Baca Karena Viral, atau Benar-Benar Membaca?

13 February 2026
Baca Karena Viral, atau Benar-Benar Membaca?
Di tengah tren bacaan yang terus berganti, memilih buku tetap menjadi keputusan yang personal.

#LiterasiAsik — Buku yang sedang viral kerap menarik perhatian dan mendorong banyak orang untuk ikut membelinya. Namun, tidak semua pilihan bacaan tersebut didasari oleh ketertarikan atau kecocokan dengan topik yang dibahas. Akibatnya, proses membaca sering kali terasa kurang bermakna, bahkan ada buku yang berhenti di tengah jalan karena pembaca merasa kurang cocok atau kesulitan memahami isinya.

Membeli buku karena sedang tren sebenarnya merupakan hal yang wajar, Grameds. Ketertarikan terhadap bacaan yang ramai diperbincangkan bisa menjadi pintu awal untuk kembali membaca. Meski demikian, agar pengalaman membaca terasa lebih bermakna, penting untuk memberi ruang pada diri sendiri dalam memahami apakah isi buku tersebut relevan dengan minat dan kebutuhan pribadi.

Membaca bukan hanya soal mengikuti apa yang sedang populer, tetapi juga tentang menemukan kecocokan antara isi bacaan dan diri sendiri. Setiap orang memiliki tujuan membaca yang berbeda, sehingga proses membaca pun sebaiknya dijalani dengan ritme yang nyaman, tanpa tekanan untuk harus menamatkan atau memahami semuanya sekaligus.

Agar buku yang dibeli karena tren tetap bisa dinikmati dan dipahami, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Cara-cara ini membantu kamu membangun hubungan yang lebih dekat dengan bacaan, tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi tertentu.

Sesuaikan dengan minat pribadi

Memilih buku yang sesuai dengan minat akan membuat proses membaca terasa lebih mengalir. Ketertarikan terhadap topik tertentu membantu kamu lebih mudah memahami dan memaknai isi bacaan.

Baca sinopsis atau ulasan terlebih dahulu

Sinopsis dan ulasan singkat dapat memberikan gambaran awal mengenai isi buku, sehingga kamu bisa menyesuaikan ekspektasi sebelum mulai membaca lebih jauh.

Mulai dari buku dengan ketebalan yang nyaman

Jika kamu sedang membangun kembali kebiasaan membaca, memilih buku dengan ketebalan yang tidak terlalu tebal bisa menjadi langkah awal yang lebih realistis dan menyenangkan.

Baca secara bertahap tanpa terburu-buru

Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan buku dalam waktu singkat. Membaca secara bertahap memberi ruang untuk memahami isi bacaan dengan lebih tenang.

Beri jeda saat merasa jenuh

Ketika rasa bosan muncul, berhenti sejenak bukanlah hal yang salah. Jeda justru dapat membantu kamu kembali membaca dengan pikiran yang lebih segar dan fokus.

Tren bacaan memang terus berganti, tetapi pengalaman membaca tetap bersifat personal. Dengan memilih buku yang sesuai dan menikmati proses membaca tanpa tergesa, membaca tidak lagi sekadar mengikuti apa yang sedang viral, melainkan menjadi ruang untuk memahami dan menemukan makna dari setiap bacaan.


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.