiaan melalui setiap paket yang mereka antarkan. 

Buku Pengantar Kebahagiaan merupakan hasil kolaborasi antara Mice Cartoon sebagai ilustrator dan Kang Maman sebagai penulis narasi. Melalui perpaduan ilustrasi yang khas dan cerita yang hangat, buku ini mengangkat sisi kemanusiaan dari profesi kurir yang sering kali luput dari perhatian. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring, para kurir menjadi sosok yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam buku ini, Mice memotret berbagai fenomena urban yang melekat dengan kehidupan para kurir melalui ilustrasi yang jenaka, autentik, dan menggelitik. Cerita tersebut kemudian diperkaya dengan narasi Kang Maman yang mengajak pembaca melihat lebih dalam makna kebaikan, empati, dan kebahagiaan yang hadir dari sebuah profesi yang kerap dianggap biasa. Kolaborasi keduanya menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca untuk lebih menghargai mereka yang setiap hari menjadi penghubung kebahagiaan bagi banyak orang.

Kang Maman mengatakan bahwa buku ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita-cerita sederhana yang sering terlewatkan, namun memiliki makna besar dalam kehidupan.

"Di balik setiap paket yang tiba di tangan kita, ada manusia yang bekerja dengan dedikasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berusaha mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain. Melalui buku ini, kami ingin mengajak pembaca melihat mereka bukan hanya sebagai pengantar barang, tetapi juga sebagai pengantar harapan dan kebahagiaan."

Sementara itu, Mice Cartoon menjelaskan bahwa ilustrasi dalam buku ini berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat perkotaan yang sangat dekat dengan aktivitas para kurir.

"Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini. Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita. Saya mencoba menangkap momen-momen itu lewat ilustrasi yang ringan, dekat, dan semoga bisa membuat pembaca tersenyum sekaligus lebih menghargai profesi mereka."

Sebagai perusahaan jasa pengiriman yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, JNE turut mendukung penerbitan buku ini sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi kurir sekaligus upaya menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat.

 Menyambut usia JNE ke-36 tahun serta dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, JNE menghadirkan berbagai program menarik bagi pelanggan setianya. Melalui program JNE Loyalty Card (JLC), para member dapat menukarkan 81 poin untuk mendapatkan komik Pengantar Kebahagiaan beserta merchandise eksklusif mulai dari 17 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada melalui tautan https://jlc.jne.co.id/.

 Selain itu, melalui layanan Pesenan Oleh-oleh Nusantara (Pesona), JNE menghadirkan produk bundling eksklusif karya Mice Cartoon seharga Rp85.000 dengan syarat dan ketentuan berlaku mulai dari 18 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada. JNE juga memberikan penawaran hemat ongkir untuk pembelian komik melalui link berikut https://bit.ly/KomikPengantarKebahagiaan selama periode 10 hingga 31 Agustus 2026, serta menyelenggarakan giveaway komik Pengantar Kebahagiaan pada 14 - 21 Agustus 2026 di akun instagram resmi @JNE_ID.

 SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan bahwa JNE selalu berupaya memberikan semangat “Connecting Happiness” melalui filosofi Berbagi, Memberi, dan Menyantuni. “Kehadiran komik Pengantar Kebahagiaan karya kolaborasi Mice Cartoon dan Maman Suherman ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi seni, tetapi juga wujud nyata ucapan terima kasih kepada para kurir garda terdepan yang setia mengantarkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat indonesia. Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” jelas Eri.

"Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Grasindo dalam menghadirkan Pengantar Kebahagiaan, kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita," ujar SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi.

Pada sesi talkshow ini, para penulis menjelajahi inspirasi yang melatarbelakangi buku ini, yakni kurir-kurir JNE dan perjalanan suka duka mereka. Peluncuran buku ini juga dirayakan dengan sesi book signing bersama Kang Maman dan Mice Cartoons yang diramaikan oleh pengunjung. Selama acara berlangsung, pengunjung mendapat kesempatan untuk berfoto di photobooth dan standing character yang disediakan. 

