#HappeningToday — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi mudik kembali menjadi momen yang paling ditunggu oleh banyak orang di Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan masyarakat melakukan perjalanan menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan Lebaran. Bagi Grameds yang juga bersiap untuk mudik, perjalanan pulang ini tentu menjadi momen yang penuh makna untuk kembali bertemu dengan orang-orang tercinta.
Namun, perjalanan mudik seringkali memakan waktu yang cukup lama dan waktu di perjalanan bisa terasa cukup panjang. Mulai dari kemacetan di jalan, waktu menunggu di stasiun atau bandara, hingga perjalanan berjam-jam di dalam kendaraan menjadi pengalaman yang cukup familiar saat musim mudik tiba.
Agar perjalanan tidak terasa membosankan, banyak orang biasanya menyiapkan berbagai cara untuk mengisi waktu. Mulai dari mendengarkan musik, scrolling media sosial, bermain game, atau sekadar berbincang. Selain berbagai aktivitas tersebut, membaca buku juga bisa menjadi pilihan yang menyenangkan untuk menemani perjalanan mudik, Grameds. Dengan membaca buku, kita bisa sejenak “melupakan” panjangnya perjalanan dan larut dalam cerita yang sedang dibaca. Tanpa terasa, waktu pun bisa berjalan lebih cepat ketika sudah tenggelam dalam alur cerita yang menarik.
Agar tetap nyaman dibaca selama perjalanan, buku dengan cerita yang ringan biasanya menjadi pilihan yang tepat. Novel dengan alur yang mengalir, kish yang menghibur, atau cerita yang hangat akan lebih mudah dinikmati tanpa membutuhkan konsentrasi yang terlalu berat.
Berikut beberapa rekomendasi bacaan ringan yang bisa menemani perjalanan mudik:
Pasta Kacang Merah — Durian Sukegawa
Novel ini mengisahkan Sentaro, seorang pria yang bekerja di kedai dorayaki kecil. Suatu hari ia bertemu dengan Tokue, seorang wanita tua yang menawarkan bantuan untuk membuat pasta kacang merah yang menjadi isi dorayaki tersebut. Awalnya Sentaro ragu, tetapi keahlian Tokue dalam membuat pasta kacang merah perlahan membawa perubahan pada kedai tersebut. Di balik cerita sederhana tentang makanan, novel ini menghadirkan kisah yang hangat tentang persahabatan, penerimaan diri, serta cara melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
The Midnight Library — Matt Haig
Novel ini mengikuti kisah Nora Seed yang menemukan sebuah perpustakaan misterius di antara kehidupan dan kematian. Di dalam perpustakaan tersebut, setiap buku mewakili kehidupan berbeda yang mungkin ia jalani jika membuat pilihan yang lain di masa lalu. Melalui berbagai kemungkinan hidup yang ia coba, Nora mulai memahami arti penyesalan, harapan, dan kesempatan kedua. Dengan alur yang mengalir dan konsep cerita yang unik, buku ini mengajak pembaca merenungkan berbagai pilihan hidup dengan cara yang ringan namun tetap menyentuh.
Novel karya Tere Liye ini menghadirkan cerita yang penuh misteri sekaligus menyentuh tentang perjalanan hidup seorang tokoh bernama Bahar. Kisahnya dimulai ketika beberapa orang berkumpul dan perlahan mengungkap masa lalu Bahar yang penuh rahasia. Seiring cerita berkembang, pembaca diajak memahami berbagai peristiwa yang membentuk hidupnya serta janji-janji yang memiliki makna mendalam. Dengan gaya penulisan yang khas dan alur yang membuat penasaran, novel ini menghadirkan cerita tentang persahabatan, pengorbanan, dan makna dari sebuah janji.
Novel ini menghadirkan kisah yang hangat tentang arti “rumah” dan hubungan antar manusia. Melalui cerita yang sederhana namun penuh makna, pembaca diajak melihat bagaimana rumah tidak selalu sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk kembali, berbagi, dan menemukan kenyamanan. Dengan gaya penceritaan yang ringan dan emosional, buku ini menghadirkan refleksi tentang keluarga, perjalanan hidup, serta arti pulang bagi setiap orang.
Please Look after Mom — Kyung Sook Shin
Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga yang menyadari bahwa ibu mereka hilang di sebuah stasiun kereta di Seoul. Peristiwa tersebut membuat setiap anggota keluarga mulai mengingat kembali kenangan, pengorbanan, dan kasih sayang sang ibu yang selama ini sering terabaikan. Dengan sudut pandang yang bergantian dari setiap anggota keluarga, buku ini menghadirkan kisah yang menyentuh tentang keluarga, cinta, dan pentingnya menghargai orang-orang terdekat dalam hidup.
Dengan memilih bacaan yang menarik, perjalanan mudik yang panjang bisa terasa lebih menyenangkan. Jadi, sebelum berangkat menuju kampung halaman, tidak ada salahnya menyiapkan satu atau dua buku favorit untuk menemani perjalanan ya, Grameds.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.

