Jakarta, 14 Agustus 2026 — Penerbit KPG, Endgame, dan Gramedia Jalma Semarang menghadirkan diskusi buku What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran karya Gita Wirjawan pada Jumat (14/8). Acara ini diselenggarakan di Creative Space Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang. Gita Wirjawan akan hadir sebagai narasumber utama serta Donny Danardono, penulis dan Emeritus Dosen Universitas Katolik Soegijapranata, sebagai moderator. Topik utama diskusi adalah “Mengapa Kita Terjebak dalam Singkatnya Berpikir?”
Diskusi ini adalah ruang refleksi berdasarkan realitas sosial kita hari ini. Rentang perhatian kita begitu dikondisikan algoritma media sosial. Akibatnya, banyak dari kita hanya mampu mengkonsumsi narasi sederhana, penuh emosi, dan instan. Kita seolah kehilangan tenaga dan waktu untuk meningkatkan kapasitas kognitif, misalnya bersikap kritis, membaca buku. Hal ini bertolak belakang dengan kebutuhan negara yang perlu konsisten dalam jangka panjang untuk mengatasi banyak tantangan. Misalnya, bagaimana mewujudkan reformasi pendidikan dan penguatan kualitas SDM.
Melalui buku What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global, Gita Wirjawan menyoroti berbagai tantangan. Rendahnya PDB per kapita, kesenjangan pendidikan, dan dilema keberlanjutan. Namun penulis menegaskan keunggulan strategis yang dimiliki kawasan ini dalam tatanan dunia multipolar. Buku ini menjadi sarana para pemimpin masa depan untuk membayangkan kembali arah perjalanan Asia Tenggara dan membuka potensinya di kancah global dengan menggabungkan perspektif realisme dan aspirasi. Buku ini juga menekankan bahwa perubahan besar tidak dapat dicapai melalui solusi yang serba instan, melainkan melalui penguatan fondasi jangka panjang, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan penentu utama daya saing Asia Tenggara di masa depan.
“Masyarakat sipil pun tampaknya belum mampu melepaskan diri dari kecanduan berbagai perangkat digital. Hal ini terutama berlaku di Asia Tenggara; studi menunjukkan bahwa rata-rata waktu harian yang dihabiskan masyarakat Asia Tenggara dengan ponselnya berkisar dari 3 jam 32 menit di Vietnam hingga 5 jam 47 menit di Filipina; sebagian besar negara Asia Tenggara menghabiskan waktu di ponsel lebih lama daripada rata-rata global. Dapat diasumsikan bahwa sebagian besar waktu tersebut digunakan untuk mengonsumsi konten yang bersifat menghibur atau sensasional yang sampai ke tangan konsumen karena diperkuat secara algoritmis, bukan konten yang bernilai substantif atau edukatif.” ujar Gita Wirjawan dalam bukunya.
Gita Wirjawan dikenal sebagai penulis, Advisory Board SGPP (School of Government and Public Policy) Indonesia, serta Eksekutif Produser dan Host Endgame Podcast, salah satu platform diskusi edukasi terbesar di Asia Tenggara. Saat ini ia juga mengajar sebagai Visiting Scholar di Precourt Institute for Energy, Doerr School of Sustainability, Stanford University, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Bersama Donny Danardono, kita akan diajak menyelami lebih jauh pikiran-pikiran Gita Wirjawan. Bagaimana mengubah pola pikir kita? Ketimbang kepuasan instan, kita dapat menggunakan imajinasi untuk menciptakan hal-hal yang berharga untuk masa depan Indonesia. Di akhir acara, ada sesi book signing yang bisa diikuti peserta yang hadir.
Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang berkembangnya nalar dan intelektualisme dan tumbuhnya kesadaran akan kebutuhan bangsa Indonesia. Dengan hadirnya acara ini, Penerbit KPG, Endgame, dan Gramedia Jalma Semarang kedepannya dapat menghadirkan ruang untuk masyarakat mengembangkan kesadaran kritis yang dalam aspek kognitif, ekonomi, sosial-ekologi, dan politik berjangka panjang untuk kebaikan masyarakat.