Langit Mengambil: Terobosan Baru Ika Natassa dalam Kepenulisan

03 February 2026
Langit Mengambil: Terobosan Baru Ika Natassa dalam Kepenulisan
Ika Natassa menjelaskan perjalanan emosional di balik novel Langit Mengambil

Jakarta, 31 Januari 2026 – Sukses dengan novel Satine, penulis bestseller Ika Natassa kembali dengan novel terbarunya, Langit Mengambil. Novel ini resmi diluncurkan hari ini oleh Ika Natassa dan Penerbit Gramedia Pustaka Utama di Museum MACAN. Langit Mengambil menandai langkah baru dalam perjalanan kreatif Ika Natassa, menambah deretan karya setelah sebelas novelnya mencetak status bestseller, dengan lima di antaranya telah diadaptasi ke layar lebar. Adaptasi terkininya, The Architecture of Love (dibintangi Nicholas Saputra dan Putri Marino) serta Heartbreak Motel (dibintangi Reza Rahadian dan Laura Basuki), kembali menegaskan kekuatan kisah-kisah Ika Natassa dalam menyentuh hati pembaca dan penonton serta meraih nominasi Festival Film Indonesia.

Selama lebih dari 18 tahun berkarya, Ika Natassa dikenal konsisten melakukan terobosan dengan mengeksplorasi tema-tema baru. Dalam Langit Mengambi, ia menyelami wilayah yang lebih gelap dan sunyi: kehilangan dan trauma. Untuk pertama kalinya, ia juga memberi ruang lebih besar pada tema “orang ketiga”, sesuatu yang jarang disentuh dalam novel-novel sebelumnya.

“Orang-orang selalu bilang bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, padahal nyatanya tidak seperti itu. Luka itu akan selalu ada, kita cuma belajar hidup dengan bekas yang ditinggalkannya. Langit Mengambil adalah sebuah catatan tentang trauma besar yang hadir dalam hidup, luka menganga yang tidak akan bisa dimengerti orang lain meski kita bercerita. Tentang kehilangan dan menemukan,” tutur Ika Natassa tentang novel terbarunya.

Momen kebersamaan Ika Natassa dan pembaca dalam peluncuran Langit Mengambil.

Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang lebih sering menghadirkan tokoh perempuan pekerja kantoran dan mengeksplorasi gaya hidup kaum urban, tokoh dalam novelnya kali ini adalah pekerja lapangan, seorang jurnalis bernama Tara. Kompeten, berdedikasi, dan terbiasa berada di garis depan, Tara sering mendapat penugasan meliput kasus-kasus sensitif. Dalam satu pengintaian, dia dan rekannya menjadi korban penganiayaan keji oleh orang tak dikenal. Sejak saat itu, Tara dipaksa menghadapi trauma berat yang bukan saja bisa menghancurkan dirinya, tapi juga orang-orang yang dicintainya, terutama suaminya, Raka. Insiden kelam yang menimpa istrinya juga melukai dan merenggut impian Raka. Di sinilah kekuatan cinta mereka diuji dan pernikahan mereka dipertaruhkan.

Sebelum hadir dalam format buku, Langit Mengambil sempat hadir di platform penulisan KBM dan mendapat apresiasi sangat baik dengan dibaca lebih dari 40 ribu kali. Ini juga menjadi pengalaman pertama Ika Natassa menulis untuk platform penulisan digital. Namun, pembaca akan tetap menemukan sesuatu yang berbeda antara versi digital dan cetak, sehingga meski telah ditayangkan secara daring, antusiasme pembaca terhadap karya Ika Natassa tetap tinggi, dibuktikan dengan penjualan pre-order Langit Mengambil yang hampir menyentuh 2.000 eksemplar pada akhir Desember tahun lalu.

Langit Mengambil diproyeksikan akan mengikuti jejak kesebelas novel Ika Natassa sebelumnya yang ikonis: A Very Yuppy Wedding, Divortiare, Antologi Rasa, Twivortiare, Critical Eleven, The Architecture of Love, hingga Heartbreak Motel dan Satine.

Lewat Langit Mengambil, Ika Natassa menunjukkan kemampuannya menembus batas tematik dan gaya penceritaan, menjadikan karyanya tetap relevan dengan generasi sekarang tanpa meninggalkan ciri khasnya, yakni kedalaman emosi. Ika Natassa sekali lagi membuktikan jam terbangnya sebagai penulis berhasil menghasilkan karya yang berkualitas dan menembus relung hati pembaca.