#LiterasiAsik — Saat suatu ide datang, mungkin kamu seringkali memiliki keinginan untuk menulis. Dari puisi, prosa, atau tulisan non-fiksi, ada banyak sekali cara untuk bisa menuangkan ide ke lembar putih. Namun, penulis pemula mungkin bingung harus mulai dari mana.
Walaupun menulis terlihat seperti kegiatan yang tidak rumit, banyak yang merasa menulis merupakan kegiatan yang sulit. Tak jarang, lembar putih itu hanya tertulis satu kalimat sumber ide yang terasa sulit untuk dikembangkan. Karena itu, diperlukan beberapa kiat yang dapat membantu penulis pemula untuk maju dalam tulisannya.
1. Banyak Membaca
Jika kamu ingin menulis, salah satu kebiasaan yang dapat dilatih adalah untuk banyak membaca. Mungkin kamu berpikir, kegiatan membaca dan menulis harusnya kegiatan yang berbeda. Namun, membaca tulisan orang lain merupakan bekal untuk dapat menulis sendiri.
Seperti layaknya menulis akademik, kamu harus memiliki referensi sebelum menulis. Referensi yang dimaksud tidak harus referensi ilmiah. Namun, bisa jadi karya fiksi maupun non-fiksi yang kamu minati.
Seringkali, ide yang ada di kepala tidak bisa tertuang begitu saja. Melakukan membaca, kamu bisa memperkaya kosakata yang akan mempermudah menuangkan ide ke atas kertas.
Banyak membaca juga bisa menjadi sebuah referensi untuk menulis. Referensi tak selalu berarti artikel akademik bertuliskan cara-cara menulis, namun juga dapat berbentuk contoh tulisan yang elemennya bisa diikuti. Dengan banyak membaca, kamu dapat menemukan jenis-jenis tulisan yang berbeda, seperti sudut pandang yang berganti, gaya tulisan yang berbeda, atau struktur tulisan yang mudah dibaca. Hal-hal ini bisa dicontoh untuk meningkatkan pengembangan ide pada tulisanmu.
2. Menulis Hal Terdekat Darimu
Jika kamu mendapati dirimu bingung menulis apa, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah untuk menulis hal terdekat darimu. Hal-hal terdekat dapat berbentuk pengalaman atau orang yang kamu temui pada sehari-hari, seperti:
-
- Pengalaman menarik yang kamu alami
- Teman dengan kepribadian unik
- Keseharian di hari kerja
Ide-ide kecil tersebut dapat dikembangkan menjadi tulisan yang apik. Tulisan ini dapat berbentuk cerita pengalaman atau studi karakter terhadap seseorang. Selain menjadi inspirasi untuk menulis, karya ini juga menjadi sarana untuk berlatih. Karena, terus menulis akan menjadi wadah untuk melatih kemampuan menulis juga.
Salah satu tantangan terbesar penulis adalah habisnya ide untuk ditulis. Tantangan ini juga umum diketahui dengan nama writer’s block, di mana penulis akan kesulitan untuk maju ke tahap selanjutnya di tengah menulis sesuatu.
Writer’s block juga bisa dilalui dengan beralih ke tulisan lain dan menulis tentang hal kecil. Contohnya seperti menulis tentang peristiwa di sekitar atau karakter terdekatmu. Terkadang, menjauh dari materi tulis awal dan menulis tentang yang lain dapat menyegarkan pikiran.
3. Membuat Kerangka Tulisan
Untuk mulai menulis, terkadang halaman yang kosong terasa mengintimidasi. Rasanya, halaman kosong hanya mengundang penulis untuk merajut paragraf-paragraf panjang. Padahal, kamu baru bisa menulis satu kalimat, dan ide yang kamu miliki mungkin belum serinci itu.
Nah, kamu bisa mengisi halaman yang kosong dan mengurangi intimidasi itu dengan membuat kerangka tulisan. Kerangka ini berisi garis besar dari ide yang telah dibuat sebelumnya. Walaupun begitu, tidak ada aturan baku yang harus diikuti untukmu membentuk kerangka.
Struktur kerangka biasanya terdiri dari pembuka, isi, dan penutup.Nah, pada bagian isi, kamu bisa menambahkan subtopik yang telah kamu bayangkan sebelumnya. Maka dari itu, struktur kerangka tulisan biasanya terlihat seperti ini:
-
- Pembukaan
- Subtopik 1
- Subtopik 2
- Subtopik 3
- Penutup
Kerangka tulisanmu bisa terdiri dari kalimat-kalimat utama atau hanya kata-kata singkat yang disusun dalam bentuk poin-poin. Dari poin-poin ini, kamu dapat mengembangkannya menjadi paragraf yang lebih rinci dan menghasilkan tulisan yang lengkap.
