8 Istilah Populer di Dunia Literasi, Berapa Banyak yang Kamu Tahu?

05 June 2026
8 Istilah Populer di Dunia Literasi, Berapa Banyak yang Kamu Tahu?
Istilah literasi bukan cuma soal buku, tapi juga kebiasaan dan pengalaman para pembacanya.

#LiterasiAsik — Dunia literasi tidak hanya dipenuhi oleh buku dan aktivitas membaca. Seiring berkembangnya komunitas pembaca di berbagai platform, muncul banyak istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan, pengalaman, hingga perasaan yang dialami saat membaca.

Mulai dari istilah bagi seseorang yang kehilangan mood membaca, atau kebiasaan membeli buku tanpa langsung membacanya, hingga kondisi ketika sulit move on dari sebuah cerita. Jika Grameds aktif membaca atau mengikuti komunitas buku, mungkin beberapa istilah berikut pernah kamu dengar atau bahkan alami sendiri. 


1. Reading Slump
Reading slump merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan semangat atau motivasi untuk membaca dalam periode waktu tertentu. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang sangat gemar membaca sekalipun.

Saat mengalami reading slump, seseorang biasanya tetap menyukai buku dan masih tertarik melihat rekomendasi bacaan baru. Namun, ketika mulai membaca, mereka merasa sulit fokus, cepat bosan, atau tidak menikmati proses membaca seperti biasanya.

Reading slump dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kesibukan, kelelahan, stres, terlalu banyak membaca buku berat, hingga tekanan untuk terus produktif. Karena itu banyak pembaca yang memilih untuk beristirahat sejenak untuk mengembalikan semangat membaca.


2. Book Hangover
Book hangover adalah kondisi emosional yang dialami seseorang setelah menyelesaikan sebuah buku yang sangat berkesan. Pembaca biasanya masih terus memikirkan cerita, karakter, atau konflik yang ada di dalam buku tersebut meskipun buku sudah selesai dibaca.

Perasaan ini sering muncul ketika seseorang memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap sebuah cerita. Akibatnya, mereka merasa sulit melepaskan diri dari dunia yang dibangun dalam buku tersebut.

Tidak jarang seseorang yang mengalami book hangover menjadi enggan memulai buku baru karena masih terbawa suasana dari bacaan sebelumnya. Semakin mendalam pengalaman membaca yang dirasakan, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini.


3. Bibliosmia
Bibliosmia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aroma khas yang berasal dari buku. Aroma tersebut dapat berasal dari tinta, kertas, lem penjilid, maupun proses penuaan bahan buku itu sendiri.

Bagi sebagian orang, aroma buku memberikan pengalaman yang tidak terpisahkan dari aktivitas membaca. Tidak sedikit pecinta buku yang mengaku senang mencium aroma halaman buku baru maupun buku lama saat berkunjung ke toko buku atau perpustakaan.

Aroma tersebut sering dikaitkan dengan rasa nyaman, nostalgia, dan ketenangan. Karena itu, bibliosmia menjadi salah satu istilah yang cukup populer di kalangan pecinta literasi dan kolektor buku.


4. Annotating
Annotating adalah aktivitas memberikan catatan, tanda, highlight, atau komentar pada halaman buku selama proses membaca. Metode ini semakin populer, terutama di kalangan pembaca yang ingin berinteraksi lebih dalam dengan isi buku.

Melalui annotating, pembaca dapat menandai kutipan favorit, mencatat pemikiran pribadi, atau memberikan reaksi terhadap bagian tertentu dari cerita. Aktivitas ini membuat proses membaca menjadi lebih aktif dibandingkan hanya membaca secara pasif.

Selain membantu memahami isi buku, annotating juga membuat pengalaman membaca terasa lebih personal. Bahkan setelah bertahun-tahun, catatan tersebut dapat menjadi pengingat tentang apa yang pernah dirasakan dan dipikirkan saat pertama kali membaca buku tersebut.


