#LiterasiAsik — Grameds, pernah tidak merasa ingin membaca “satu bab lagi”, tetapi tanpa sadar justru menghabiskan setengah isi buku dalam satu malam? Atau mungkin kamu pernah sulit berhenti membaca karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Jika pernah, bisa jadi buku tersebut termasuk page turner.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan page turner dan bagaimana ciri-cirinya?
Apa Itu Page Turner?
Page turner adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan buku yang sangat menarik hingga membuat pembaca sulit berhenti membaca. Rasa penasaran terhadap kelanjutan cerita membuat pembaca ingin terus membaca halaman berikutnya, bahkan sering kali tanpa menyadari waktu telah berlalu.
Istilah ini tidak terbatas pada satu jenis buku saja. Novel misteri, thriller, fantasi, romance, hingga karya nonfiksi pun bisa disebut page turner selama mampu mempertahankan rasa penasaran pembaca dari awal hingga akhir.
Ciri-Ciri Buku Page Turner
Meski setiap pembaca memiliki selera yang berbeda, ada beberapa karakteristik yang umumnya dimiliki buku page turner, yaitu:
- Alur cerita yang mengalir dan tidak membosankan
Setiap bab terasa saling terhubung sehingga pembaca ingin terus melanjutkan cerita. - Konflik yang terus berkembang
Ketika satu masalah selesai, biasanya akan muncul tantangan baru yang membuat cerita tetap menarik. - Karakter yang kuat dan mudah diingat
Pembaca merasa terhubung dengan tokoh sehingga ingin mengetahui bagaimana perjalanan mereka berakhir. - Akhir bab yang membuat penasaran
Banyak buku menggunakan teknik cliffhanger, yaitu mengakhiri bab di momen penting sehingga pembaca terdorong membuka halaman berikutnya. - Tempo cerita yang pas
Cerita tidak terasa terlalu lambat maupun terburu-buru sehingga ritmenya nyaman diikuti.
Apakah Page Turner Hanya Berlaku di Buku yang Tipis?
Grameds, jumlah halaman bukanlah penentu apakah buku akan lebih mudah menjadi page turner. Ada novel dengan ratusan halaman yang terasa lambat, tetapi ada juga buku yang lebih dari 200 halaman dan selesai dalam sekali duduk karena ceritanya begitu menarik.
Yang membuat buku menjadi page turner adalah bagaimana penulis membangun rasa penasaran dan ketertarikan pembaca terhadap alur cerita.
Setiap orang tentu memiliki pengalaman membaca yang berbeda. Buku yang merasa seperti page turner bagi satu pembaca belum tentu memberikan kesan yang sama bagi pembaca lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh selera, genre favorit, hingga cara masing-masing pembaca menikmati cerita.
Grameds, sekarang coba ingat kembali buku yang pernah membuatmu berpikir “Satu bab lagi, deh,” tetapi akhirnya baru berhenti membaca saat ceritanya benar-benar selesai. Bisa jadi, itulah buku page turner versimu.
Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.