#HappeningToday — Pada dasarnya, literasi berarti kemampuan seseorang untuk menulis dan membaca. Keterampilan ini umumnya diajarkan kepada siswa di sekolah dasar. Selain menjadi kemampuan yang dibutuhkan untuk mengemban pendidikan, kemampuan literasi juga merupakan sebuah hak setiap orang.
Namun, hak ini sulit dipenuhi bagi orang-orang yang memiliki ketidakmampuan untuk bersekolah dan menempuh pendidikan. Karena itu, UNESCO merayakan Hari Literasi Internasional pada 8 September setiap tahunnya.
Yuk, kita telusuri apa yang dirayakan pada Hari Literasi, dan bagaimana kita bisa ikut merayakannya.
Apa itu Hari Literasi?
Hari Literasi Internasional pertama kali dinyatakan oleh UNESCO pada General Conference di tahun 1966. Maka dari itu, tahun ini menjadi tahun ke-60 dirayakannya Hari Literasi Internasional.
Hari ini memiliki urgensi karena kemampuan literasi merupakan kemampuan dan hak manusia mendasar yang dapat memenuhi hak-hak lainnya, seperti hak atas pendidikan, hak untuk bekerja, hak untuk berpartisipasi politik, dan hak untuk hidup mandiri. Karena itu, kemampuan peningkatan literasi harus luas dan aksesibel, agar dapat dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat.
Selain baca tulis, kemampuan literasi juga mencakup kemampuan seseorang untuk mengolah informasi dan kecakapan seseorang dalam bidang tertentu. Maka, hari literasi juga digunakan untuk menguatkan pengetahuan masyarakat, meningkatkan keterampilan, dan mendorong mereka dalam berpikir kritis. Karena itu, kemampuan baca tulis merupakan keterampilan mendasar untuk mencapai hal-hal tersebut.
Perayaan hari literasi menekankan pentingnya kemampuan baca tulis sebagai kemampuan mendasar yang merata untuk menciptakan masyarakat yang lebih terdidik. Terutama, hari ini diutamakan untuk memberi pengingat kepada masyarakat luas dan pembuat kebijakan untuk memperluas aksesibilitas untuk peningkatan literasi.
Apa Tema Hari Literasi Internasional 2026?
Pada tahun ini, UNESCO merayakan Hari Literasi Internasional dengan mengusung tema “Literacy for people, the planet and prosperity,” yang berarti literasi untuk manusia, planet, dan kemakmuran.
Tema ini menekankan kesetaraan literasi untuk kebaikan dunia. Tentunya, kemampuan membaca adalah kebaikan bagi manusia itu sendiri, karena kemampuan untuk membaca akan membantu pemenuhan hak asasi kemanusiaannya. Lalu, masyarakat yang tinggi literasi juga akan meningkatkan kesejahteraan dunia, terutama melalui pendidikan.
Karena itu, peningkatan kemampuan literasi juga akan menjadi efek rantai untuk kemakmuran dunia.
Cara Merayakan Hari Literasi Internasional
Walaupun kemampuan baca tulis merupakan kemampuan individu, peningkatan literasi juga harus didorong oleh pemerintah dan pemangku kebijakan. Hal ini dilakukan dengan penguatan program yang mendorong literasi dan mendukung masyarakat untuk mendapat pendidikan.
Namun, kita, sebagai individu maupun kolektif, juga bisa mendukung peningkatan literasi loh. Karena itu, inilah beberapa cara kita merayakan Hari Literasi Internasional.
Mendonasi Buku
Langkah pertama dalam meningkatkan literasi untuk individu adalah untuk memperluas akses terhadap buku. Yang bisa dilakukan individu adalah untuk mendonasikan buku kepada lapisan masyarakat yang kurang mampu. Karena itu, donasi buku juga memberikan kehidupan kedua kepada buku setelah dibaca.
Membentuk Program Berkepanjangan
Kalau kamu menjadi bagian dari sebuah organisasi atau kolektif, kamu juga bisa membentuk program berkepanjangan untuk meningkatkan literasi di komunitas tertentu. Misalnya, program 3 bulan untuk mengajar membaca. Program berkepanjangan seperti ini akan memastikan peningkatan kemampuan baca tulis yang bertahan lama, dibandingkan dengan program satu hari.
Berkomunitas Membaca Bersama
Memiliki komunitas untuk membaca juga menjadi salah satu metode untuk meningkatkan literasi. Dengan rutin berkomunitas, kegiatan membaca menjadi sesuatu yang dilakukan bersama. Hal ini akan memudahkan masyarakat untuk menjadikan membaca sebuah kebiasaan, sekaligus mencari teman dengan minat dan hobi yang sama. Rutinitas ini akan menjadikan kegiatan membaca sebuah kebiasaan, dengan harapan menyebarkannya ke masyarakat luas.
Pembentukan Perpustakaan Bersama
Selain mendonasikan buku, buku-buku milikmu juga bisa dikumpulkan dengan orang lain untuk membentuk perpustakaan bersama. Selain memberi kehidupan kedua pada buku, perpustakaan bersama juga memberi ruang aman untuk masyarakat yang ingin membaca buku. Ruang ini juga bisa membuka kesempatan agar komunitas membaca bisa terbentuk. Karena itu, pembentukan perpustakaan bersama bisa menjadi wadah untuk meningkatkan literasi dengan jangka panjang.
Nah, Gramedia juga senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.