5. Tsundoku
Tsundoku merupakan istilah dari Jepang yang merujuk pada kebiasaan membeli atau mengoleksi buku tanpa langsung membacanya. Buku-buku tersebut akhirnya menumpuk di rak sambil menunggu waktu yang tepat untuk dibaca.

Fenomena ini cukup umum terjadi di kalangan pecinta buku. Tidak sedikit orang yang merasa senang berburu buku baru, baik karena tertarik pada sampul, sinopsis, maupun rekomendasi dari orang lain, meskipun masih memiliki banyak buku yang belum selesai dibaca.

Meski sering dianggap sebagai kebiasaan yang lucu, tsundoku sebenarnya menunjukkan besarnya antusiasme seseorang terhadap dunia literasi. Bahkan bagi sebagian pembaca, memiliki tumpukan buku yang menunggu untuk dibaca justru memberikan rasa bahagia.


6. DNF (Did Not Finish)
DNF merupakan singkatan dari Did Not Finish, yaitu istilah yang digunakan ketika seseorang memutuskan untuk tidak melanjutkan atau menamatkan sebuah buku.

Keputusan untuk DNF biasanya terjadi karena pembaca merasa tidak cocok dengan jalan cerita, gaya penulisan, karakter, atau tema yang diangkat dalam buku tersebut. Dalam beberapa kasus, alasan utamanya juga bisa karena kehilangan minat di tengah proses membaca.

Meski sering dianggap sebagai “gagal menamatkan buku”, banyak pembaca kini memandang DNF sebagai hal yang wajar. Sebab, tidak semua buku harus dipaksakan untuk selesai jika ternyata tidak memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.


7. CR (Currently Reading)
CR atau currently reading adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan buku yang sedang dibaca saat ini. Istilah ini sering ditemukan di komunitas literasi, media sosial, maupun platform pencatatan bacaan.

Banyak pembaca menggunakan istilah ini untuk membagikan progres membaca mereka kepada teman atau sesama pecinta buku. Tidak jarang seseorang juga memiliki lebih dari satu currently reading dalam waktu yang bersamaan karena membaca beberapa buku dengan genre berbeda.

Selain menjadi cara untuk mendokumentasikan kebiasaan membaca, membagikan currently reading juga sering menjadi sarana bertukar rekomendasi dan memulai diskusi mengenai buku yang sedang populer.


8. TBR (To Be Read)
TBR merupakan singkatan dari To Be Read, yaitu daftar buku yang ingin dibaca di masa mendatang. Istilah ini sangat populer di kalangan pembaca yang gemar membuat target atau daftar bacaan.

Daftar TBR biasanya berisi buku-buku yang diperoleh dari rekomendasi teman, media sosial, toko buku, hingga hasil berburu buku saat diskon. Tidak sedikit pembaca yang memiliki daftar TBR jauh lebih panjang daripada jumlah buku yang berhasil mereka baca setiap tahun.

Meski sering menjadi sumber candaan karena terus bertambah, TBR membantu pembaca mengatur prioritas bacaan sekaligus menjadi pengingat buku-buku menarik yang ingin mereka eksplorasi suatu saat nanti.

Seiring berkembangnya komunitas pembaca, istilah-istilah baru dalam dunia literasi juga terus bermunculan. Kehadiran berbagai istilah ini menunjukkan bahwa membaca bukan hanya tentang menyelesaikan buku, tetapi juga tentang pengalaman, kebiasaan, dan emosi yang dirasakan selama proses tersebut.

Jadi, dari berbagai istilah di atas mana yang paling sering kamu alami, Grameds?


Gramedia senantiasa menjadi ruang berkarya dan bertumbuh bagi para pecinta literasi dalam menghadirkan karya-karya bermakna untuk pembaca. Yuk, gabung bersama komunitas Gramedia Writers and Readers Forum untuk terhubung lebih dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan melalui tautan di bio Instagram @gwrf.id.