#LiterasiAsik — Grameds, pernah merasa tugas penting justru ditunda-tunda, tapi hal kecil seperti scroll media sosial atau menonton film bisa dilakukan dengan cepat? Kondisi ini sering kali disebut dengan procrastinating dan sering terjadi tanpa disadari, dan dialami banyak orang.
Apa itu Procrastinating?
Procrastinating atau prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan penting dan menggantinya dengan aktivitas lain yang lebih ringan atau menyenangkan, meskipun kita tahu hal tersebut perlu segera diselesaikan. Hal ini terjadi bukan sekadar soal malas. Ada beberapa faktor yang membuat kita lebih mudah mengerjakan hal sepele dibanding hal yang sebenarnya lebih penting.
Kenapa Kita Sering Procrastinating?
Procrastinating seringkali berkaitan dengan bagaimana cara kita memandang tugas tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena tugas terasa terlalu besar atau kompleks. Ketika pekerjaan terlihat sulit, kita cenderung menghindarinya untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Selain itu, ada juga faktor takut gagal atau merasa hasilnya tidak akan cukup baik, yang membuat seseorang menunda untuk memulai. Kurangnya kejelasan juga bisa jadi penyebab. Ketika tidak tahu harus mulai dari mana, menunda terasa seperti pilihan yang paling mudah.
Kenapa Hal Sepele Justru Cepat Dilakukan?
Berbeda dengan tugas penting, hal-hal kecil biasanya terasa lebih ringan dan tidak membutuhkan banyak energi.
Aktivitas seperti membuka media sosial, menonton video, atau melakukan hal sederhana lainnya memberikan kepuasan instan. Otak cenderung memilih hal yang cepat memberikan rasa nyaman, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan.
Selain itu, hal sepele tidak memiliki tekanan besar. Tidak ada ekspektasi tinggi atau risiko gagal, sehingga terasa lebih mudah untuk langsung dikerjakan.
Apa Dampak Procrastinating Jika Terus Dibiarkan?
Kebiasaan ini dapat membuat pekerjaan penting semakin menumpuk. Akibatnya, rasa cemas dan tekanan justru meningkat karena waktu yang semakin sempit.
Dalam jangka panjang, menunda hal penting juga bisa mempengaruhi produktivitas dan kepercayaan diri, terutama jika hal tersebut terus berulang.
Bagaimana Cara Mengatasi Procrastinating?
Ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk mulai mengubah kebiasaan ini:
1. Memulai dari bagian kecil
Tidak perlu langsung menyelesaikan semuanya. Memulai dari bagian kecil dapat membantu mengurangi rasa berat di awal.
2. Menyusun prioritas yang jelas
Menentukan prioritas dapat membantu menetapkan apa yang perlu segera diselesaikan terlebih dahulu.
3. Membatasi distraksi
Mengurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian seperti notifikasi atau media sosial dapat membantu agar lebih fokus.
4. Menggunakan batasan waktu
Memberi batas waktu tertentu untuk bekerja, misalnya 15-30 menit, bisa membantu otak agar tidak terlalu terbebani.
5. Fokus pada proses, bukan hasil
Terkadang rasa takut muncul karena memikirkan hasil akhir. Mulai saja dulu, tanpa harus sempurna.
Pada akhirnya, menunda bukan berarti tidak mampu, tetapi seringkali karena kita belum menemukan cara yang tepat untuk memulai. Dengan memahami penyebabnya, kita dapat lebih mudah mengatur ritme kerja dan mengambil langkah kecil untuk menyelesaikan hal-hal penting.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.