Jakarta, 31 Oktober 2026 — Gramedia lewat penerbit Gramedia Pustaka Utama resmi menyelenggarakan acara peluncuran buku novel fiksi sejarah terbaru bertajuk Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan karya Zaky Yamani pada Sabtu (31/10/2026) di Taksu Book Cafe, Cilandak, Jakarta Selatan. Mengusung tajuk diskusi “Dari Lisboa ke Sunda: Sebuah Perjalanan dan Pencarian Diri”, peluncuran ini mempertemukan langsung sang penulis dengan para pembaca dan pegiat literasi untuk merayakan rampungnya kisah pengembaraan Samiam Nogueira setelah proses penulisan panjang selama hampir satu dekade.
Novel Bulan Tenggelam di Pakuan merupakan jilid ketiga sekaligus penutup dari rangkaian trilogi epik Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa, yang perjalanannya bermula dari residensi penulis yang dijalani Zaky Yamani di Portugal pada tahun 2017 melalui program Komite Buku Nasional. Pada seri pamungkas ini, tokoh Samiam akhirnya menjejakkan kaki di tanah leluhurnya di Sunda pada abad ke-16. Di tengah runtuhnya kekuasaan lama, ancaman kekuatan baru, intrik perdagangan rempah, dan gejolak politik, Samiam bergulat dengan dilema moral, pengkhianatan, serta arti sesungguhnya dari kata "pulang".
Penulis Bulan Tenggelam di Pakuan, Zaky Yamani, menuturkan bahwa penyelesaian trilogi ini merupakan perjalanan emosional dan intelektual yang sangat mendalam:
“Lewat novel ini, saya ingin menelaah bagaimana seseorang yang terbentuk oleh ragam budaya dan perjalanan lintas benua memaknai identitas serta rumahnya. Pulang bukan sekadar kembali ke titik mula secara geografis, melainkan tentang berdamai dengan luka, kehilangan, dan keputusan-keputusan yang membentuk diri kita di tengah pusaran sejarah yang kerap kali kejam,” tutur Zaky Yamani.
Acara yang dipandu oleh Evin (Founder Marica Book Club) ini turut diwarnai oleh sesi tanya jawab interaktif yang membedah riset sejarah, konstruksi fiksi, hingga filosofi moral di balik karakter novel. Antusiasme pembaca pun terlihat nyata sepanjang diskusi berlangsung.
Salah seorang pembaca dan peserta yang hadir, menyampaikan kesannya setelah mengikuti peluncuran novel tersebut:
"Menyaksikan perjalanan Samiam akhirnya berlabuh di tanah Sunda terasa begitu membekas dan emosional. Diskusi sore ini benar-benar membuka mata kami tentang betapa kayanya sejarah Nusantara abad ke-16 ketika dirajut dengan riset yang sangat solid. Buku ini adalah penutup yang sangat layak dinantikan,” ujar salah satu peserta.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan simbolis mock up buku oleh editor Gramedia Pustaka Utama kepada Zaky Yamani, sesi foto bersama, serta penandatanganan buku bagi para pembaca yang hadir. Novel Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Bulan Tenggelam di Pakuan kini sudah dapat diperoleh di seluruh jaringan Toko Gramedia, toko buku daring, serta platform resmi Gramedia.