Melalui peluncuran buku ini, JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) berharap Pengantar Kebahagiaan dapat menginspirasi masyarakat untuk melihat bahwa kebahagiaan sering kali hadir melalui hal-hal sederhana, termasuk dari mereka yang setiap hari mengantarkan paket hingga tiba di depan pintu rumah. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan pengiriman, terdapat kisah tentang kerja keras, kepedulian, dan semangat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?
18 August 2026

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?

Agensi Rumah Tangga, Adaptasi Film dari Novel?


#HappeningToday — Setelah Ganjil Genap dan Home Sweet Loan, Almira Bastari akan segera mendapatkan adaptasi ketiga dari koleksi karyanya. Kali ini, karyanya yang akan diadaptasi ke layar lebar berjudul Agensi Rumah Tangga. 


Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang di 10 September. Film yang akan dibintangi Enzy Storia dan Afgansyah Reza ini akan mengajak penonton mengikuti kisah Katia, perempuan yang mencoba membangun kembali hidupnya setelah kehilangan pekerjaan 


Agensi Rumah Tangga Mengenai Apa?

Buku ini berfokus pada Katia, seorang pekerja start-up yang baru saja di-PHK. Sebagai seseorang yang harus memenuhi cicilan KPR, Katia juga didesak untuk segera daftar PNS. Namun, alih-alih mengikuti tuntutan itu, ia memilih untuk membuat rumahnya menjadi sebuah agensi penyalur asisten rumah tangga (ART). 


Pada awal Agustus kemarin, kanal YouTube Starvision Plus juga telah merilis trailer dari film ini untuk memancing antisipasi penonton. Dari trailer, terlihat Katia, yang diperankan oleh Enzy Storia, menghadapi PHK bersama dengan temannya yang diperankan Fita Anggriani, Sashi. Seiring perjuangan Katia menyalurkan ART yang berkualitas, ia juga bertemu dengan Kafka, diperankan Afgansyah Reza, sang artis yang membutuhkan jasa Katia untuk membantu urusan rumah tangganya. 


Buku ini terbit di tahun 2024 sebagai novel Almira Bastari yang kelima. Seperti karya-karya sebelumnya, Agensi Rumah Tangga memiliki genre drama komedi dengan suasana romansa metropop. Bagi pembaca yang memiliki preferensi genre drama ringan bertabur komedi perkotaan, Agensi Rumah Tangga bisa jadi pilihan cerita yang tepat untuk bacaanmu selanjutnya. 


Mengenal Almira Bastari

Almira Bastari mulai menulis sejak tahun 2016. Ia bekerja penuh waktu sebagai seorang analis. Namun, ia memulai karir menulisnya pada platform Wattpad seiring bekerja. 


Novel pertamanya, Melbourne (Wedding) Marathon, terbit pada tahun 2017 melalui penerbit Grasindo. Novel ini menjadi langkah pertama yang melejitkan karirnya. Agensi Rumah Tangga adalah novel kelimanya, di mana ia memberikan perspektif seseorang dengan pekerjaannya, serta dinamika bersama orang tuanya. 


Adaptasi Film Ketiganya

Dari seluruh karyanya, Agensi Rumah Tangga menjadi filmnya yang ketiga setelah Ganjil Genap dan Home Sweet Loan. Film ini diproduksi oleh rumah produksi Starvision dengan sutradara Naya Anindita, yang juga membawakan film Komang pada Lebaran tahun lalu. 


Karya Lainnya dari Almira Bastari

Grameds, pasti kamu nggak sabar kan menonton filmnya? Sembari menunggu, berikut adalah judul-judul lainnya dari karya Almira Bastari.


Resign!
Alranita, seorang pekerja kantoran yang lelah dengan lingkungan kerjanya, memutuskan untuk mengundurkan diri meski keputusan tersebut membuatnya harus menghadapi konsekuensi baru dalam kehidupan dan kariernya. 


Home Sweet Loan
Kaluna, perempuan dari keluarga sederhana yang tinggal bersama keluarganya di rumah sempit, berusaha mewujudkan impiannya memiliki rumah sendiri di tengah tekanan finansial dan kehidupan orang dewasa. 

Ganjil Genap
Setelah hubungan yang telah dijalani bertahun-tahun berakhir, Gala harus menghadapi kehidupan sebagai lajang sekaligus mencoba membuka hati untuk menemukan cinta yang baru.