Apa Itu Upskilling dan Reskilling dalam Berkarir? Ini Perbedaan yang Perlu Kamu Ketahui

01 July 2026
Apa Itu Upskilling dan Reskilling dalam Berkarir? Ini Perbedaan yang Perlu Kamu Ketahui
Mengembangkan keterampilan adalah investasi terbaik untuk menghadapi dunia kerja.

#CareerSpotlight — Dunia kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kebutuhan industri yang semakin dinamis. Profesi baru terus bermunculan, sementara beberapa pekerjaan mulai mengalami perubahan cara kerja bahkan tergantikan oleh teknologi. Di tengah perubahan tersebut, muncul dua istilah yang semakin sering dibahas, yaitu upskilling dan reskilling.

Meski terdengar mirip, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan upskilling dan reskilling dapat membantu Grameds menentukan langkah yang tepat untuk mengembangkan kemampuan, baik saat masih menempuh pendidikan maupun ketika sudah memasuki dunia kerja.


Apa Itu Upskilling?

Upskilling adalah proses meningkatkan atau memperdalam keterampilan yang sudah dimiliki agar lebih relevan dengan perkembangan pekerjaan saat ini. Tujuannya bukan untuk berganti profesi, melainkan agar seseorang dapat bekerja lebih efektif, mengikuti perkembangan industri, dan memiliki peluang karir yang lebih baik.

Sebagai contoh, seorang staf marketing yang memperdalam belajar bahasa Inggris untuk memudahkan komunikasi dengan klien atau mitra dari luar negeri termasuk dalam upaya upskilling. Kemampuan tersebut membantu seseorang bekerja lebih efektif dan meningkatkan profesionalitas tanpa harus berpindah ke bidang pekerjaan yang berbeda.


Apa Itu Reskilling?

Berbeda dengan upskilling, reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru agar seseorang dapat beralih ke pekerjaan atau bidang yang berbeda. Reskilling biasanya dilakukan ketika kebutuhan industri berubah atau seseorang ingin mengejar jalur karier yang baru.

Misalnya, seorang staf administrasi yang belajar digital marketing, data analysis, atau UI/UX design agar dapat berpindah profesi. Dengan reskilling, seseorang memperoleh kompetensi baru yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang ingin dijalani.


Apa Perbedaan Reskilling dan Upskilling?

Perbedaan utama keduanya terletak pada tujuan pembelajarannya. Upskilling berfokus pada peningkatan kemampuan dalam bidang yang sama, sedangkan reskilling bertujuan mempelajari keterampilan baru untuk memasuki bidang pekerjaan yang berbeda.

Sederhananya, jika Grameds ingin berkembang di profesi yang sedang dijalani, upskilling menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika ingin berpindah karier atau mencoba bidang baru, reskilling menjadi langkah yang dapat dipertimbangkan.


Mengapa Keduanya Penting?

Perubahan dunia kerja membuat proses belajar tidak berhenti setelah lulus sekolah atau kuliah. Kemampuan yang relevan hari ini belum tentu masih dibutuhkan beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, memiliki kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu keterampilan yang paling penting.

Baik reskilling maupun upskilling membantu seseorang lebih siap menghadapi perubahan, meningkatkan daya saing, membuka peluang karir baru, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri di masa depan.


Tips Memulai Reskilling atau Upskilling

Memulai reskilling atau upskilling tidak harus dilakukan dengan langkah yang besar. Grameds bisa memulainya dengan menyesuaikan kebutuhan dan tujuan karir yang ingin dicapai. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

  1. Kenali tujuan kariermu
    Tentukan terlebih dahulu apakah kamu ingin berkembang di bidang yang sedang ditekuni atau justru mencoba jalur karier baru. Dengan mengetahui tujuan tersebut, kamu akan lebih mudah menentukan keterampilan yang perlu dipelajari.
  2. Pelajari keterampilan yang sedang dibutuhkan
    Cari tahu tren dan kebutuhan industri melalui lowongan kerja, seminar, atau laporan dunia kerja. Dengan begitu, keterampilan yang dipelajari akan lebih relevan dengan perkembangan saat ini.
  3. Manfaatkan berbagai sumber belajar
    Saat ini banyak pilihan untuk mengembangkan kemampuan, mulai dari buku, kursus online, webinar, workshop, hingga sertifikasi profesional. Pilih metode belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajarmu.
  4. Belajar secara konsisten
    Tidak perlu mempelajari banyak hal sekaligus. Luangkan waktu secara rutin, misalnya 30 menit hingga satu jam setiap hari, agar proses belajar terasa lebih ringan dan hasilnya lebih optimal.
  5. Praktikkan kemampuan yang dipelajari
    Ilmu akan lebih mudah dipahami jika langsung diterapkan. Grameds bisa mencoba membuat proyek sederhana, mengikuti organisasi atau komunitas, hingga mengambil freelance atau magang untuk menambah pengalaman.

Grameds, tidak ada kata terlambat untuk mulai mengembangkan diri. Baik melalui reskilling maupun upskilling, setiap keterampilan baru yang dipelajari dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Jadi, menurutmu, saat ini kamu sedang membutuhkan upskilling atau justru reskilling?


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.