Fenomena “Post-Lebaran Blues”: Kenapa Kita Sering Kehilangan Mood Setelah Libur?

25 March 2026
Fenomena “Post-Lebaran Blues”: Kenapa Kita Sering Kehilangan Mood Setelah Libur?
Perubahan suasana setelah libur Lebaran dapat memicu perasaan kesepian.

#LiterasiAsik — Libur Lebaran selalu identik dengan momen kebahagiaan. Mulai dari berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas, hingga merasakan suasana libur yang dinanti-nantikan. Namun, setelah semua momen tersebut berakhir, tidak sedikit orang yang justru merasa kehilangan semangat saat kembali ke rutinitas. Perasaan ini sering disebut sebagai post-Lebaran blues.

Apa itu Post-Lebaran Blues?

Post-Lebaran blues adalah kondisi psikologis sementara yang muncul setelah liburan usai. Gejalanya bisa berupa:

  • Rasa malas atau kurang energi
  • Sulit fokus saat bekerja
  • Perasaan “kosong” atau kehilangan semangat
  • Mood yang cenderung menurun
  • Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mempengaruhi produktivitas jika tidak dikelola dengan baik.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Perubahan Suasana yang Drastis
Selama libur Lebaran, suasana biasanya terasa lebih santai dan menyenangkan. Waktu dihabiskan bersama keluarga, tanpa tekanan pekerjaan atau aktivitas yang padat.

Ketika libur berakhir, kita harus kembali ke rutinitas harian yang lebih terstruktur. Perubahan suasana yang cukup drastis ini membuat tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali.

2. Rasa Kehilangan Momen
Setelah beberapa hari menikmati kebersamaan dengan keluarga, kembali berpisah bisa menimbulkan rasa kehilangan. Apalagi bagi yang merantau, momen ini sering terasa lebih berat.

Perasaan rindu yang muncul setelah Lebaran juga bisa mempengaruhi suasana hati secara keseluruhan.

3. Kehilangan Dopamin Setelah Liburan
Selama liburan, kita cenderung melakukan banyak aktivitas menyenangkan. Ketika kembali ke rutinitas, stimulasi tersebut berkurang, sehingga memicu penurunan mood.

Cara Mengatasi Post-Lebaran Blues

Meski umum terjadi, kondisi ini tetap bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana:

1. Kembali ke rutinitas secara bertahap
Tidak perlu langsung memaksakan diri. Mulailah dengan menata jadwal harian secara perlahan agar tubuh bisa beradaptasi.

2. Melakukan hal yang produktif
Alihkan perhatian pada hal-hal produktif yang bisa membuat kamu kembali merasa termotivasi seperti olahraga, membaca buku atau bertemu dengan teman.

3. Tetap jaga koneksi dengan keluarga
Meski sudah kembali ke aktivitas, komunikasi dengan keluarga bisa tetap dilakukan melalui telepon atau video call.

Perasaan kehilangan semangat setelah libur Lebaran adalah hal yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja, Grameds. Hal ini bukan berarti kamu malas, tetapi lebih kepada proses penyesuaian diri setelah menikmati momen istirahat yang cukup panjang.

Dengan memahami penyebabnya dan mengelolanya dengan baik, kamu bisa kembali menemukan ritme dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.