Apa Itu Editor Naskah dalam Buku? Ini 4 Tipe Tugas Editor dan Perannya dalam Penerbitan

03 November 2026
Apa Itu Editor Naskah dalam Buku? Ini 4 Tipe Tugas Editor dan Perannya dalam Penerbitan
Peran ini sering disebut dalam pembuatan novel, karena perannya yang penting dalam proses penulisan.

#CareerSpotlight — Grameds, menerbitkan buku membutuhkan proses yang lama, rumit, dan panjang. Jangan berpikir pekerjaan penulis selesai di menulis saja, naskah yang telah ditulis akan terus mengalami perubahan dan penyesuaian.


Perubahan-perubahan itu akan datang dari orang-orang yang membaca dan memberikan petunjuk perbaikan. Orang-orang inilah sang editor dalam penerbitan. Peran mereka sangatlah penting dalam perusahaan penerbit. 


Apa Itu Editor?
Seorang editor memiliki posisi yang krusial dalam sebuah penerbit. Kata edit berasal dari bahasa Inggris, yang berarti sunting. Menurut KBBI, kata menyunting berarti “menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).”

Maka dari itu, seorang editor adalah seseorang yang mengurus berbagai aspek kebahasaan naskah hingga naskah tersebut siap cetak. 


Apa Saja Ketentuan untuk Menjadi Editor?
Tentunya, pekerjaan editor seringkali beririsan dengan buku. Karena itu, dibutuhkan kepahaman terhadap tata bahasa dan keahlian yang cukup dengan perangkat lunak word processor seperti Microsoft Word.

Adapun, ada beberapa ketentuan umum yang bisa kamu penuhi untuk berusaha menjadi editor, seperti:

  • Memahami KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), dan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
  • Memiliki kemampuan komunikasi, negoisasi dan persuasi yang baik.
  • Memiliki ketelitian yang tinggi
  • Dapat menggunakan bahasa Inggris secara aktif
  • Dapat mengoperasikan MS Office

Apakah Bisa Menjadi Editor Tanpa Pengalaman?
Untuk mulai bekerja, perusahaan akan menyukai pelamar yang sebelumnya memiliki pengalaman. Namun, tidak semua orang yang ingin menjadi editor memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Tapi, pengalaman ini tidak harus berbentuk pengalaman kerja. Untuk memenuhi ketentuan minimum yang ditentukan perusahaan penerbit, kamu bisa melengkapi pengalaman dengan dengan beberapa cara ini:

  • Mengikuti organisasi
    Mengikuti organisasi merupakan cara yang baik untuk memperkaya pengalaman bekerja dengan orang lain dan memperluas paparanmu terhadap dunia kerja. Melaksanakan program organisasi juga bisa memperkaya pengalaman dalam portofoliomu untuk menjadi bukti bahwa kamu telah melakukan tugas-tugas yang relevan.
  • Mengikuti pelatihan
    Kamu juga bisa menemukan pelatihan menulis atau pelatihan industri untuk memperkaya ilmu di bidang editing. Sertifikat dari pelatihan ini juga bisa menjadi bukti bahwa kamu memiliki ilmu untuk memasuki industri penerbitan.
  • Menulis secara lepas (freelance)
    Kegiatan editor sangat dekat dengan kegiatan tulis-menulis. Karena itu, menulis secara lepas, baik itu untuk hobi atau pekerjaan yang dibayar secara lepas, akan menjadi bukti kepahamanmu terhadap tata bahasa. Karena itu, tulisan-tulisan yang kamu publikasikan dapat menjadi bagian dari portofolio untuk menjadi editor. 


Tipe-Tipe Editor
Sebuah naskah tidak hanya melewati satu orang editor saja. Ada banyak jenis editor yang bisa mengecek suatu naskah. Jika kamu seorang penulis, atau ingin berkarir menjadi editor, kamu harus mengetahui perbedaan peran-peran editor tersebut.

  1. Editor Substansi
    Saat membicarakan editor naskah, kemungkinan besar editor yang dimaksud adalah editor substansi. Editor ini yang membantu penulis dalam mengembangkan jalan cerita dan memberi masukan untuk membuat naskah bisa dibaca khalayak luas.

    Editor substansi memiliki peran yang besar dalam keberlanjutan penerbitan naskah, karena ia akan mendampingi proses penerbitan hingga akhir, termasuk desain buku. Penulis dan editor substansi berjalan beriringan dalam hal ini. 

  2. Copyeditor
    Tugas seorang copyeditor adalah memastikan kejelasan dan kesempurnaan penulisan sesuai struktur bahasa yang berlaku. Misalnya, memperbaiki kesalahan ejaan, tata kalimat, dan tanda baca sesuai dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 

    Seorang copyeditor juga memastikan tulisan tidak memiliki kesalahan ketik dan konsistensi nama dan istilah dalam naskah. Karena itu, copyeditor lebih banyak menganalisa naskah dalam tingkat teks dan kebahasaan daripada jalan cerita.

  3. Line Editor
    Line editor juga merupakan seseorang yang banyak mengerjakan kebahasaan. Bedanya dengan copyeditor, seorang line editor bekerja dalam tingkat kalimat. Misalnya, memastikan kalimat yang tertulis mudah dipahami dan menyesuaikan gaya bahasa penulisan. Seorang line editor juga memperbaiki kata dan frasa yang kurang tepat dalam teks, sehingga harus disesuaikan dengan tone naskahnya.

    Jadi, walaupun ia tidak terlalu fokus pada struktur ejaan dan kesesuaian tata bahasa, seorang line editor mengerjakan keterbacaan kalimat dan kesesuaian dengan gaya penerbitan.

  4. Proofreader
    Pekerjaan ini merupakan salah satu langkah terakhir dalam editing. Tugas seorang proofreader adalah memastikan tidak ada lagi kesalahan yang hadir pada naskah sebelum naskah tersebut masuk ke tahap-tahap selanjutnya. Walaupun naskah itu telah melewati beberapa editor sebelumnya, proofreader memiliki tanggung jawab untuk membaca keseluruhan naskah dan memperbaikinya dari kesalahan-kesalahan yang tertinggal.

    Namun, bukan berarti tugas editor lain bisa digantikan oleh seorang proofreader. Posisi ini menjadi pelengkap dari sebuah rangkaian editor dalam proses penerbitan. 


Grameds, ternyata sebuah naskah melalui banyak orang. Jika kamu ingin menjadi seorang editor di jaringan Gramedia, kamu bisa mencari lowongan pekerjaan terbaru melalui akun Instagram @loker_gramedia atau laman karir pada Gramedia.id.


Sampai berjumpa di Gramedia, ya!


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.