Gramedia dan Grind Theory Dorong Ruang Diskusi dan Pengembangan Diri bagi Generasi Muda

25 May 2026
Gramedia dan Grind Theory Dorong Ruang Diskusi dan Pengembangan Diri bagi Generasi Muda
Ruang diskusi yang mempertemukan berbagai perspektif tentang adaptasi, kreativitas, dan perkembangan generasi muda.

Jakarta, 23 Mei 2026 – Gramedia melalui Penerbit Elex Media Komputindo berkolaborasi dengan Grind Theory menghadirkan forum diskusi yang mempertemukan para praktisi industri, entrepreneur, dan content creator untuk membahas pengembangan diri, adaptasi bisnis, hingga peluang membangun impact di era digital pada Sabtu lalu (21/05/26). Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara lintas industri seperti Deddy Corbuzier, Theo Derick, Yosef Adityo Nugroho, Alicia Eva, Marco Putra, Willy Tan, hingga Billy Tanhadi. 

Sebagai media edukasi dan talent management, Grind Theory menghadirkan ruang berbagi pengalaman nyata dari para praktisi yang telah melalui berbagai tantangan dalam perjalanan karier dan bisnisnya. Melalui rangkaian sesi talkshow yang berlangsung sepanjang acara, para pembicara membahas berbagai topik mulai dari personal branding, komunikasi, bisnis digital, kreativitas, hingga cara bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Salah satu sesi dalam acara ini bertajuk “Turning Effort into Results” menghadirkan Theo Derick bersama Yosef Adityo Nugroho selaku Corporate Secretary Director Gramedia. Dalam sesi tersebut membahas bagaimana Gramedia terus menghadirkan ruang belajar dan pengalaman yang dekat dengan masyarakat. Inisiatif seperti Gramedia Berbagi Kado yang dijalankan di berbagai wilayah Indonesia, kolaborasi bersama sekolah, kampus, dan komunitas melalui Social Hub, hingga dukungan terhadap penulis dan ruang kreatif seperti Jalma, Prose & Petals, dan Makarya menjadi bagian dari upaya Gramedia dalam memperluas akses terhadap pengetahuan dan inspirasi. 

“Gramedia belajar bahwa yang perlu dijaga bukan hanya bisnisnya, tetapi kemampuan untuk terus beradaptasi. Kami terus mendengarkan perubahan perilaku konsumen, membangun ekosistem yang saling terhubung, dan menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi masyarakat,” ujar Yosef Adityo Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Theo Derick turut membagikan kedekatannya dengan dunia buku serta pengalamannya sebagai salah satu penulis Elex Media Komputindo. Melalui bukunya, Theo menceritakan perjalanan bertahan dan berkembang dari kondisi yang tidak ideal, mulai dari membangun networking, personal branding, hingga fondasi hidup dan keuangan dengan pendekatan yang dekat dengan realitas generasi muda.

“Buat saya, buku bukan cuma tempat berbagi cerita, tapi juga ruang untuk menyampaikan pengalaman hidup yang mungkin bisa membantu orang lain merasa bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam prosesnya,” ujar Theo Derick.

Mengacu pada data CEOWORLD Magazine, tingkat minat baca Indonesia berada di peringkat ke-31 dunia dengan estimasi waktu membaca sekitar 129 jam per tahun. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan pasar buku nasional serta berkembangnya konsep books as lifestyle melalui bookstore café, community hub, dan ruang baca interaktif.

Melihat perkembangan tren literasi dan kebutuhan ruang belajar yang semakin interaktif, Gramedia terus menghadirkan berbagai inovasi dan pengembangan ekosistem yang relevan dengan generasi saat ini. Salah satunya melalui Gramedia Partnership, model kemitraan yang dihadirkan untuk memperluas akses literasi dan menghadirkan toko Gramedia di lebih banyak kota di Indonesia, khususnya wilayah tier dua dan tier tiga.

Menggabungkan pengalaman personal, perkembangan industri kreatif, hingga pentingnya literasi di era digital, kolaborasi Gramedia dan Grind Theory ini menghadirkan ruang diskusi yang dekat dengan realitas generasi muda saat ini. Melalui acara ini, Gramedia berkomitmen untuk menghadirkan ruang generasi muda untuk melihat bahwa proses bertumbuh, keberanian beradaptasi, serta kemampuan membangun impact dapat dimulai dari pengalaman dan langkah kecil yang terus dijalani secara konsisten.