Jakarta, 15 Agustus 2026 — Tiga naskah terbaik novel pra-remaja (middle-grade) telah memenangi Sayembara Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan. Sayembara menulis ini digelar sejak 25 Maret hingga 30 Juni 2026. Penganugerahan berlangsung di Balai Sastra PDS HB Jassin, Jakarta (15/08), sebagai bagian dari rangkaian Pekan Sastra Jakarta 2026, sekaligus menjadi penutup dari proses seleksi yang melibatkan 128 naskah dari penulis berbagai daerah di Indonesia.
Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan diselenggarakan oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) untuk mengenang sekaligus melanjutkan semangat berkarya Dwianto Setyawan (1949–2024), salah satu penulis cerita anak Indonesia yang dikenal melalui karya-karya detektif dan petualangan yang dekat dengan dunia anak. Selain itu, upaya ini juga memperkaya khazanah novel-novel anak karya penulis Indonesia sendiri yang telah lama ditinggalkan. Dari seluruh naskah yang masuk, dewan juri yang terdiri atas Vanda Parengkuan, Noor H. Dee, dan Herdiana Hakim, memilih enam belas naskah unggulan, kemudian sepuluh naskah terbaik, sebelum akhirnya menetapkan tiga karya juara. Proses penjurian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kualitas cerita, kekuatan karakter, orisinalitas gagasan, dan kemampuan naskah menjangkau pembaca usia 9–13 tahun.
Acara penganugerahan diawali dengan diskusi bertajuk “Sastra Anak dan Dwianto Setyawan” yang menghadirkan GP Sindhunata dan Elfira Prabandari serta dipandu oleh Fadjriah Nurdiasih. Diskusi tersebut membahas sumbangsih Dwianto Setyawan bagi sastra anak Indonesia serta semangat yang diharapkan tetap hidup dalam karya-karya penulis masa kini. Setelah itu, sesi diskusi “Pengalaman Penjurian” mempertemukan ketiga juri untuk berbagi pandangan mengenai novel middle grade, proses seleksi, serta tantangan menilai karya sastra anak pada era perkembangan teknologi saat ini.
Christina Maria Udiani, KPG Editorial & Production Manager, mengatakan bahwa penyelenggaraan Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan merupakan upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem sastra anak Indonesia. Ia menegaskan, “Kami tidak sedang mencari karya yang sekadar layak menjadi pemenang, melainkan karya yang benar-benar mampu hidup di tangan pembaca anak. Dwianto Setyawan percaya bahwa cerita middle grade yang ditulis dengan sungguh-sungguh dapat mencapai alam pikiran anak, menghargai kecerdasannya, dan tetap dikenang bertahun-tahun kemudian. Semangat itulah yang kami harapkan terus mengalir melalui Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan, sekaligus menjadi ruang lahirnya generasi baru penulis sastra anak Indonesia.”
Nama Dwianto Setyawan dipilih bukan semata sebagai bentuk penghormatan, melainkan sebagai penanda sebuah keyakinan terhadap sastra anak. Sepanjang hidupnya, ia tetap menulis cerita anak dengan kesungguhan, bahkan ketika pasar didominasi buku petualangan dan aksi terjemahan. Ia percaya bahwa cerita anak karya penulis Indonesia yang digarap dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan pembacanya. Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan sayembara ini. Harapannya, Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan mendorong lahirnya novel-novel middle grade dengan kemungkinan ide Indonesia, suatu latar yang dekat dengan pengalaman pembaca dan dengan cara bercerita yang tidak menyederhanakan nalar anak.
“Dalam menulis ceritanya, Dwianto berusaha mengejar fantasi anak yang liar dan kencang itu. Kalau toh tidak mungkin terkejar, sekurang-kurangnya berusaha untuk memahaminya. Tentu tugas pengarang anak-anak bukan sekadar menjadi corong dari fantasi itu, tapi juga menjadi penyambung antara dunia fantasi dan dunia yang nyata. Jika itu bisa dikerjakan, buku cerita anak-anak bisa membantu anak-anak berkembang dalam menerima realitas dengan kreatif serta imajinatif, sekaligus realitas itu jadi hal yang menggembirakan,” demikian yang disampaikan Sindhunata, sastrawan sekaligus adik Dwianto Setyawan, tentang karya-karya Dwianto melalui esai di majalah Basis edisi 07-08, 2025.
Selain memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp8.000.000 untuk juara pertama, Rp6.000.000 untuk juara kedua, dan Rp5.000.000 untuk juara ketiga, ketiga naskah pemenang akan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia melalui proses editorial penerbit. Melalui langkah ini, KPG berharap karya-karya terpilih tidak berhenti sebagai naskah sayembara, tetapi benar-benar hadir sebagai bacaan yang dapat menjangkau anak-anak Indonesia.
Penyelenggaraan Hadiah Sastra Anak Dwianto Setyawan merupakan kelanjutan dari Pameran Arsip dan Ilustrasi Petak Umpet Sastra Anak yang diselenggarakan pada November 2025 dengan bekerja sama dengan Bentara Budaya Yogyakarta. Dengan penganugerahan tahun ini, KPG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung regenerasi penulis sastra anak Indonesia dan memperkaya pilihan bacaan middle grade yang berkualitas, imajinatif, dan berakar pada pengalaman Indonesia.