Selain mengumpulkan ide, membentuk kerangka sebelum menulis juga dapat membantumu membuat sebuah tulisan yang selaras dengan tema besar tulisanmu. Karena itu, membuat kerangka bisa membantu menjadikan tulisanmu lebih terarah tanpa terbawa arus ide yang kurang relevan.
4. Fokus Menulis, Bukan Menyunting
Dalam menulis, terkadang tinggi keinginan untuk menyunting tulisan di tengah mengerjakan kelanjutannya. Contohnya, mengubah paragraf pembuka saat sedang menulis badan tulisan. Padahal, menulis dan menyunting merupakan kegiatan yang seharusnya dibedakan.
Dalam menulis, penting untuk fokus menyelesaikan tulisanmu sampai akhir. Hal ini dikarenakan, beralih dari menulis dan menyunting dapat menjadi distraksi dari tujuan awalmu menulis. Fokusmu menulis juga dapat didukung dengan pembentukan kerangka yang sudah kamu lakukan sebelumnya.
Penyuntingan tulisan dilakukan terakhir sebagai wadah untuk menyelaraskan seluruh isi tulisan, dari awal hingga akhir. Melakukannya setelah tulisan selesai juga membantu memfokuskan tugas penyuntingan, seperti memperbaiki struktur kalimat atau tanda baca tanpa mengubah isinya lebih jauh.
Setelah penyuntingan, kamu baru bisa kembali ke tahap penulisan untuk membuat bagian yang sekiranya bisa ditambahkan rincian. Setelah melakukan perincian, barulah kamu dapat kembali mengerjakan penyuntingan kedua, dan seterusnya, sebelum tulisan itu dirasa benar-benar selesai.
5. Gunakan AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Penulis
Tulisan-tulisan Akal Imitasi (Artificial Intelligence atau AI) telah banyak menjamah media yang kita konsumsi. Banyak ditemukan juga tulisan berbasis generative AI pada konten yang didorong algoritma media sosial.
Walaupun penggunaan generative AI tentu menggiurkan untuk membentuk tulisanmu, penggunaan AI yang bijak tentu diperlukan. Generative AI bisa digunakan untuk berdiskusi atau mencari inspirasi, namun, penggunaan generative AI untuk membuat tulisan tidak disarankan.
Hal ini dikarenakan pembuatan mesin generative AI didasarkan dari tulisan orang lain. Karena itu, menyalin tulisan dari mesin Akal Imitasi generatif berarti mengambil bagian dari tulisan-tulisan orang lain dan menjadikannya tulisanmu sendiri, yang menjadikan karya itu sebuah plagiasi.
Ditambah, untuk menjadi penulis, kamu harus terus berlatih menulis. Dan latihan menulis harus menjadi buah dari tanganmu sendiri.
6. Hasilnya Bagus Maupun Tidak, Teruslah Menulis
Seperti yang disebut tadi, cara untuk bisa mahir menulis adalah dengan terus menulis. Menggunakan kiat-kiat yang sudah disebut tadi, kamu bisa menggunakannya untuk terus berlatih menulis dan menghasilkan banyak tulisan.
Untuk terus menulis, kamu tidak harus menghasilkan tulisan yang panjang. Walaupun menghasilkan tulisan pendek, karyamu dapat menjadi fondasi karya yang lebih besar dan rinci. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan karakter yang sudah dibuat, atau mengembangkan cerita pendek yang pernah dituliskan.
Walaupun kamu merasa karya yang dihasilkan bukan karya terbaikmu, tulisan itu akan memupuk kemampuanmu untuk menjadi penulis yang baik. Seperti perkataan Jodi Picoult, “You can always edit a bad page. You can't edit a blank page.” Kamu bisa menyunting tulisan buruk, namun kamu tidak bisa menyunting halaman kosong.
Karena itu, penting bagimu untuk terus menulis, pendek maupun panjang, buruk maupun bagus. Karena, semua tulisan yang dihasilkan akan menjadi dasar dari kemampuan menulismu.
Nah, Grameds, setelah membaca kiat-kiat menulis, apakah kamu sudah siap untuk membuat karya pertamamu? Jika kamu ingin mempublikasikan karyamu, kamu bisa mengunjungi laman Gramedia Writing Project di gwp.id ya!
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.