Jakarta, 12 Desember 2025 — Gramedia melalui lini penerbit Gramedia Pustaka Utama menghadirkan peluncuran buku terbaru Romo Franz Magnis-Suseno, SJ berjudul Demokrasi, Ateisme, Seksualitas: Catatan tentang Goncangan-Goncangan Budaya di Abad Ke-21 yang dimoderatori oleh Andi Tarigan. Acara ini sukses digelar pada Jumat (12/12) di Gramedia Jalma.
Dalam karya terbarunya, Romo Magnis mengangkat isu-isu yang selama ini mengemuka namun kerap tidak dibahas secara jernih—mulai dari memudarnya optimisme reformasi, meningkatnya intoleransi, maraknya misinformasi politik, hingga perdebatan mengenai sains, ateisme, dan kebebasan berkeyakinan.
Buku ini juga menyoroti dinamika seksualitas dan hak asasi manusia, sebuah topik yang terus berkembang seiring tuntutan publik akan penerimaan, keadilan, dan penghormatan atas perbedaan. “Kita sedang hidup di tengah perubahan besar yang tidak selalu kita pahami arah dan dampaknya. Buku ini adalah ajakan untuk melihat lebih jernih apa yang sebenarnya sedang terjadi pada demokrasi, agama, dan relasi antar-manusia kita,” ujar Romo Magnis
Diskusi peluncuran membahas tiga subtopik utama, yaitu masa depan demokrasi Indonesia dan apakah optimisme Reformasi masih bertahan, pergeseran peran Tuhan dalam era sains serta bagaimana masyarakat menyikapi ateisme, serta persoalan seksualitas dan hak asasi manusia, termasuk sejauh mana penghormatan atas perbedaan dapat benar-benar terwujud.
Menurut Romo Magnis, persoalan-persoalan ini tidak dapat dipisahkan dari tantangan sosial yang lebih luas. “Demokrasi tidak tumbuh dari prosedur saja, ia tumbuh dari manusia-manusia yang bersedia berlaku jujur, terbuka, dan siap mengakui martabat sesamanya,” ungkapnya.
Buku ini mengajukan serangkaian pertanyaan kritis yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini: apakah budaya tradisional kita cukup kuat menopang demokrasi; benarkah isu kebangkitan PKI memiliki dasar nyata, sejauh mana pendidikan mampu menumbuhkan komitmen antikorupsi pada generasi muda, apakah Pancasila masih relevan dalam menghadapi tantangan-tantangan baru, serta apakah benar ilmu pengetahuan membuat kepercayaan kepada Tuhan menjadi usang, sebagaimana pernah dinyatakan Albert Einstein.
Romo Magnis juga mengupas isu monoteisme dan intoleransi, serta mempertanyakan kapan intoleransi terhadap saudara-saudari dengan orientasi seksual berbeda dapat benar-benar berakhir.
Peluncuran buku “Demokrasi, Ateisme, Seksualitas” menjadi bagian dari komitmen Gramedia untuk menghadirkan ruang literasi yang memperkaya wawasan publik serta membuka dialog mengenai isu-isu strategis di Indonesia. Kini, buku karya Romo Magnis sudah tersedia di seluruh jaringan Gramedia, baik daring maupun luring.